Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 283


__ADS_3

Citra dan Reval cukup lama untuk jalan-jalannya. Mereka bahkan tadi menyempatkan makan malam dan baru pulang malam ini di mana mereka masih ada di jalan dengan Reval yang menyetir.


"Sean tidak akan marah kan. Jika kamu masih bersamaku?" tanya Reval.


"Tadi sudah pamit kok sama kak Reya juga tadi sebelumnya sudah minta izin," jawab Reya.


"Berarti tidak ada masalahkan?" tanya Reval.


"Tidak ada santai saja," sahut Citra, "oh iya Tante Sahila bagaimana. Aku sudah lama tidak dengar kabarnya. Tante Sahila juga tidak di apartemen lagi. Apa dia baik-baik aja?" tanya Citra.


"Baik-baik aja kok," jawan Reval, "mama juga sering nanyain kamu. Dia sangat berharap kamu datang menemuinya," ucap Reval.


"Pasti aku akan menyempatkan diri untuk datang. Nanti ya aku cari waktu yang tepat dulu. Soalnya belakangan ini kan lagi sibuk-sibuknya, namanya juga baru memulai untuk kuliah," ucap Citra.


"Mama pasti senang lihat kamu datang," ucap Reval menoleh kearah Citra dan Citra mengangguk dengan tersenyum.


Namun tiba-tiba mobil mereka berhenti tiba-tiba.


"Ada apa Reval?" tanya Citra.


"Nggak tau. Kayaknya bannya kempes deh," ucap Reval yang menduga-duga.


"Masa sih," sahut Citra.


"Biar aku lihat dulu," ucap Reval yang langsung keluar dari mobil untuk melihat tentang apa yang terjadi pada mobilnya.


"Aduh, bannya kempes lagi," ucap Reval dengan menggaruk kepalanya. Karena bannya mobil bagian belakang kempes.


"Di mana lagi bengkel di sini, sudah tau ban cadangan nggak ada lagi," gumam Reval yang steres sendiri.


"Reval ada apa?" tanya Citra yang menghampiri Reval karena Reval tak kunjung memberi kabar apa yang terjadi.


"Bannya kempes Citra," kawan Reval.


"Lalu bagaimana?" tanya Citra.


"Aku tidak punya ban cadangan. Aku telpon bengkel. Kamu masuk aja," ucap Reval.


"Oh ya sudah," sahut Citra yang akhirnya masuk kembali ke dalam mobil dan Reval pun langsung menghubungi bengkel untuk membantu mobilnya.

__ADS_1


bruk.


Reval memasuki mobil setelah selesai menghubungi bengkel.


"Jangan khawatir mereka akan datang sebentar lagi. Tidak apa-apa kan kita menunggu sebentar?" tanya Reval.


"Iya tidak apa-apa," jawab Citra.


"Aku ceroboh sih, seharusnya dan biasanya aku selalu membawa Van cadangan. Semalam aja sok-sokan di lepas dan rencana mau pasang tadi. Tapi buru-buru kekampus eh ternyata hal sial malah datang," ucap Reval geleng-geleng yang tidak menyangkal hal itu terjadi padanya.


"Ya namanya juga musibah tidak ada yang tau," sahut Citra.


"Tapi kamu pasti jadi tidak nyaman," ucap Reval yang merasa tidak enak.


"Santai aja Reval. Aku baik-baik aja kok. Kita tunggu aja. Lagian juga tidak lama kan," ucap Reval. Reval menganggukkan kepalanya.


**********


Mereka berdua masih menunggu di dalam mobil yang pihak bengkel yang kunjung tidak datang juga.


"Lama juga ya mereka datang," ucap Reval yang tampak gelisah.


"Oh iya Citra kamu sudah kabari Reya atau Sean tentang kamu yang lagi ada di jalan..


Nanti mereka khawatir kamu tidak pulang-pulang," ucap Reval.


"Iya aku lagi menghubungi papa kok," sahut Citra yang sedang menelpon papanya dan memang ingin menghubungi papanya sebelum Reval mengatakannya.


"Hallo pah," sapa Citra yang sedang menelpon papanya.


"Iya Citra ada apa?" tanya Argantara.


"Citra belum balik ya pah. Soalnya Citra masih ada di jalan sama kak Reval mobil kak Reval lagi kempes ban. Pihak bengkel lagi menuju lemari," ucap Citra


"Apa perlu papa suruh supir untuk jemput?" tanya Argantara.


"Nggak usah pah, sebentar lagi pihak bengkel akan datang kok pah dan Citra dan kak Sean akan secepatnya kembali," jawab Citra.


"Ya sudah kalau begitu. Kamu hati-hati ya dan kalau ada apa-apa nanti kami telpon aja papa," ucap Argantara.

__ADS_1


"Iya pah," sahut Citra.


"Oh iya Citra salam sama Reval ya dan suruh Reval untuk sering mampir kerumah ya," ucap Argantara.


"Baiklah pah. Nanti Citra sampaikan," jawab Citra dan Citra pun langsung menutup telpon tersebut dan melihat ke arah Reval.


"Sudah kabari Om Argantara?" tanya Reval.


"Sudah. Oh iya Reval papa juga sangat berharap kamu sering-sering mengunjungi papa dan bahkan tadi papa juga titip salam sama kamu," ucap Citra.


"Iya," sahut Reval yang terlihat biasa saja menanggapi apa yang di katakan Citra.


" Kak Reval aku tidak tau apa dan kamu sampai kapan. Tetapi apapun itu papa itu papa kandung kamu dan kamu tidak bisa pungkiri itu," ucap Citra yang mengingatkan Reval.


"Iya Citra aku tau. Hanya saja aku tetap butuh waktu untuk semuanya," sahut Reval yang masih saja butuh waktu.


"Sampai kapan kak Reval? kasihan papa jika merasa mempunyai anak kandung. Tetapi anak kandungnya malah belum siap untuk menerimanya," ucap Citra yang serius berbicara pada Reval.


"Kak Reval mengakui papa sebagai papa kandung kakak bukanlah hal yang sulit kan. Oke dulu kak Reval tidak menerima hal itu. Karena masalah hubungan kita yang kak Reval tidak mau kita ada hubungan saudara. Tetapi nyatanya kita bukan saudara dan hanya kak Reval anak satu-satunya papa," ucap Citra.


"Citra kita memang bukan saudaraan kandung dan itu hal yang baik untukku. Tetapi..."


"Tapi apa kak," sahut Citra memotong pembicaraan Reval.


Reval menarik napasnya dan membuangnya perlahan kedepan, "aku ingin bertanya dulu kepada kamu. Bagaimana perasaan kamu saat aku adalah anak kandung dan kamu tidak. Apa kamu lega. Atau kamu justru sedih?" tanya Reval.


"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Citra.


"Aku ingin tau perasaan kamu. Karena aku yakin kamu masih mempunyai perasaan kepadaku dan masa lalu yang terjadi di antara kita berdua, semua yang aku lakukan memang tidak mudah untuk di maafkan dan kamu memutuskan hubungan kita waktu itu. Itu hanya karena status kita yang menjadi saudaraan dan sekarang aku ingin bertanya bagaimana dengan perasaan kamu saat kita bukan saudara kandung?" tanya Reval yang mengalihkan pembicaraan yang lebih intens bertanya perasaan Citra kepadanya.


"Jawab aku Citra," ucap Reval yang sangat menunggu jawaban.


"Jujur aku sangat lega. Meski aku yang korban dan bukan anak kandung papa dan mama. Tetapi aku lega dengan kita yang bukan saudara," jawab Citra yang apa adanya.


"Apa itu artinya kamu ingin memperbaiki hubungan kita?" tanya Reval yang langsung to the point.


"Kenapa jadi membahas hal itu? apa itu berhubungan?" tanya Citra.


"Itu berhubungan Citra. Aku ingin tau apa jawaban kamu," jawab Reval yang sangat menunggu jawaban Citra dengan menatap intens Citra dan Citra juga menatap Reval.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2