
Argantara tidak bisa mengendalikan emosinya. Mendengar kehamilan Reya membuat Argantara langsung memukul Sean. Bukan hanya sekali bahkan sampai berkali-kali tanpa perlawanan dari Sean.
"Pah!" Reya langsung berdiri dan berusaha untuk menghentikan papanya dan bukan hanya Reya Citra juga menghentikan papanya dengan menarik tangan papanya bersama Reya. Namun Argantara tidak menghentikan perbuatannya yang memukul Sean sampai Sean terkapar di lantai.
"Pah cukup pah! kak Sean bisa mati pah," ucap Citra.
"Anak ini lebih baik mati dari pada hidup. Bisa-bisanya kau menghamili Reya!" teriak Argantara yang terus memukul Reya.
"Ini bukan hanya salah Sean pah. Tetapi Reya pah, jadi pukul Reya juga jangan hanya Sean pah, Reya juga berhak mendapatkan hukuman pah," ucap Reya yang terus berusahalah melerai Argantara.
Anggika sendiri hanya duduk dengan menangis yang seperti orang linglung yang tidak tau harus apa. Sangat shock dengan hubungan Reya dan Sean sejauh itu. Bagi mimpi buruk untuk Anggika dan masih tidak percaya dengan kenyataan itu membuatnya diam seperti orang bodoh.
Reval yang berdiri tidak jauh dari Anggika. Hanya melihat Anggika dengan ekspresi yang tidak terbaca dan Reval juga tidak bisa banyak ikut campur dengan apa yang terjadi pada keluarga Citra. Walau Reya adalah temannya.
"Pah, Reya mohon hentikan pah,"
"Pah tolong jangan pukul lagi kak Sean pah, tolong pah!" suara 2 wanita yang terus memohon itu akhirnya membuat Argantara menghentikan pukulannya dengan terduduk lemas dan jangan tanya wajah tampan Sean sudah terluka parah.
"Sean!" Reya langsung menghampirinya dengan memegang pipi Sean dan Sean meraih tangannya dan masih mengusap air mata Reya.
"Kamu jangan menagis, aku tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja," ucap Sean masih bisa tersenyum pada Reya. Namun Reya geleng-geleng kepala yang begitu khawatir pada Sean.
Argantara kembali berdiri dan menarik tangan Reya.
"Hubungan kalian harus di selesaikan. Ini sangat memalukan, ikut dengan papa!" ucap Argantara menarik tangan Reya.
__ADS_1
"Reya!" Sean masih berusaha menarik tangan Reya dengan jari yang terlepas satu persatu dan Sean tidak mampu untuk berdiri karena sudah terluka dan hanya melihat Reya yang di tarik paksa Argantara.
"Reya aku tidak akan membiarkan mu pergi. Aku akan menjemputmu Reya," lirih Sean dengan air matanya menetes melihat kepergian wanita yang di cintainya yang tidak tau kemana Argantara akan membawanya.
"Kak Sean sudah. Kakak terluka parah. Jangan membuat Citra takut kak," ucap Citra sejak tadi begitu panik dengan kakaknya dan terus menangisi sang kakak. Bahkan Citra memeluk Sean dengan erat. Sean tau adiknya itu sangat takut melihat ke marahan Argantara.
***********
Anggika, Sean dan Citra pulang kerumah. Tidak tau Argantara kemana membawa Reya. Anggika sejak tadi hanya diam saja dan mengurung diri di kamar. Untuk menenangkan dirinya dengan semua yang terjadi.
Sementara Citra berada di kamar kakaknya yang mengobati luka sang kakak dengan Citra yang terus menangis terisak-isak.
"Kakak tidak apa-apa Citra? kenapa kamu menangis!" ucap Sean.
"Maafkan kakak," ucap Sean memegang pipi Citra dengan mengusap air mata Citra, "kakak tau kamu sangat mengkhawatirkan kakak. Maafkan kakak. Percayalah semuanya akan baik-baik saja," ucap Sean meyakinkan adiknya itu.
"Kak Sean lebih baik udahi semuanya. Ini tidak akan ada ujungnya kak Reval. Kemarahan papa sudah melihat bagaimana akhirnya kak," Ical Citra memberi saran.
"Tidak Citra kakak tidak mungkin mengakhiri semuanya. Kamu tau Reya sekarang hamil dan mana mungkin kakak tidak bertanggung jawab dan semua yang terjadi. Adalah kesalahan kakak. Kakak yang tidak bisa mengendalikan diri dan Reya juga hanya korban," ucap Sean.
"Lalu apa yang harus kakak lakukan. Jika terus menentang papa. Kakak akan terus dalam bahaya dan belum tentu juga Reya tidak bahaya. Mempertahankan hubungan dengan Reya sama saja akan mengakhiri hidup kakak. Kakak tidak bisa menentang papa," ucap Citra dengan ketakutannya.
"Citra. Semua yang terjadi kakak dan Reya sudah resiko terbesar dengan apa yang terjadi. Kakak tau kamu takut. Tetapi seperti yang kakak katakan kakak akan menghadapi semuanya dan kamu jangan khawatir," ucap Sean menegaskan.
"Tapi kak Sean. Citra tidak ingin melihat kakak terluka lagi dan mama. Kakak lihat mama bagaimana mana mama begitu kecewa. Kakak juga tidak boleh egois kak," ucap Citra.
__ADS_1
"Justru dengan kakak mengakhiri hubungan dengan Reya. Hal itu lah yang egois. Seperti yang kakak katakan. Apapun yang terjadi. Kakak tidak akan pernah meninggalkan Reya dan akan menghadapi apapun itu," ucap Sean dengan yakin.
Citra sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi. Dia sudah memberi banyak saran dan solusi agar sang kakak tidak menjadi bulan-bulanan papanya. Namun Sean tetap pada pendiriannya yang akan bertahan dan bertanggung jawab pada Reya walau menghadapi tantangan yang sebesar apapun.
Sean memeluk Citra dengan erat untuk menenangkan adiknya itu yang sejak tadi menangis senggugukan yang membuat Sean pasti kasihan dengan Citra. Harus ikut menanggung semua ini.
*********
Sementara Reya berada di dalam kamar yang duduk di atas tempat tidur dengan memeluk ke-2 lututnya yang menangis sesenggukan. Tidak tau di mana keberadaannya dan Argantara membawanya kemana.
Dia begitu takut terjadi sesuatu dengan Sean dan Reya tidak bisa melakukan apa-apa. Karena kamar tersebut di kunci dari luar.
"Sean maafkan aku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Maafkan aku Sean," lirih Reya yang mengkhawatirkan Sean.
"Apa yang akan di lakukan papa lagi? ya Allah aku tau ini semua dosa besar. Tetapi aku mohon tolong ya Allah jaga Sean. Jangan biarkan dia terluka. Aku mohon ya Allah beri aku dan Sean kekuatan untuk bertahan dalam hal ini. Aku mohon ya Allah," batin Reya yang hanya meminta pada Tuhannya untuk jalan dan solusi.
********
Reval sendiri berada di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan dengan wajahnya yang penuh dengan pemikiran. Dia juga pasti khawatir apalagi dengan Reya. Bahkan tadi Reval mencoba menghubungi Reya. Namun tidak ada respon sama sekali.
"Aku tidak mengangkat jika Reya dan Citra adik kakak dan Reya nekat menjalani hubungan dengan Sean yang juga kakaknya sendiri. Reya memang tidak pernah membahas asmaranya. Namun dengan dengan apa yang aku dengar dan lihat tadi. Dia dan Sean saling mencintai," batin Reval yang bisa melihat apa yang terjadi di ke-2 orang tersebut.
"Aku berharap Reya baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa padanya dan juga bayinya," batin Reval yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.
Bersambung
__ADS_1