Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 251


__ADS_3

Mobil Reval berhenti di depan rumah sakit jiwa. Rumah sakit itu adalah rumah sakit di mana Sahila. Mama Reval di rawat dan semenjak terbongkarnya semua yang telah terjadi. Reval tidak pernah lagi pergi ke sana dan sepertinya sudah hampir berminggu-minggu. Karena Reval sibuk mengurusi Argantara yang sedang sakit dan juga mengurus masalah Erina yang harus di tangkap Polisi.


Ini hari pertamanya menemui Sahila dan Reval yang masih berada di dalam mobil melihat ke luar.


"Aku harus temui mama," batin Reval dengan menghela napasnya.


Tidak ingin lama-lama berada di dalam mobil. Akhirnya Reval langsung keluar dari dalam mobil untuk menemui sang mama.


Tidak lama akhirnya Reval sampai di depan kamar sang mama. Lagi-lagi Reval menghela napasnya dengan memegang kenopi pintu yang membuka pintu. Dahi Reval mengkerut saat pintu di buka dan terlihat tidak ada siapa-siapa di dalam ruangan itu yang biasanya mamanya ada di sana.


"Mama! kenapa mama tidak ada di sini?" batin Reval penuh dengan kebingungan yang tidak melihat sang mama.


Wajah Reval langsung mendadak panik dan memasuki kamar itu untuk mengecek lebih detail lagi. Mungkin sang mama ada di kamar mandi. Tetapi kenyataannya Sahila tidak ada di kamar itu sama sekali.


"Kemana mama?" batin Reval yang mendadak panik dan langsung keluar dari kamar tersebut yang kebetulan langsung bertemu dengan Suster.


"Suster!" panggil Reval.


"Iya pak ada apa?" tanya Suster tersebut.


"Dok mama saya tidak ada di dalam. Di mana mama saya?" tanya Reval dengan wajah paniknya.


"Oh Bu Sahila. Bukannya Bu Sahila sudah pulang," jawan Suster membuat dahi Reval semakin mengkerut.


"Apa kata Suster? mama saya sudah Pulang?" tanya Reval dengan wajah kagetnya.


"Iya pak Reval. Bu Sahila sudah pulang baru kemarin," jawab Suster tersebut.


"Tunggu dulu Suster, kenapa mama saya bisa pulang bukannya dia masih sakit?" tanya Reval dengan wajah kagetnya.


"Nyonya Sahila sudah sembuh pak. Makanya sudah bisa pulang. Kami sudah mengecek kesehatan mentalnya dan dia benar-benar sudah sembuh," ucap Suster yang membuat Reval semakin bingung.

__ADS_1


"Lalu mama saya pulang sama siapa dan kemana dia pulang?" tanya Reval.


"Kalau masalah itu saya juga tidak tau pak Reval. Bisa di tanyakan saja pada Dokter. Tetapi kalau setau saya nyonya Sahila pulangnya sendirian dan tidak ada yang menemaninya atau menjemputnya. Saya juga heran dengan pak Reval kenapa tiba-tiba tidak ada dan tidak mendampingi nyonya Sahila," jawab Suster tersebut.


Reval terdiam mendadak, "mama sudah sembuh dan pulang sendiri. Lalu mama pulang kemana? apa mama memang pulang ke rumah?" batin Reval yang bertanya-tanya di mana keberadaan sang mama sebenarnya.


"Hmmm, ya sudah pak Reval. Kalau begitu saya permisi dulu ya. Kalau misalnya tidak ada yang mau di tanyakan lagi," ucap Suster tersebut.


"Iya suster, makasih ya," ucap Reval. Suster tersebut tersebut mengangguk dan langsung pergi.


"Kemana mama? aku harus mencari mama," batin Reval yang langsung bergegas untuk mencari keberadaan Sahila yang tiba-tiba saja sudah pulang.


Dia benar-benar tidak tau kondisi Sahila seperti apa dan tiba-tiba saja sudah pulang tanpa mengabari Reval dan mungkin memang benar kondisi Anggika baik-baik saja. Makanya Dokter sudah memberi izin Reval sudah pulang.


**********


Setelah dari rumah sakit Reval langsung menuju rumahnya untuk menemui Sahila dan sangat cepat sampai rumahnya. Karena Reval memang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi dan makanya sangat cepat sampai di kediamannya.


Begitu sampai Reval buru-buru keluar dari dalam mobil dan berlari memasuki rumahnya.


"Mama! mama!" panggil Reval yang sudah menuruni anak tangga lagi.


"Kemana mama? mama tidak ada di rumah. Dia tidak pulang sama sekali. Jika tidak pulang kerumah ini. Lalu mama pulang kemana?" Reval bertanya-tanya dengan semakin panik yang tidak menemukan sang mama yang tiba-tiba keluar dari rumah sakit dan tidak ada di rumahnya.


"Ya Allah jangan sampai terjadi sesuatu pada mama, aku mohon ya ya Allah," batin Reval yang begitu mencemaskan sang ibu. Walau bukan ibu kandungnya dan mungkin banyak kesalahan. Tetapi Reval lebih menganggap Sahila ibunya ketimbang Erina yang tidak pernah mau mengakui kesalahannya.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Di tengah kepanikan tiba-tiba ponsel Reval berdering dan Reval langsung mengeluarkan dari sakunya.


"Citra!" lirih Reval yang heran dengan Citra yang menelponnya dan Reval langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Hallo Citra!" sapa Reval yang sudah mengangkat panggilan itu.


"Apah!" pekik Reval yang pastinya begitu terkejut dan tidak tau apa yang membuatnya begitu terkejut yang tiba-tiba di telpon Citra.


"Baiklah kalau begitu! aku akan segera kesana," sahut Reval yang tidak tau apa yang di bicarakan Citra. Namun Reval langsung buru-buru keluar dari tersebut yang begitu tergesa-gesa.


**********


Mobil Reval berhenti di depan gedung Apartemen dan Reval langsung buru-buru keluar dari dalam mobil tersebut yang memasuki gedung Apartemen tersebut. Reval memasuki lift yang menuju salah satu Apartemen tersebut dan Reval langsung menekan tombol lift yang ingin di kunjunginya.


Tidak lama lift terbuka dan Reval langsung keluar dari dalam lift menuju salah satu kamar Apartemen dan tiba di kamar yang ingin di kunjunginya. Dengan wajahnya yang penuh dengan rasa khawatir Reval langsung menekan bel. 2 kali menekan bel pintu pun langsung di buka.


"Citra!" lirih Reval.


"Ayo masuk!" ajak Citra dengan lembut.


Reval menganggukan kepalanya dan langsung memasuki rumah Apartemen tersebut yang ternyata itu Apartemen Sean yang dulu Sean dan Reya pernah tinggal di sana. Citra membawa Reval ke salah satu kamar dan membuka pintu kamar dan melihat di atas tempat tidur yang mana ternyata Erina ada di sana yang tertidur sekarang.


"Aku tidak sengaja menemukan Tante Sahila tertidur di pinggir jalan tadi malam saat hujan turun, makanya aku membawanya kemari dan lagian dia juga terlihat sangat lelah makanya membawanya kemari dan aku ingin menelponmu tadi malam. Tetapi aku undurkan dan baru mengabarimu hari ini," jelas Citra yang ternyata dia yang menemukan Sahila.


"Apa yang terjadi pada mama?" tanya Reval.


"Aku juga tidak tau Reval. Aku melihat Tante Sahila sepertinya kebingungan dan aku juga tidak tau tujuannya kemana. Karena Tante Sahila seperti kebingungan dan mencari-cari sesuatu dan dia juga berbicara yang ingin meminta maaf pada mu dan sepertinya sangat takut. Jika kamu tidak lagi memperdulikannya," jelas Citra berdasarkan apa yang di dengarnya.


Reval menghela napasnya yang seolah sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada sang mama, "aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba mama yang keluar dari rumah sakit jiwa. Aku juga kaget dan tidak tau apa yang terjadi padanya," ucap Reval dengan suara beratnya.


"Iya Reval. Aku juga kaget dan aku juga tidak mau membawa Tante Sahila ke rumah sakit jiwa dan memilih membawanya kemari," sahut Citra.


"Makasih Citra kamu sudah membantu mama," ucap Reval yang sekarang merasa begitu lega.


"Sama-sama," sahut Citra.

__ADS_1


Bersambung.


.


__ADS_2