Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 195


__ADS_3

Citra berada di dalam kamarnya yang hanya duduk di atas tempat tidur yang terlihat sangat gelisah dan bahkan sejak tadi dia tidak ingin tidur. Mungkin karena bawaan sang bayi yang ada di kandungannya. Citra keluar dari kamarnya dan dan menuruni anak tangga.


Langkah Citra terhenti ketika melihat Sean sang kakak bersama dengan Reya yang mana kepala Sean berada di atas paha Reya dan beberapa kali mencium perut Reya yang mengajak anak yang ada di dalam kandungan itu untuk berbicara yang membuat Citra hanya melihat saja dengan mengusap perutnya.


Pasti Citra sangat iri dengan Reya yang mempunyai Sean yang sangat peduli dengan Sean dan sangat mencintai Reya dan selalu ada untuk Reya. Dan bagaimana Reya tidak bahagia menjalani kehamilannya. Sementara dirinya berbanding terbalik yang justru tidak ada siapa-siapa dan di hancurkan begitu saja lalu di campakkan membuatnya merasa kurang sedikit.


Reya di tengah kemanisannya bersama dengan suaminya tiba-tiba melihat Citra.


"Citra!" sapa Reya. Citra menghela napasnya dan tersenyum tipis. Sean mendengar nama adiknya di panggil langsung bangun dari paha sang istri.


"Kemari Citra!" ajak Reya dengan ramah. Citra menganggukkan kepalanya dan langsung menuruni anak tangga yang menghampiri Sean dan juga Reya di mana Citra langsung duduk.


"Kamu butuh sesuatu?" tanya Reya.


"Tidak ada aku hanya tidak bisa tidur saja," jawan Citra.


"Apa lagi yang kamu pikirkan Citra, kamu jangan memikirkan apa-apa percaya pada kakak semuanya akan baik-baik aja," sahut Sean.


"Iya kak Sean. Oh iya kak Citra hanya ingin menanyakan tentang masalah kemarin. Di mana Citra tidak mau tinggal di sini," ucap Citra yang mengingat kan permintaannya pada Sean.


Sean dan Reya saling melihat yang mana mereka berdua sama sekali belum membahas masalah itu dengan panjang. Karena memang ke-2nya masih tidak menemukan di mana tempat harus membawa Citra.


"Bagaimana kak Sean?" tanya Citra.


"Memang kamu mau tinggal di mana?" tanya Sean.


"Di mana aja yang penting tidak di Jakarta," jawab Citra.


"Kuliah kamu bagaimana?" tanya Sean.


"Bukannya sebentar lagi akan selesai. Kuliah Citra akan selesai, Citra hanya tinggal sidang dan selesai melaksanakan sidang maka Citra akan pergi," kawan Citra.

__ADS_1


Sean dan Reya saling melihat. Sangat terlihat jelas. Bagaimana Citra benar-benar ingin pergi jauh. Ini sama dengan kisahnya dulu yang juga ingin pergi dari pada harus di penuhi dengan masalah yang banyak bertahan dengan masalah yang hanya akan membuat rasa bertahan kita hanya sampai di situ saja.


"Kak Sean, Citra mohon bawa Citra pergi dari tempat ini Citra tidak mau berada di neraka ini dengan kota ini dan Citra tidak mau bertemu Reval yang hanya menyakitkan," ucap Citra yang keceplosan bicara dan itu dapat di dengar Sean membuat Sean langsung melihat serius sang adik.


Reya juga mendengar apa yang di katakan Citra dan pasti langsung melihat ekspresi Sean dan Citra yang baru menyadari jika dia keceplosan.


"Kamu bilang apa Reval!" pekik Sean.


Citra langsung panik dengan matanya yang melotot yang sadar telah keceplosan.


"Maksud Citra," sahut Citra gugup yang tidak tau harus mengatakan apa kepada kakaknya.


"Citra apa semua yang terjadi ada hubungannya dengan Reval?" tanya Sean dengan wajahnya penuh selidik. Apalagi melihat kepanikan sang adik yang seharusnya bisa menjelaskan semuanya.


"Kak bukan seperti itu. Tetapi sebenarnya," sahut Citra dengan gugup yang tidak mau mengatakan apa. Dia sangat takut dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup dengan sama-sama menekan harinya yang mana memang sama-sama takut dengan Sean akan tau semuanya.


"Hmmmm, sayang sepertinya Citra sedang kebingungan. Jadi wajar dia sangat gugup dan seperti ini. Bukan berarti Citra menyebut nama Reval. Lalu semua ini bertujuan dengan Reval. Bukakan Citra memang tidak mau ketemu siapa-siapa, bukan hanya Reval bahkan Rose juga," sahut Reya yang berusaha untuk membantu Citra. Karena Reya tau Citra masih berusaha menyembunyikan segalanya dari Sean.


Citra menganggukkan dengan cepat kepalanya, "kak Sean ini tidak ada masalahanya dengan Reval atau siapapun. Citra hanya ingin pergi dan tidak mau ketemu dengan siap-siap dulu. Jadi Citra hanya ingin kak Sean membawa Citra pergi," ucap Citra dengan penuh penegasan yang mana dia sudah mulai tenang sedikit karena tadi Reya membantunya.


"Citra kamu jangan Khawatir. Aku nanti akan membicarakan masalah itu sama kak Sean. Jadi kamu santai saja dan sekarang kamu sebaiknya istirahat. Aku akan membantumu," ucap Reya berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengajak Citra untuk kembali kekamar sebelum Citra nanti keceplosan lagi.


Namun Sean dengan perkataan Citra yang spontan tadi jadi kepikiran dan belum lagi dengan ekspresi sang adik yang menunjukkan jika benar-benar ada sesuatu yang di sembunyikannya yang pasti berhubungan dengan masalah yang di hadapi sang adik.


Raya membawa Citra kembali kekamarnya dan membantu Citra untuk rebahan.


"Kamu istirahatlah dan kalau ada apa-apa kamu panggil aku saja," ucap Reya dan saat Reya ingin pergi Citra menahan tangan Reya membuat Reya menghentikan langkahnya dan kembali melihat kearah Citra.


"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Citra yang pasti Reya tau sesuatu makanya Reya membantu dirinya tadi saat menghadapi ketegangan dengan Sean.


"Iya aku tau apa yang terjadi," jawab Reya apa adanya.

__ADS_1


"Maksud kamu. Kamu tau tentang aku dan Reval?" tanya Citra yang ingin memastikan.


"Iya Citra aku tau tentang kamu dan Reval masalah yang kamu hadapi yang sangat berhubungan dengan Reval. Aku tau semuanya," ucap Reya yang jujur.


"Dari mana kamu tau. Apa kamu tau dari Reval. Apa dia memberitahu mu semuanya. Karena kalian berdua bukannya sahabat," ucap Citra yang menduga-duga.


"Tidak Citra aku tidak tau dari Reval dan mana mungkin Reval mengatakannya kepadaku. Aku tau sendiri. Aku tau semuanya dengan sendirinya," jawan Reya.


"Dan kamu tidak memberitahu kak Sean?" tanya Citra.


"Aku juga tidak tau apa harus memberitahu kak Sean atau apapun. Karena jika aku memberitahunya bulannya semuanya akan semakin berantakan, hubungan Tante Anggika dan papa tidak tau seperti apa dan belum lagi dengan kamu dan kak Sean, Reval dan ibunya. Aku tidak tau Citra bagaimana nanti akan akhirnya dan aku tidak berhak untuk memulai untuk mencampuri semuanya. Karena jelas seharusnya kamu dan Tante Anggika yang harus bertindak," ucap Reya.


Citra menghela napasnya dengan panjang.


"Justru itu aku ingin pergi. Karena aku juga sudah tidak sanggup jika akan melihat lagi kenyataan di depanku. Makanya Reya aku benar-benar ingin pergi sejauh mungkin," ucap Citra dengan apa adanya.


"Aku mengerti perasaanmu. Karena kamu yang mengalami semuanya. Jadi semua keputusan ada pada kamu dan semua yang terjadi bukan kesalahan kamu. Kamu harus menanggung semuanya dan semua ini sangat tidak mudah bagi kamu. Tapi aku salut kamu masih bertahan. Walau pernah rapuh dan ingin mengakhiri hidup karena masalah ini. Citra apapun keputusan kamu aku pasti akan mendukungnya dan jika pergi menurut kamu jalan yang terbaik. Maka silahkan pergi dan aku juga tidak akan menahan semua itu dan masalah apa yang menjadi tersembunyi. Lagi-lagi itu menjadi urusan kamu," ucap Reya yang berbicara dengan bijak.


"Makasih Reya. Makasih kamu sudah membantuku banyak. Aku tau apa yang kamu ketahui dan tidak kamu beritahu pada kak Sean membuat kamu tidak nyaman, tidak tenang dan pasti sangat gelisah. Aku tau posisi kamu saat ini juga sangat berat," ucap Citra.


"Tidak apa-apa. Biarlah waktu yang menjawab semuanya dan aku sama sekali tidak apa-apa. Aku baik-baik aja yang penting kamu fokus dulu dengan diri kamu dan sisanya kamu aku yang akan mengurusnya," ucap Reya.


"Makasih Reya, makasih banyak untuk semua ini," ucap Citra.


"Kami istirahat lah, aku akan membicarakan pada kak Sean masalah keinginan kamu. Jadi kamu jangan khawatir," ucap Reya.


Citra mengangguk kepalanya dan ternyata di luar kamar Sean mendengar pembicaraan Reya dan juga Citra. Mungkin Sean sangat penasaran dengan sang adik dan ingin mengetahui apa sebenarnya terjadi dan ingin bertanya makanya menyusul kekamar Citra.


Namun ternyata Sean malah mendengar sesuatu yang tidak bisa di simpulkan. Karena semuanya masih bersifat rahasia.


"Apa yang di ketahui Reya sebenarnya. Apa yang di sembunyikannya Reya, Mama, papa, Reval ibunya, ada apa sebenarnya. Reya tau semuanya. Tetapi tidak memberitahu ku dan malah menyembunyikannya dari ku dan dia berusaha untuk menutupinya dari Citra," batin Sean yang semakin penasaran dengan apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2