
Renita sampai kerumah sakit yang masih berada di dalam mobil. Renita heran melihat ada beberapa Polisi di rumah sakit. Ya sangat banyak seperti sedang melakukan patroli.
"Apa ada narapidana yang di rawat di rumah sakit ini. Kenapa banyak sekali Polisi," batin Renita yang heran dengan kedatangan polisi-polisi tersebut.
Biasanya memang Polisi ada di rumah sakit karena ada tahanan yang dirawat dan Polisi yang mengawasi tahanan tersebut.
Renita masa bodo dan malas berpikir. Renita langsung keluar dari mobilnya dan seperti biasa dia akan memakai masker karena terlalu higenis. Renita juga melewati beberapa Polisi tersebut dengan santai dan juga sangat cuek.
"Kami menemukan rekaman Cctv sebelum kejadian dari Bu Reya," ucap seorang Polisi yang membuat langkah Renita berhenti.
Wajah Renita tampak shock dengan matanya yang melotot saat mendengar nama Reya yang di sebut-sebut.
"Sebelum kejadian ada seorang Dokter wanita yang masuk keruangan itu dengan gerak-gerik mencurigakan dan keluar dengan buru-buru," lanjut Polisi tersebut yang membuat Renita semakin panik.
"Sial. Jadi Polisi-polisi ini sedang menyelidiki kasus Reya dan mereka mendapatkan tekanan Cctvnya batin Renita yang penuh dengan ke panikan.
"Kalau begitu mari kita periksa Cctvnya," sahut Polisi yang satunya yang sepertinya seorang komandan.
"Baik pak," sahut yang satunya.
Mendengar hal itu membuat Renita keringat dingin. Renita bahkan kembali ke mobil dengan Renita yang terlihat menutupi dirinya yang takut ketahuan.
Sesampainya di mobil Renita mengatur napasnya yang naik turun dengan Renita yang wajahnya terlihat pucat ketika dia sudah membuka maskernya.
"Kenapa aku bodoh sekali kenapa aku tidak kepikiran Cctv yang ada di sana," gerutunya yang baru menyadari kebodohannya.
"Sial!"
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?"
"Polisi menyelidiki kasus itu dan sudah jelas-jelas aku tertangkap kamera Cctv dan bagaimana jika identitasku terlihat dan aku bisa di penjara," ucapannya dengan penuh kepanikan yang memijat pelipisnya yang terlihat frustasi.
"Tidak aku tidak boleh tertangkap. Aku harus pergi dari tempat ini. Aku tidak mau membusuk di penjara," ucap Renita yang langsung mengambil tindakan dengan buru-buru menarik gas mobilnya dan Renita yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebelum ada yang mencurigainya.
***********
Reya yang berada di ruang tamu yang menggendong bayinya yang mana Reya duduk di kursi rodanya. Namun tidak lama terlihat Sean menuruni anak tangga dengan buru-buru seperti ada yang di kejar Sean.
__ADS_1
"Sayang kamu mau kemana?" tanya Reya yang melihat suaminya itu tampak buru-buru untuk pergi.
"Sayang aku harus kekantor Polisi. Polisi mengabari mendapatkan petunjuk tentang orang yang mencelakakan kamu dari rekaman Cctv yang telah di temukan," ucap Sean yang terlihat begitu buru-buru sekali.
"Kamu serius?" tanya Reya yang terlihat kurang percaya.
"Iya sayang, sekarang aku harus kekantor Polisi untuk melihatnya dan aku pergi sama Reval," ucap Sean dengan buru-buru.
"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya. Semoga saja pelakunya cepat tertangkap," ucap Reya.
"Ya sudah sayang aku pergi dulu," ucap Sean pamit dan sebelum pergi Sean mencium kening istrinya dulu dan Reya hanya melihat suaminya yang buru-buru pergi.
"Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar dan pelakunya cepat tertangkap," batin Reya dengan penuh harapannya.
"Kak Sean mau kemana kak?" tanya Citra tiba-tiba yang menghampiri Reya yang melihat Sean sangat buru-buru sekali.
"Katanya mau kekantor Polisi ada info baru dari kantor Polisi yang menemukan petunjuk untuk orang yang sengaja mencelakakai kakak," jawab Reya.
"Benarkah!" tanya Citra yang cukup kaget.
"Iya. Bahkan kak Sean juga katanya sama Reval. Mungkin saja Reval menyusul dari kantor," ucap Reya.
"Amin! Kita doakan saja apa yang terbaik," sahut Reya yang pasti berharap yang sama.
"Iya kakak benar," ahauy Citra.
*************
Kantor Polis
Akhirnya Reval dan Sean sudah berada di kantor Polisi yang mereka sangat kebetulan sama-sama sampai dan sama-sama turun dari mobil. Mereka juga tidak banyak bicara dan langsung buru-buru memasuki kantor Polisi untuk melihat bukti yang ada.
Sesampainya di dalam ruangan penyidik. Polisi menunjukkan laptop kepada Reval dan Sean. Reval dan Sean melihat dengan serius laptop tersebut.
Mereka mengamati Dokter wanita yang masuk kedalam ruangan Reya. Dokter yang terlihat sangat mencurigakan karena terlibat mengawasi di sekitarnya.
"Bisa saja ini bukan Dokter dan melakukan penyamaran dengan menggunakan identitas Dokter," ucap Polisi tersebut yang berpendapat.
__ADS_1
"Coba di zoom," ucap Reval dan langsung di zoom Polisi tersebut. Reval terlihat mengamati dengan begitu teliti yang melihat wanita tersebut yang memakai masker tersebut.
"Dia seorang Dokter," ucap Reval tiba-tiba.
"Jika dia Dokter. Apa Dokter itu yang mencelakai Bu Reya atau dia hanya masuk untuk memeriksa saja?" tanya Polisi tersebut.
"Dia Dokter dan juga yang mencelakakai Reya. Dia Renita," ucap Reval yang membuat kesimpulan sendiri dan membuat Sean terkejut.
"Apa maksud kamu Reval?" tanya Sean dengan wajah kagetnya.
"Kamu perhatikan matanya, dia jelas-jelas Renita yang memakai masker dan lihat gelang itu gelang yang sama dengan Reya. Gelang persahabatan mereka," jelas Reval yang mengenali Renita mau Renita menyamar seperti apapun.
Sean juga meneliti dengan betul-betul dan dapat memastikan apa yang di katakan Reval adalah benar.
"Kamu benar dia Renita," sahut Sean yang juga yakin 100 persen.
"Kalian mengenali wanita ini?" tanya Pak Polisi.
"Iya Pak dia salah satu Dokter di rumah sakit dan dia juga teman istri saya yang belakangan ini mereka ada masalah," jelas Sean.
"Baiklah kita akan periksa wanita itu," sahut Pak Polisi yang langsung bertindak karena mereka sudah menemukan tersangka.
"Kurang ajar Renita. Dia benar-benar mencelakai Reya aku tidak akan mengampuninya," umpat Sean penuh dengan dendam.
"Aku juga tidak percaya Renita benar-benar sangat nekat melakukan hal itu," ucap Reval.
***********
"Jadi Renita yang melakukan hal itu?" tanya Citra yang baru mendapatkan kabar dari suaminya ketikan suaminya pulang dan berbicara padanya di dalam kamar.
"Benar sayang, Renita pelakunya dia yang melakukan semuanya," jawab Reval.
"Wanita itu benar-benar kejam dia manusia bukan. Kenapa dia punya rencana sejahat itu pada kak Reya dia sudah hampiri menghilangkan nyawa kak Reya," ucap Citra yang emosi dengan Renita.
"Dia punya dendam pada Reya dan Sean bilang belakangan ini dia sangat suka menggangu Sean dan pasti ini sangat berhubungan," ucap Reval.
"Wanita kejam semoga saja masalahnya cepat selesai dan dia di tangkap," ucap Citra.
__ADS_1
"Amin," sahut Reval.
Bersambung