Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 345


__ADS_3

Mendengar suara teriakan Citra yang sangat kuat membuat Sean berlari ke jendela dan melihat Citra dari atas. Sean di kejutkan dengan Citra yang sedang bersama seorang wanita yang saling menarik bayi mereka.


"Renita!" pekik Sean yang melihat jelas siapa wanita itu. Raya mendengar nama Renita menyusul suaminya dan melihat dengan wajah kagetnya Renita yang berusaha merebut bayinya dari Citra.


"Anakku," ucap Reya yang begitu shock dan langsung berlari keluar kamar untuk melihat kondisi anaknya yang sedang berusaha di tarik Renita dari Citra.


"Hentikan Renita!" sentak Sean dari jendela kamar membuat Renita melihat ke atas dan melihat Sean. Bukannya lari dia malah semakin merebut paksa Devan dari Citra.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Lepaskan!"


"Jangan menyentuh Devan!"


Citra berusaha memegang kuat Devan yang takut di ambil Renita.


"Berikan kepadaku!" tegas Renita.


"Tidak akan, pergi dari sini!" usir Citra dengan mempertahankan bayi itu yang akan tidak di serahkan kepada Renita.


"Sialan!" umpat Renita dengan emosi yang juga tidak menyerah untuk merebut Devan dari tangan Citra.


Renita semakin panik dan bahkan Sean sudah tidak ada di jendela lagi. Renita langsung bertindak yang mendorong Citra sampai Citra terduduk dan dengan cepat Renita mengambil Devan dari tangan Citra.


"Renita apa yang kau lakukan? Berikan bayi itu, kau jangan macam-macam," sentak Citra.


"Ini adalah senjataku dan ini semua karena kalian yang menggangu hidupku jadi terima akibatnya, memang enak," ucap Renita dengan tersenyum sini melihat Citra.


"Renita!" teriak Reval yang tiba-tiba datang dan melihat istrinya yang terduduk. Renita yang panik langsung berlari.


"Renita mau kemana kau? Kembalikan Devan!" teriak Citra.


"Renita!" teriak Reval yang juga langsung berlari menghampiri Citra yang sepertinya kesakitan.


Reval ingin mengejar Renita. Tetapi dia juga tidak mungkin meninggalkan Citra dalam keadaan seperti itu dan langsung menolong Citra.


"Kamu tidak apa-apa Citra?" tanya Reval yang langsung membantu Citra untuk berdiri.


"Aku tidak apa-apa kak Reval, Renita, Renita membawa Devan pergi! Bagaimana ini kak Reval?" ucap Citra dengan panik.


"Di mana Devan?" tanya Reya yang akhirnya keluar rumah menghampiri Citra dan Sean dan Reya tidak melihat ada putranya.


"Kak Reya!" lirih Citra.


"Citra di mana Devan?"

__ADS_1


"Kenapa dia tidak ada bersama kamu? Di mana dia?" tanya Reya dengan panik.


"Sayang!" sahut Sean yang juga akhirnya tiba di bawah.


"Sayang anak kita, anak kita tidak ada," ucap Reya dengan penuh kepanikan.


"Citra Devan di mana?" tanya Sean.


"Renita membawanya," jawab Citra yang juga panik bahkan sampai menangis.


"Sial!" umpat Reval.


"Sayang bagaimana ini? Bagaimana anak kita? Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya,"


"Renita membawanya dan pasti mencelakainya. Aku tidak mau sayang anak kita-kita kenapa-kenapa. Sayang bagaimana ini?" Reya terus menangis karena panik dengan Putranya yang di bawa pergi.


"Kamu tenang ya, kamu harus tenang," Sean hanya berusaha untuk menengakan istrinya.


"Sekarang kita kejar Renita. Dia tidak akan jauh dari sini," ucap Sean.


"Aku ambil mobil dulu," sahut Reval yang langsung bertindak yang langsung berlari untuk mengambil mobil.


"Maafkan Citra kak! Citra nggak bisa jaga Devan, maafkan Citra!" ucap Citra yang merasa bersalah. Karena memang semua itu adalah kesalahannya.


"Kamu tidak perlu minta maaf Citra. Ini juga bukan kesalahan kamu," sahut Sean.


Mobil Reval akhirnya datang dan mereka semua dengan buru-buru langsung memasuki mobil tersebut untuk segera menyusul Renita.


"Ayo Reva lebih kencang lagi!" titah Sean.


Reval mengangguk dan menyetir lebih kencang untuk menyusul Renita.


"Aku telpon Polisi dulu!" ucap Citra.


Sean mengangguk dan mencoba untuk menenangkan istrinya kembali yang mana istrinya tidak bisa tenang sejak tadi pasti istrinya panik takut dan lain sebagainya. Ya bagaimana tidak panik. Anaknya di culik wanita yang pernah ingin membunuhnya.


***********


Renita yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan bayinya Reya yang berada di jok belakang di dalam kotak yang terus menangis sejak tadi.


Owe owe owe owe owe owe owe owe owe


"Diamlah! Kau berisik sekali!" teriak Renita yang penuh dengan amarah. Renita juga melihat dari kaca spion yang mobilnya di kejar.


"Sial!" umpat Renita dengan emosi.

__ADS_1


"Kalian pikir bisa bahagia setelah membuatku menderita. Kalian akan melihat apa yang akan aku lakukan. Lihat saja," teriak Renita yang penuh dengan amarah dan Devan terus menangis di belakang.


Sementara mobil yang di kendarai Reval terus melaju dengan kecepatan tinggi.


"Kak Reval itu mobilnya!" tunjuk Citra.


"Iya Citra kamu tenang saja," sahut Reval.


"Ya Allah tolong jaga Devan jangan biarkan Devan kenapa-kenapa di tangan wanita itu. Aku mohon ya Allah," ucap Reya dengan penuh ketakutan terjadi sesuatu pada anaknya.


"Reval belok!" titah Sean yang Reval langsung mengikuti arahan itu yang mengejar mobil Renita yang semakin kencang.


Bahkan polisi juga sudah ikut mengejar mobil itu di mana sebenarnya Renita sudah di kepung di jalan raya. Tetapi Renita masih aja bisa lolos dan bisa mengelakkan orang-orang yang berusaha untuk mengejarnya.


"Reval kamu lebih kencang lagi!" ucap Reya.


"Iya Reya," sahut Reval.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.


Tiba-tiba ponsel Reya berdering dan Reya langsung melihat panggilan itu.


"Renita menelpon," ucap Reya.


"Angkat kak Reya," sahut Citra. Reya langsung menganggukkan kepalanya.


Saat mengangkat panggilan terdengar suara tangisan Devan membuat hati Reya teriris pedih.


"Apa yang kau lakukan Renita kembalikan anakku! Mau kemana kau bawa anakku!" sentak Reya dalam sambungan telpon tersebut.


"Apa katamu mengembalikan anakmu, He Reya apa yang kau pikirkan hah! Kau pikir aku akan memberikannya begitu saja. Itu tidak mungkin," sahut Renita


"Kenapa kau begitu jahat Renita. Jika kau ingin marah kepadaku. Maka marah kepadaku, anakku tidak salah apa-apa Renita jadi jangan kau sakiti dia aku mohon padamu jangan menyentuhnya Renita," ucap Reya dengan nada suaranya yang menekan dan pasti dia sudah menangis.


"Dari pada aku mendengarkan semua kata-katamu yang menyedihkan itu sebaiknya kau suruh semua polisi-polisi yang menyebalkan itu untuk mundur jika tidak jangan salahkan aku jika anakmu akan mati bersamaku," ucap Renita dengan ancaman yang membuat Reya, Sean dan Reval kaget.


"Jangan kau sentuh anakku Renita. Berani kau melakukan itu aku tidak akan mengampunimu," teriak Sean.


"Dari pada kau berteriak tidak jelas. Kau turuti saja apa yang aku inginkan dan aku bisa melakukannya sekarang juga dengan aku menabrakkan mobilku," ancam Renita kembali.


"Aku mohon Renita jangan lakukan itu, aku mohon," ucap Reya yang semakin panik mudah caranya.


"Kau hanya tinggal menuruti perintahku maka semuanya akan selesai," ucap Renita dengan menyungging senyumnya.


Reya, Sean, Reval dan Citra terdiam

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2