Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 242


__ADS_3

"Sial!" umpat Erina yang panik dengan terdengarnya suara sirene Polisi yang membuatnya ketakutan dan langsung mendorong tangan Citra dan Reya dengan kaki yang satunya yang membuat Citra dan Reya melepaskan tangan itu karena sudah terluka dan Erina langsung berdiri yang berusaha untuk kabur.


Bukan Reya dan Citra namanya yang langsung menyerah begitu saja. Reya dan Citra pun dengan cepat berdiri dan mengejar Erina yang kembali mereka dapatkan sehingga terjadi saling tarik dan Erina yang berusaha untuk melepaskanku diri.


Erina yang semakin panik. Apa lagi sudah melihat mobil Polisi langsung menendang perut Reya yang membuat Reya kembali terjatuh dengan kesakitan.


"Reya!" teriak Citra dan Erina pun melakukan yang sama pada Citra yang menendang perut Citra.


"Auhhhh!" keluh Citra kesaktian.


"Rasakan kalian berdua!" umpat Erina yang langsing berdiri.


"Mah!" panggil Reya dengan menahan sakit.


"Reya Citra!" sahut Sean yang baru datang bersama Reval dan juga polisi yang langsung mengejar Erina. Bahkan suara tembakan terdengar yang mungkin ancaman untuk Erina agar tidak lari dan menyerahkan diri.


"Reya kamu tidak apa-apa?" tanya Sean yang panik dengan kondisi Reya yang kesakitan bahkan sampai keringat dingin.


"Citra! kamu tidak apa-apa?" tanya Reval yang juga ikutan panik dengan kondisi Citra.


"Sakit kak!" keluh Reya yang kesakitan pada perutnya.


Sean yang semakin panik yang tiba-tiba melihat ada noda darah di paha Reya yang membuat Sean terkejut.


"Reya kamu, Reya!" Sean begitu paniknya dengan memegang ke-2 pipi istrinya yang penuh keringat dan Reya yang begitu lemas dengan napasnya yang naik turun akhirnya memejamkan matanya yang pingsan yang mungkin tidak tahan dengan kondisi perutnya yang sakit.

__ADS_1


"Reya!" teriak Sean yang semakin khawatir pada istrinya, "Reya bangun! Reya! Reya!" Sean hanya berusaha untuk membangunkan Reya.


"Darah!" lirih Citra tiba-tiba yang melihat darah mengalir di pahanya dan itu di saksikan sendiri oleh Reval yang membuat Reval benar-benar terkejut melihat noda darah itu.


"Citra apa yang terjadi?" tanya Reval.


Citra menggeleng-gelengkan kepalanya dengan penuh kecemasan, "aku tidak tau apa, sakit! sakit!" jawan Citra dengan penuh kepanikan.


"Citra kamu harus bertahan, kita kerumah sakit. Sean ayo bawa Reya kerumah sakit!" ucap Reval yang berusaha untuk tenang.


Reya yang dengan matanya yang berkaca-kaca dengan rasa panik pada istrinya yang tidak tau apa yang akan terjadi mengangguk dan langsung menggendong Rey ala bridal style membawanya buru-buru memasuki mobil.


Begitu juga dengan Reval yang langsung bertindak sebelum terjadi sesuatu pada Citra yang langsung membawa Citra kedalam mobil.


Kantor Polisi.


Usaha Citra dan Reya tidak sia-sia sama sekali. Reya dan Citra yang berusaha menangkap Erina akhirnya berhasil di tangkap Polisi dan walaupun Erina sempat kabur. Namun lokasi tersebut yang sudah di kepung Polisi membuat Erina tidak bisa lari kemana-mana dan akhirnya tertangkap yang sekarang berada di dalam penjara dengan luka di bagian kakinya yang mungkin polisi melakukan tembakan karena Erina yang berusaha untuk kabur.


"Sial! kenapa aku bisa tertangkap!" batin Erina yang sekarang tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah berada di dalam jeruji besi dengan memakai pakaian khas penjara.


Untuk kasusnya belum di proses dan yang penting Erina sudah tertangkap dan belum ada yang menemuinya.


********


Rumah sakit.

__ADS_1


Meski Erina tertangkap karena Reya dan Citra. Namun ada pengorbanan yang ternyata untuk membuat Erina berada di penjara. Apa yang di lakukan Erina pada Reya dan Citra membuat kandungan ke-2nya tidak dapat di selamatkan.


Baik Citra maupun Reya. Dan Citra sudah mendengar kabar itu dan hanya diam dengan kesedihannya mendalam yang berusaha untuk tabah. Namun butuh waktu untuk sendiri duku. Makanya Citra hanya sendirian berada di dalam ruang perawatan yang berbaring miring membelakangi pintu kamar ruang perawatan tersebut.


Sementara untuk Reya yang ternyata kondisinya begitu parah. Raya sejak di bawa kerumah sakit belum sadarkan diri sama sekali. Dia masih di rawat dengan selang pernapasan di hidungnya dan juga impus di tangannya.


Sementara Sean suaminya berdiri di depan pintu yang hanya melihat istrinya dari kejauhan dengan wajah Sean yang sangat sedih. Bagaimana tidak dia kehilangan anaknya bersama dengan Reya dan sebelumnya Reya pernah mengalami insiden itu dan itu juga karena kelalaian dirinya dan saat itu kandungan Reya masih bisa di selamatkan. Namun sekarang tidak bisa lagi dan dia pasti merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada istrinya dan menyalahkan dirinya sepenuhnya dengan keadaan sang istri.


"Maafkan aku Reya, aku tidak bisa menjagamu sampai kamu harus kehilangan anak kita. Aku benar-benar bukan suami yang baik membiarkan mu menghadapi semua ini. Maafkan aku Reya," ucap Sean dengan air matanya yang keluar yang benar-benar tidak percaya dengan semua yang terjadi dan istrinya sampai detik ini tidak bangun sama sekali.


"Sean!" tegur Anggika mengusap pundak Sean dengan kelembutan yang pasti untuk menenangkan Sean.


"Semua ini terjadi karena aku. Aku tidak tau bagaimana kalau nanti Reya bangun dan tau apa yang terjadi padanya. Aku tidak membayangkan bagaimana sedihnya dia saat tau jika anak kami sudah tidak ada," ucap Sean yang tidak sanggup melihat kesedihan Reya.


"Mama mengerti dengan apa yang kamu pikirkan, mama paham dengan apa yang kamu rasakan. Kamu dan Reya sudah sama-sama sangat berjuang untuk menyelamatkan bayi kalian. Namun ini adalah takdir dan ujian yang sangat berat. Namun harus kamu terima dan kamu harus menjadikan pelajaran yang berharga," ucap Anggika yang hanya berusaha memberikan Sean arahan agar kuat.


"Aku tidak tau mah apa yang harus aku lakukan. Aku tidak sanggup melihat kehancuran Reya mah, aku takut mah, Reya tidak bisa menerima semua ini," ucap Sean dengan ketakutannya yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Mama tau kamu sangat takut. Tetapi percayalah pada mama. Reya itu anak yang kuat dan dia akan berusaha untuk menerima semua ini," ucap Anggika yang hanya meyakinkan Sean.


Untuk lebih menenagkan Sean yang begitu kehilangan bayinya dan juga penuh pikiran pada istrinya. Anggika hanya bisa memeluk Sean dengan erat.


"Kamu sama Reya adalah orang-orang yang sangat kuat. Mama yakin kalian berdua bisa menghadapi semua ini dan kalian berdua akan menghadapi semua ini bersama-sama dan apa yang di lakukan Reya tidak pernah sia-sia percaya pada mama Allah pasti akan mengganti dengan yang lebih baik lagi," ucap Anggika dengan bijak memberikan arahan pada Sean.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2