Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 87 Regina sungguh bodoh.


__ADS_3

Barra tersenyum mendengarnya yang mana Regina begitu mudahnya terpengaruh dengan kata-katanya.


"Aku tidak bisa membiarkan hal ini. Sebelum Regina bertindak aku harus bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan Citra," batin Barra dengan penuh rencananya yang sangat licik.


"Barra kenapa kamu diam. Apa yang ingin aku lakukan untukmu?" tanya Regina yang benar-benar begitu polosnya.


"Sangat mudah. Kamu lakukan apa yang di suruhnya. Waktu kamu melakukan pada Reya," jawab Barra.


"Maksud kamu. Kita menjebak Citra?" tanya Regina yang bisa menebaknya.


"Benar Regina dengan begitu aku akan menang taruhan dengan teman-temanku. Jadi aku tidak akan malu sama sekali," ucap Barra.


"Tidak Barra. Itu tidak mungkin. Aku bisa mendapat masalah," sahut Regina yang melepas tangannya dari Barra yang tidak mau melakukan hal konyol itu dan dia sangat tau akan mendapatkan banyak resiko.


"Regina kamu dengarkan aku dulu. Semua yang kita lakukan untuk hubungan kita dan lagian ini juga pelajaran untuk Citra. Agar Citra tidak semena-mena kepada orang lain dan orang seperti Citra pantas mendapatkan hal seperti itu," ucap Barra yang berusaha untuk mempengaruhi Regina.


"Tetapi ini kelewatan. Tidak mungkin kita menjebak Citra dan akhirnya di tiduri oleh teman-teman mu. Citra bukan orang sembarangan dan keluarganya juga. Kamu mau mencari masalah," sahut Regina yang tidak mau mengambil resiko.


"Regina," ucap Barra memegang pipi Citra dan sepertinya akan membujuk wanita itu.


"Kamu jangan khawatir. Aku sangat pintar dan rencana kita sangat halus. Minggu depan adalah acara ulang tahun kampus dan itu akan di adakan di salah satu club malam. Citra sendiri pasti akan kesana. Kamu dan Rose pasti bergabung dengannya dan kalian hanya biasa-biasa saja seperti biasanya dan membuat Citra mabuk. Bukankah itu hal biasa karena teman-teman yang lain juga dan setelah itu kita menjalankan rencana kita dan tidak akan ada yang tau. Karena itu juga pasti keinginannya Citra," jelas Barra yang mempengaruhi Regina.


"Regina aku melakukan ini. Karena sangat marah dengan Citra yang sudah memanfatkan mu dan juga marah-marah kepadamu dan aku melakukan ini hanya untuk kamu, untuk hubungan kita. Coba kamu pikirkan. Bukannya kamu mau hubungan kita selalu membaik. Bukannya kamu ingin kalau kamu menjadi satu-satunya," bujuk Barra.


"Tetapi aku takut Barra. Aku takut melakukannya," sahut Regina penuh dengan keraguan.


"Jangan takut. Ada aku dan setelah ini masalah kita akan selesai. Kamu maukan melakukannya?" tanya Barra yang butuh kepastian yang menatap Regina dalam-dalam yang menunggu jawaban Regina.


"Regina ayolah," ucap Barra lagi yang membujuk Regina.


"Baiklah! Tetapi kamu akan terus bersamaku kan dan mendampingi ku," sahut Regina memutusakan setuju dan mengikuti kata-kata Barra.

__ADS_1


Barra tersenyum mendengarnya dan mencium lembut kening Regina.


"Aku pasti bersamamu dan jangan takut. Ini untuk kita ber-2," ucap Barra yang memeluk Regina.


"Sangat mudah membodohi nya. Menyuruhku putus dengan Citra. Dia pikir dia siapa. Bersusah payah mendapatkannya dan sekarang menyuruhku putus. Enak saja. Hmmmm dengan begini aku akan segera menikmati tubuh Citra yang membuatku sangat penasaran. Untuk teman, aku bahkan tidak sudi jika ada yang menyentuh Citra. Hanya aku yang harus memilikinya dan iya setelah aku dan Citra melakukan hubungan itu. Aku yakin Citra tidak akan berani kepada ku lagi dan akan tunduk padaku dan setiap waktu kami akan terus bermain atas ranjang panas dan wanita ini sudah tidak di butuhkan lagi," batin Barra yang begitu jahatnya pada Regina.


Memanfaatkan ke polosan Regina, sehingga Barra berhasil mendapatkan ke sucian Regina. Lalu tidak puas untuk hal itu Barra memanfaatkannya dengan menjebak Citra untuk kepuasan Barra dan dengan membodohi Regina yang mengatakan untuk temannya. Barra benar-benar sangat jahat.


*********


Sean dan Reya sedang makan di luar di salah satu Restaurant. Sangat bosan jika harus makan di Apartemen terus.


"Sean!" tegur Reya.


"Kenapa?" tanya Sean sembari mengunyah makananya.


"Apa Citra dan Barra masih pacaran?" tanya Reya tiba-tiba.


"Issss kamu itu apa-apaan sih masa iya hanya bertanya langsung menyukainya. Lagian selama ini juga aku tidak pernah menyukainya dan Citra hanya salah paham saja," sahut Reya.


"Aku hanya bercanda. Aku tau kamu tidak menyukainya. Tetapi dia mungkin menyukaimu," sahut Sean yang menduga-duga.


"Kamu jangan sok tau," sahut Reya.


"Aku tidak sok tau Reya. Aku bisa melihat dari prilakunya kepadamu dan makanya Citra marah. Karena tau kalau Barra menyukaimu," sahut Sean.


"Tapikan aku tidak dan lagian aku tidak tertarik padanya," sahut Reya.


"Lalu hanya tertarik padaku," sahut Sean menggoda Reya dengan menaikkan satu alisnya.


"Mulai lagi deh," sahut Reya. Sean tersenyum dengan mendengus dan kembali makan.

__ADS_1


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku?" tanya Reya yang ingin tau.


"Mereka masih pacaran," jawab Sean dan Reya terlihat murung membuat Sean heran.


"Memang ada apa?" tanya Sean.


"Aku merasa Barra bukan laki-laki yang baik," ucap Reya dengan lesuhnya.


"Aku juga tau itu Reya. Aku bisa melihat Pria itu seperti apa. Tetapi aku tidak bisa mengontrol Citra atau menyuruh Citra untuk tidak berhubungan dengan Barra. Citra sepertinya sangat mencintainya dan dia tidak pernah mendengarkan kata-kata ku. Kalau sudah berhubungan dengan Barra. Aku hanya beberapa kali mengingatkannya," ucap Sean yang memang sampai detik ini tidak menyetujui hubungan adiknya itu dengan Barra.


"Lalu apa kamu akan membiarkan Citra terus sama Barra?" tanya Reya.


"Aku tidak tau harus melakukan apa. Aku juga takut terlalu mencampuri masalah percintaan Citra yang akhirnya membuatnya tertekan nantinya," sahut Sean.


"Lalu bagaimanakah dengan Regina?" tanya Reya membuat Sean melihat Reya dengan penuh serius.


"Regina! ada apa dengannya?" tanya Sean.


"Ya aku hanya bertanya. Kamu taukan Regina siapa?" tanya Reya.


"Iya Regina adalah sumber masalah dan menjadikan kamu sebagai korban," sahut Sean.


"Dia bukan orang yang naik Sean," ucap Reya.


"Aku mengingatnya Reya dan juga sangat tau sifatnya dan wanita itu juga sangat di bela Citra. Aku juga tidak suka Citra berhubungan dengannya. Apa lagi baru-baru ini Citra mendapat masalah karena Regina," ucap Sean yang membuat Reya kaget.


"Masalah apa?" tanya Reya dengan wajah kagetnya.


"Citra dapat masalah dengan dosennya karena membantu Regina dan aku sudah memperingatkan Citra dia juga tetap membela Regina. Aku juga tidak mengerti dengan Citra yang semakin lama. Aku merasa dia semakin polos dan jujur aku juga sangat khawatir dengannya," ucap Sean yang juga mengkhawatirkan adiknya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2