
Reya sekarang sudah mulai tenang dan sudah beristirahat juga. Sean menarik selimut sampai dada istrinya dan mencium lembut kening Reya.
"Kamu istirahatlah sayang, kamu tidak boleh banyak pikiran sayang, kamu harus baik-baik ya sayang, jangan memikirkan apa-apa. Nanti terjadi sesuatu pada bayi kita. Aku akan menyelesaikan semua masalah ini kamu jangan khawatir," ucap Sean dengan lembut dalam tidurnya sang istri yang mana terlihat dari wajah istrinya terlihat sangat lelah, sangat rapuh dan mata itu pun terlihat sembab yang hanya terus menangis.
Hati siapa yang tidak sakit dengan luka yang di berikan sang mama. Lama tidak bertemu dan sekali bertemu ini yang di dapatkan Reya. Jadi sangat wajar jika Reya mengalami hal yang paling berat ini.
Setelah memastikan sang istri beristirahat. Sean pun akhirnya keluar dari kamar perawatan Reya dan di sana ternyata ada Citra yang menunggu.
"Bagaimana Reya?" tanya Citra pasti sangat khawatir dengan Reya.
"Dia sudah istirahat, kakak berharap dia akan baik-baik saja," jawab Sean.
"Syukurlah kalau begitu. Kasihan sekali Reya. Dia harus mengalami masalah ini saat kehamilannya," ucap Citra yang menaruh simpatik besar pada Reya.
"Kamu juga kasihan Citra. Kamu juga hamil dan masalah yang kamu hadapi sangat berat," sahut Sean.
"Selagi Kakak di sampingku. Citra tidak akan apa-apa kak. Citra akan baik-baik aja dan pasti kuat dan bisa menghadapi semua masalah ini," ucap Citra dengan yakin.
"Kakak pasti akan terus ada di samping kamu dan juga Reya. Kalian berdua wanita yang paling kakak cintai dan melakukan apa saja untuk kalian," ucap Sean.
"Iya kak. Citra tau itu," sahut Citra.
"Oh iya sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Tante Erina sangat khawatir pada Reval dan apa dia yang bertanggung jawab atas Reval? Apa dia juga tau apa yang terjadi dan jangan-jangan dia juga bekerja sama dengan Tante Erina?" tanya Sean yang sebenarnya Sean tidak tau apa-apa mengenai Reval dan Erina.
Dia yang mencari istrinya dan tiba-tiba melihat sang istri yang hampir jatuh dan Sean hanya mendengar hal yang tidak di mengertinya dari pertengkaran istrinya dan orangtuanya.
"Sebenarnya kak Reval. Citra yang memulai semua ini dan pasti karena Citra Reya mengalami hal barusan," ucap Citra membuat dahi Sean mengkerut.
"Maksud kamu?" tanya Sean.
__ADS_1
"Citra melihat Tante Erina bicara dengan Dokter yang menangani Reval dan Citra mendengar Tante Erina mendonorkan darahnya pada Reval dan terlihat sangat khawatir pada Reval dan Citra langsung mengambil kesimpulan. Jika sebenarnya apa yang telah terjadi adalah perbuatan Tante Erina yang bekerja sama dengan Reval dan Citra tidak sabaran. Pikiran Citra mumet dan menuduh Reya jika Reya tau semauanya. Karena Reya bersahabat dengan Reval,"
"Tapi ternyata Reya tidak tau apa-apa sebenarnya dan pasti karena mendengar perkataan Citra mengenai yang di lakukan Tante Erina pada Reval. Reya benar-benar ingin tau dan langsung menanyakannya. Jadi semua masalahnya di awali karena kecurigaan Citra pada Reya," jelas Citra yang mengakui jika apa yang terjadi ada kesalahannya.
"Tunggu dulu. Kamu bilang Erina mendonorkan darahnya pada Reval?" tanya Sean yang kelihatan sangat terkejut.
"Iya kak," jawab Citra, "aku tidak tau kenapa. Tetapi Tante Erina sangat peduli pada Reval dan bahkan kakak dengar sendiri. Dia tidak terima dengan kondisi Reval yang seperti itu dan bahkan mengancam kak Sean," ucap Citra dengan wajahnya yang penuh dengan kebingungan.
"Kamu sendiri berpikir apa?" tanya Sean.
"Mungkin saja Reval dan Tante Erina bekerja sama untuk kehancuran keluarga kita. Karena jelas Reval pelakunya dan Tante Erina yang mengadukan pada papa dan karena Reval celaka jadi Tante Erina harus menyelamatkannya atau pemikiran yang kedua banyak kemungkinan Reval ada hubungan lebih dengan Tante Erina," jawab Citra yang berdasarkan dengan apa yang di pikirkannya saja.
"Apa kamu memikirkan apa yang di pikirkan Reya?" tanya Sean.
"Aku hanya menyimpulkan namun tidak ada bukti. Karena menurutku sangat keterlaluan rasa khawatir Tante Erina di bandingkan kepada Reya," jawab Citra yang hanya menurut pendapatnya.
"Kita akan cari tau apa yang terjadi sebenarnya," ucap Sean yang harus bertindak.
"Kamu jangan terlalu banyak berpikir yang berat-berat. Masalah ini tidak mudah. Jadi serahkan saja pada kakak. Kanu juga sedang hamil nanti bayi kamu kenapa-kenapa," ucap Reval yang tidak ingin Citra sampai kenapa-kenapa.
"Iya kak Sean aku sangat paham dengan apa yang kakak khawatirkan. Tetapi apa yang terjadi tidak mungkin di tangani sendiri. Jadi selagi masih bisa Citra membantu maka Citra akan bantu," ucap Citra.
"Baiklah. Ya sudah kamu sebaiknya pulang terlebih dahulu. Kakak masih menjaga Reya di sini," ucap Sean yang tidak mungkin meninggalkan istrinya.
"Citra malam ini mau kerumah sebentar kak. Citra mau melihat kondisi mama," ucap Citra yang juga harus melihat mamanya. Karena semenjak kejadian itu. Citra tidak tau apa yang terjadi pada mamanya dan bagaimana mamanya. Walau mamanya salah. Tetapi sebagai anak Citra juga harus melihat mamanya.
"Baiklah kalau begitu," sahut Sean yang tidak mungkin melarang adiknya.
"Ya sudah kak Sean kalau begitu Citra pamit dulu," ucap Citra yang langsung pamit.
__ADS_1
***********
Citra benar-benar mendatangi kediaman orangtuanya. Di mana sudah tidak tau sudah berapa lama dia tidak ada di sana dan setelah masalah yang terjadi Citra memutuskan untuk melihat keadaan sang ibu.
Citta langsung memasuki rumah dengan keyakinan dan helaan napasnya yang panjang.
"Non Citra!" sapa bibi yang bekerja di rumah itu.
"Bibi," sahut Citra dengan ramah.
"Non Citra sudah lama tidak pulang. Nona apa kabar?" tanya bibi.
"Baik-baik aja kok bi," sahut Citra, "oh iya Bi mama di mana ya?" tanya Citra.
"Nyonya lagi keluar non," jawab bibi.
"Kemana?" tanya Citra.
"Tidak tau non, Nona dari kemarin tidak pulang. Bahkan setelah memberantaki kamar dan marah-marah dengan histeris Nyonya langsung pergi dan sampai sekarang belum kembali," jawab bibi dengan wajah lesunya.
"Lalu papa di mana?" tanya Citra yang juga tidak tau di mana papanya.
"Tuan biasanya pulang dan ini belum pulang," jawab bibi.
"Apa papa tidak mencari mama?" tanya Citra.
"Masalah itu bibi kurang tau non. Soalnya kemarin tuan dan nyonya bertengkar hebat," jawab bibi.
Citra yang mendengarnya pasti ikut sedih dengan keadaan keluarganya yang benar-benar hancur.
__ADS_1
"Dosa apa yang kami lakukan ya Allah. Kenapa keluarga kami seperti mendapat kutukan seperti ini," batin Citra dengan kesedihan di wajahnya.
Bersambung