Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 115


__ADS_3

Sean mengantar Citra ke kampus seperti biasanya. Yang sekarang mobil itu sudah berhenti di depan kampus.


"Makasih ya kak sudah mengantar Citra!" ucap Citra.


"Sama-sama.Kamu belajar yang benar ya," ucap Sean.


"Iya kak," jawab Citra.


"Hmmm, oh iya Citra," sahut Sean yang membuat Citra tidak jadi keluar dari mobil.


"Iya ada apa kak Sean?"


"Reya titip salam untuk kamu," ucap Sean. Mendengarnya Citra hanya diam saja. Dia tidak tau harus berekspresi seperti apa saat kakaknya menyebutkan nama Reya.


"Kamu tidak mau salam balik padanya?" tanya Sean dengan ke-2 alis yang terangkat.


"Citra masuk dulu. Ada kuliah pagi soalnya," ucap Citra tersenyum kaku dan langsung membuka mobil. Sean memakluminya. Pasti memang belum mudah untuk Citra yang langsung menerima Reya. Semuanya itu butuh waktu yang tidak tau sampai jam berapa waktunya itu.


"Kak Sean jaga Reya saja jangan keluar-keluar dulu nanti takutnya mama akan melihat," ucap Citra sebelum menutup pintu mobil. Yang membuat Sean tersenyum mendengarnya.


"Citra pamit daaaa," sahut Citra dengan melambaikan tangannya yang juga Sean melakukan hal yang sama.


Apa yang di katakan Citra tadi sudah mengartikan. Bahwa Citra mengkhawatirkan Reya yang artinya Citra semakin menerima Reya.


"Kakak bangga sama kamu Citra. Kamu semakin dewasa," batin Sean dengan tersenyum melihat punggung Citra yang berjalan semakin jauh.


"Aku juga harus menemui Reya. Dia sudah mengatakan menyiapkan sarapan untukku," ucap Sean yang juga sangat semangat hari ini. Karena Reya baru mengabarinya. Jika ingin Sean sarapan di rumah. Karena Reya sedang menyiapkan sarapan yang istimewa.


Sementara Citra berjalan di koridor kampus dengan suasana hatinya yang sangat bagus. Terlihat dari wajahnya yang tersenyum lepas yang menggambarkan dirinya memang sangat bahagia.


Citra melihat Reval yang berjalan di depannya. Citra tersenyum dan langsung mempercepat jalannya untuk mengejar Reval.


"Kak Reval!" panggil Citra membuat langkah Reval terhenti dan melihat kebelakang.


"Citra!" sapa Reval dengan tersenyum tipis pada Citra yang sudah berada di sampingnya.


"Kakak sudah sarapan?" tanya Citra dengan kepo.


"Sudah!" jawab Reval.

__ADS_1


"Hmmm, begitu rupanya," sahut Citra yang sekarang sudah mulai bingung harus bicara ala lagi. Basa-basinya sudah selesai.


"Oh iya Citra apa orang tua kamu marah. Karena semalam kamu tidak pulang?" tanya Reval.


"Hmmmm, nggak kok pak. Karena Citra bilang sebelumnya nginap di rumah Rose," jawab Citra.


"Apa itu artinya kamu berbohong?" tanya Reval dengan alisnya yang terangkat.


"Sedikit pak!" sahut Citra yang senyum cengengesan, "karena tidak mungkin kak Citra bilang kalau bersama kakak yang adanya mama akan pikir yang aneh-aneh," lanjut Citra memberikan alasannya kenapa harus berbohong.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kamu dan juga kakak kamu. Apa masalah kalian berdua sudah baik-baik saja?" tanya Reval.


"Tidak tau bagaimana menggambarkan. Apakah baik-baik saja atau tidak. Tetapi Citra coba memahami semuanya dan berharap memang semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah tentang hubungan Citra dan kak Sean," ucap Citra dengan tersenyum pada Sean yang mana apa yang di katakannya sudah menjelaskan jika dia terlihat menerima semuanya.


"Syukurlah kalau begitu saya doakan yang terbaik untuk kamu," sahut Sean.


"Makasih ya kak, sudah banyak membantu saya," sahut Citra Reval hanya mengangguk saja.


"Hmmmm, kak Reval. Kalau sore ini mau tidak makan sama Citra. Ini untuk menebus apa yang terjadi semalam. Bisa di katakan. Bahwa semalam kak Reval yang meneraktir Citra dan Citra sendiri tidak. Jadi Citra ingin meneraktir dengan betul-betul," ucap Citra yang masih aja harus mengajak Reval untuk kencan ke-2 kalinya.


Reval menghentikan langkahnya dan menghadap Citra.


"Citra sa...


"Mau yah kak Reval. Kali ini saja. Please!" ucap Citra dengan suaranya yang manja dan memohon pada Reval.


"Pak Reval. Mau yah!" ucap Citra lagi yang membujuk Reval.


Reval menghela napasnya panjang dan membuatnya perlahan kedepan, "baiklah!" sahut Reval yang akhirnya mengalah yang membuat Citra tersenyum.


"Makasih kak Reval," sahut Citra dengan bahagianya yang memegang lengan Reval dengan spontan.


"Maaf kak!" sahut Citra cengengesan. Yang baru menyadari jika dia terlalu over.


"Saya ada kelas. Saya duluan ya," ucap Reval pamit.


"Baik kak sampai ketemu nanti sore," sahut Citra dengan tersenyum yang mana hari-hari semakin bahagia. Reval juga mengeluarkan senyumnya untuk Citra.


*********

__ADS_1


Sean dan Reya sarapan bersama di rumah di mana Reya tinggal. Reya menyiapkan nasi goreng special yang special untuk Sean.


"Enak tidak?" tanya Reya yang butuh penilaian dari Sean.


"Sangat enak!" jawab Sean dengan melihat ke arah Reya yang duduk di sampingnya. Menatapnya dengan dalam-dalam dan penuh ketulusan.


"Makasih ya. Kamu sudah menyempatkan diri untuk sarapan di sini. Aku benar-benar sangat senang," ucap Reya dengan tersenyum lebar.


"Jika sudah di masakkan seperti ini. Mana mungkin aku tidak datang," sahut Sean yang terus mengunyah makanan itu yang memang rasanya sangat nikmat.


"Kalau begitu makanlah yang banyak," sahut Reya. Sean mengangguk-angguk.


"Oh iya Reya. Kamu tau tidak tadi Citra bilang sama aku. Kalau aku harus menjaga kamu," ucap Sean.


"Oh iya," sahut Reya yang tidak percaya Citra mengatakan hal itu.


"Iya. Dia bilang aku harus menjaga kamu. Aku juga kaget mendengarnya," ucap Sean dengan tersenyum lebar.


"Ya ampun serius," sahut Reya yang tidak percaya sama sekali dengan apa yang di katakan Sean.


"Syukurlah kalau begitu. Aku lega mendengarnya," ucap Reya. Sean tersenyum mengangguk.


"Kandungan kamu sendiri bagaimana. Apa ada masalah!" tanya Sean.


"Tidak ada sama sekali. Justru aku merasa. Bayi di kandungan ku ini jauh lebih baik. Tetapi.....," sahut Reya yang pakai tapi membuat Sean melihat Reya dengan serius.


"Tapi apa?" tanya Sean.


"Sean aku itu pengen jalan-jalan. Boleh tidak kita jalan-jalan nanti sore. Dan aku rasa itu keinginan anak kita," ucap Reya. Mendengarnya Sean mendengus tersenyum.


"Kamu ingin jalan-jalan?" tanya Sean.


"Bukan hanya aku. Tetapi berdua dengan anak kita. Kami ingin jalan-jalan," ucap Reya membenarkan semuanya.


"Baiklah kalau begitu," sahut Sean yang tidak akan menolak permintaan dari Reya, wanita yang sangat di cintainya itu.


"Jadi kita akan jalan-jalan nanti?" tanya Reya butuh kepastian.


"Aku akan menyiapkan pekerjaan ku lebih awal. Setelah itu kita akan jalan-jalan," ucap Sean hal itu membuat Reya tersenyum lebar yang sangat bahagia Sean akan mengajaknya.

__ADS_1


"Aku akan menunggu!" sahut Reya bertambah semangat. Sean mengangguk-angguk dan kembali melanjutkan makannya.


Bersambung.


__ADS_2