
"Sudahlah mah, jangan membahas itu lagi," sahut Citra yang sudah tidak mood jika harus membahas Reval.
"Dan karena itu kamu juga dan Reval mengakhiri hubungan kalian?" tebak Anggika.
"Itu pasti salah satunya. Karena tidak mungkin orang yang sedarah punya hubungan seperti itu. Jadi itu juga alasan yang tepat dan aku tau mama dan papa atau siapapun tidak akan setuju dengan hal itu," ucap Citra dengan santai.
"Tapi kalian berdua juga bukan saudara Citra. Apa kejadian Sean dan Reya kembali terjadi. Da mana keduanya tersiksa dengan hubungan mereka. Karena status yang sama sekali tidak benar. Bahkan Sean dan Reya bukan sama-sama anak Argantara dan ini terjadi pada Citra yang Citra juga bukan darah daging Argantara dan dia dan Reval pasti sangat tersiksa dengan aturan status tersebut makanya sampai hubungan mereka tidak bisa bersama," batin Anggika yang merasa bersalah karena belum memberitahu Citra apa yang terjadi sebenarnya.
"Mah kita makan. Mama jangan jadi melamun," tegur Citra yang melihat mamanya melamun.
"Mama hanya kaget saja dengan semua kenyataan lagi dan Reya kamu juga pasti kaget bukan," ucap Anggika.
"Iya Tante. Tetapi tidak apa-apa itu bukan hal yang sulit. Paling tidak semua pertanyaan Reya selama ini, kenapa mama bersikap seperti itu pada Reya akhirnya terjawab dengan kenyataan itu dan itu justru membuat lega dan tidak menjadi masalah untuk Reya," ucap Reya dengan tersenyum yang masih sangat berusaha untuk tegar.
"Semoga kamu bisa menghadapi semuanya," ucap Anggika.
"Makasih Tante, sekarang Tante banyak bicara pada Reya dan tidak seperti dulu lagi. Makasih ya Tante," ucap Reya.
"Tidak perlu berterima kasih," sahut Anggika yang mana mereka semua tersenyum dan kembali melanjutkan makan, semuanya terlihat lebih teduh dan tenang yang sama sekali tidak ada masalah apa-apa.
*********
Reya dan Sean berada di dalam mobil yang mana Sean sedang menyetir dan Reya berada di sampingnya.
"Apa ada kabar mengenai mama?" tanya Reya
"Tidak Reya. Polisi sudah membuktikan jika Tante Erina yang melakukan itu pada papa. Dan polisi sedang mencari Tante Erina yang sedang kabur," ucap Sean.
__ADS_1
"Mama melarikan diri!" pekik Reya.
"Iya. polisi menemukan tempat persembunyiannya dan tempat itu sudah kosong dan tidak tau di mana Tante Erina berada," jawab Sean membuat Reya membuang napasnya perlahan kedepan.
"Kenapa mama tega sekali melakukan itu pada papa dan dia juga melarikan diri," ucap Reya.
"Dugaan Polisi sepertinya mereka itu sedang cekcok besar dan terjadi saling serang dan ya polisi akan terus Menyelidikinya dan pasti akan menemukan Tante Erina untuk segera di proses dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan hukuman yang seharusnya di dapatkannya," ucap Sean.
"Aku berdoa semoga saja mama cepat-cepat di temukan," ucap Reya.
"Semua orang juga berharap seperti itu dan semoga papa juga baik-baik saja," ucap Sean.
" iya," sahut Reya.
"Lalu kamu bagaimana. Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Sean dengan melihat kearah istrinya.
"Maksudnya?" tanya Reya.
"Aku tidak apa-apa, yang penting semua masalah selesai dan mama bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Karena masalah ini sudah begitu banyak. Dan aku hanya ingin semua selesai," ucap Reya.
"Aku tau kamu akan menjawab seperti ini. Kamu istriku yang bijak dan sangat kuat. Jadi semua ini tidak akan menjadi masalah besar untuk kamu," ucap Sean tersenyum dengan menggenggam tangan Reya dan mencium punggung tangan itu dan meletakkan di atas pahanya. Raya tersenyum dengan menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya.
"Kamu tau tidak. Jika sebenarnya aku hari ini sangat bahagia," ucap Reya.
"Oh iya. Karena apa?" tanya Sean yang penasaran.
"Tadi saat kamu ke kantor Polisi. Tante Anggika membelikan ku makanan," jawab Reya yang sepertinya sangat bahagia dengan hal simple itu.
__ADS_1
"Makanan apa itu, kenapa kamu sebahagia itu?" tanya Sean.
"Soup buntut yang sama dengan Citra dan dia juga banyak berbicara padaku dan dia juga memberiku semangat, aku sangat bahagia, dia seperti memperhatikanku," ucap Reya mengangkat kepalanya melihat Sean.
"Sungguh mama melakukan itu?" tanya Sean dengan tersenyum.
"Iya. Tapi aku tidak mau kegeeran ah, nanti itu hanya kebetulan lagi. Tetapi paling tidak aku happy," ucap Reya dengan raut wajahnya yang menunjukkan kecerian yang membuat Sean tersenyum dan mencium kening Reya.
"Reya mama akan menerima kamu lama kelamaan. Karena tidak ada alasan mama untuk tidak menerima, menantu, secantik dana sebaik ini," ucap Sean yang memuji istrinya.
"Jika mama benar-benar menerimaku. Apa itu artinya. Mama akan memperlakukan ku seperti Citra nantinya, dia akan memperhatikanku?" tanya Reya.
"Pasti. Karena kamu istriku," sahut Sean.
"Kalau begitu aku tidak sabar menunggu hal itu dan merasakan apa yang kamu dan Citra rasakan. Bagaimana rasanya di sayangi seorang ibu dan padahal tadi saja dengan sesimple itu, rasanya sangat luar biasa. Lalu bagaimana jika lebih dan lebih banyak lagi. Mungkin aku akan menjadi orang yang paling bahagia," ucap Reya dengan matanya yang berkaca-kaca.
Sean pasti sangat mengerti dengan Reya. Karena Reya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
"Kamu pasti akan mendapatkannya. Mama akan menyayangi kamu seperti menyayangi aku dan juga Citra," ucap Sean meyakinkan.
"Aku yakin itu. Karena Tante Anggika orang yang sangat, baik, tulus dan juga ibu yang kuat, hebat dan sangat sabar, seandainya mama tidak pernah masuk kedalam kehidupan kalian. Pasti kamu, Citra, papa dan Tante Anggika akan hidup bahagia," ucap Reya.
"Jika Tante Erina tidak pernah masuk kedalam kehidupan papa. Kita tidak akan bertemu Reya dan semuanya sudah di atur dan jualannya seperti ini, tidak mulus, sangat terombang-ambing, penuh air mata, luka yang banyak. Namun pasti akan ada kebahagiaan," sahut Sean dengan bijak berkata-kata. Reya menganggukan kepalanya dan memeluk Sean dengan erat Sean yang sembari menyetir mencium pucuk kepala Reya.
"Aku tidak pernah menyesal dengan keadaan yang aku dapatkan. Karena seperti apa yang kamu katakan. Ini semua takdir dan takdir itu mempertemukan kita berdua dan aku sangat bahagia," ucap Reya.
"Aku juga sangat bahagia Reya. Dengan mengenalmu dan mencintaimu adalah kebahagiaan yang aku dapatkan dan tidak bisa aku gambarkan dengan apa-apa," ucap Sean.
__ADS_1
Reya menganggukkan kepalanya dan meneteskan air matanya di pelukan suaminya. Dia hanya berharap masalah benar-benar akan selesai dan dia juga berharap banyak dari Anggika yang benar-benar akan menerimanya sebagai menantinya.
Bersambung