Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 342


__ADS_3

Sean dan Reya masih sama-sama melihat putra mereka yang sangat tampan itu.


"Oh iya sayang. Kita belum kasih nama untuk Putra kita," ucap Sean.


"Kamu belum memberinya nama?" tanya Reya.


"Aku pasti nungguin kamu. Makanya aku belum kasih anak kita nama," ucap Sean.


"Memang kamu punya rekomendasi nama untuk anak kita?" tanya Reya.


Sean terlihat berpikir yang sepertinya punya rekomendasi nama.


"Belum sih sayang, aku belum menemukan nama untuk anak kita. Baru ada beberapa nama saja," ucap Sean.


"Salah satunya?" tanya Reya.


"Devano Mahendra," jawab Sean.


"Wau namanya bagus sekali," sahut Reya yang merespon dengan baik nama yang di berikan Sean.


"Jadi kita berikan nama itu untuknya?" tanya Sean.


"Kenapa tidak. Lagian aku juga tidak punya nama untuk anak kita. Jadi tidak ada salahnya kita berikan nama itu untuk anak kita," ucap Reya yang langsung setuju.


"Baiklah kalau begitu. Jadi nama bayi tampan ini Devano Mahendra," ucap Sean.


"Sayang tambahan satu kata lagi boleh?" tanya Reya.


"Ya boleh dong sayang. Aku juga menunggu-nunggu nama dari kamu," ucap Sean yang tidak masalah sama sekali.


"Sayang bagaimana kalau anak kita namanya Devano Mahendra Argantara," ucap Reya memberi masukan sedikit.


"Aku ingin nama papa masuk dalam nama anak kita yang akan menjadi simbol berasal dari mana anak kita. Kata Argantara akan menjadikan status anak kita yang mempunyai banyak cerita dengan banyak hal yang tidak mudah," ucap Reya yang tidak ingin menghilangkan nama Argantara. Walau dia dan Sean bukan sama-sama anak kandung dari Argantara. Tetapi Reya ingin memasukkan nama itu sebagai asal usul yang punya sejarah.


"Boleh juga. Tapi papa setuju tidak?" tanya Sean yang pasti memasukkan nama Argantara itu tidak mudah. Yang paling berhak justru Reval. Karena Reval anak kandung satu-satunya.


"Aku tidak tau juga sih. Tetapi nanti kita tanya papa dan semoga saja papa setuju," ucap Reya.


"Ya sudah sayang yang penting anak kita sudah punya nama yang indah," sahut Sean. Reya mengangguk dengan tersenyum.


"Sayang ini sudah malam, kita istirahat ya. Besok kita main lagi sama Devano," ucap Sean.

__ADS_1


"Ya sudah," sahut Reya yang tidak masalah dan langsung memberikannya bayi mereka pada Sean dan Sean meletakkan perlahan di dalam tempat tidur bayi yang berada di samping ranjang mereka.


Lalu setelah itu Sean menghampiri istrinya dan mereka pun sama-sama rebahan dengan Reya yang memeluk Sean.


"Aku tidak menyangka akhirnya kita bisa satu kamar lagi, bisa tidur bareng dengan berpelukan seperti ini," ucap Sean yang membuat Reya tersenyum dengan sangat nyaman yang berada di dada bidang suaminya itu.


"Aku juga sama tidak menyangka. Merasa sangat lama untuk tertidur dan ini sangat hangat," ucap Reya.


"Reya aku tidak akan mengulangi kesalahan ku padamu. Aku akan terus ada di sisimu dan tidak akan membiarkan kejadian itu terulang lagi," ucap Sean.


"Iya sayang aku tau itu. Aku juga lain kali akan hati-hati. Karena aku tidak mau membuat kamu jadi khawatir," ucap Reya yang membuat Sean tersenyum dan mencium kening Reya.


"Ya sudah sekarang kita istirahat ya," ucap Sean. Reya menganggukkan kepalanya dan mengeratkan pelukannya yang perlahan-lahan memejamkan matanya yang tertidur di pelukan suaminya.


*********


Mentari pagi kembali tiba. Reya yang masih berada di atas kursi roda sekarang berada di taman dengan menggendong bayinya yang berada di bawah terik matahari yang cerah.


Bukan hanya ada Reya di sana. Ada juga Citra dan Sean yang duduk berdua yang ikut menemani Reya. Ada juga Anggika yang menemani suaminya minum kopi dan sekali-kali mereka melihat ke arah Reya yang tampak bahagia.


Tidak lama Sean datang membawakan nampan yang seperti berisi makanan. Ada segelas susu juga, ada segelas air putih dan ada mangkok juga.


"Sayang kamu sarapan dulu ya," ucap Sean yang meletakkan di meja nampan itu.


"Kamu makan dulu ya," ucap Sean.


"Iya," kawan Reya.


"Mama dan papa sudah sarapan?" tanya Reya.


"Sudah Reya. Kamu sarapan saja lalu minum obat," ucap Anggika.


"Baiklah," sahut Reya dan Sean langsung menyuapi Reya dengan bubur yang masih hangat.


"Kenapa ya Citra melihat kok keponakan Citra ini semakin tampan," sahut Citra yang langsung memuji keponakannya itu.


"Benar Citra bayi kecil yang semakin tampan," sahut Reval yang menambahi.


"Jangan memanggilnya bayi kecil lagi. Karena bayinya sudah punya nama," sahut Reya.


"Benarkah! Siapa namanya?" tanya Citra yang sangat ingin tau.

__ADS_1


"Iya Reya kalian sudah memberinya nama," sahut Anggika.


"Iya mah aku dan kak Sean sudah memberinya nama," jawab Citra.


"Lalu siapa namanya sayang?" tanya Argantara.


"Devano Mahendra," jawan Sean.


"Ya ampun namanya indah sekali," sahut Anggika yang kelihatannya sangat suka.


"Lalu panggilannya Devan?" tanya Citra.


"Iya Citra Devan," sahut Reya.


"Alhamdulillah akhirnya sekarang bayinya sudah punya nama. Namanya indah dengan panggilan yang juga indah, Devan sesuai dengan bayinya yang tampan," sahut Argantara yang setuju bahkan Argantara terlihat menyukai nama itu.


"Oh iya pah. Kira-kira Reya boleh tidak menambahkan Argantara di belakang nama Devano Mahendra?" tanya Reya dengan hati-hati.


"Why not," sahut Argantara yang biasa aja.


"Papa setuju," sahut Reya.


"Ya kenapa tidak Reya. Papa justru senang dengan kamu menambahkan nama papa di belakang nama anak kalian. Yang itu artinya kamu dan Sean tidak melupakan identitas yang ada," sahut Argantara.


"Mama juga suka jika nama papa kalian ada di belakang nama anak kalian," sahut Anggika yang juga merespon positif dengan keinginan Reya dan Sean.


"Itu artinya mamanya Devano Mahendra Argantara," sahut Reval yang mengucapkan nama lengkap itu.


"Iya itu namanya," sahut Reya.


"Sangat indah dan semoga namanya juga menjadi doa, membawa berkah," sahut Reya.


"Amin," sahut semuanya dengan serentak.


"Makasih ya pah, sudah menginjinkan nama papa di masukkan kedalam nama anak kami," sahut Sean.


"Kalian berdua ini aneh. Masa hanya karena itu aja harus berterima kasih. Justru papa akan marah, kesal dan ngambek. Jika nama papa tidak ada di belakang nama anak kalian," seloroh Argantara yang membuat semuanya tertawa kecil.


"Sama dengan kamu ya Citra. Kalau anak kamu dan Reval lahir. Awas aja melupakan nama papa," sahut Argantara.


"Iya-iya pah, aman," sahut Citra yang mengundang tawa kecil dari semuanya yang mereka semua tampak bahagia dengan hal yang kecil.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2