Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 314


__ADS_3

Sean dan Reya yang berada di dalam kamar dengan Reya yang duduk di meja rias dan Sean yang sedang membuka kancing lengan kemejanya yang baru pulang dari kantor.


"Bagaimana kegiatan kamu hari ini sayang apa semuanya lancar?" tanya Sean.


"Lancar-lancar aja tanpa ada masalah sedikitpun," jawab Reya dengan tersenyum yang menyisir rambutnya.


"Aku dengar dari Citra. Kalian bertemu Renita di sana?" tanya Sean.


"Iya," jawab Reya.


"Dan aku dengar-dengar ada yang memutuskan hubungan persahabatan ini gara-gara adiknya?" tanya Sean yang ingin memastikan.


Reya menghela napasnya, "Citra menceritakan semuanya?" tanya Reya melihat ke arah suaminya.


"Iya dia menceritakan bagaimana kakaknya sangat membelanya dan mengatakan semua yang sangat kenak sekali di hati," jawab Sean yang sekarang menghampiri istrinya dan duduk di pinggir ranjang menghadap istrinya.


"Huhhhh, Citra benar-benar mulutnya tidak bisa di rem. Padahalkan aku ingin menceritakan hal seru itu kepada kamu. Eh tau-taunya dia sudah cerita terlebih dahulu," ucap Reya.


"Tidak apa-apa sayang kamu ceritakan lagi aja dan aku akan mendengarnya," ucap Sean.


"Sekarang menceritakannya sudah tidak enak. Sudah tidak seru. Karena kamu sudah tau dari Citra," sahut Reya.


"Tetapi kan tidak lengkap," sahut Sean.


"Apapun itu sama saja," sahut Citra.


"Oke-oke baiklah jangan di ceritakan lagi apapun tentang hal itu. Sekarang jadi benar kamu sudah tidak bersahabat lagi dengan Renita?" tanya Sean yang ingin kejelasan.


"Abisnya dia itu menyakiti Citra. Sangat keterlaluan caranya berbicara dan aku mana mungkin tinggal diam. Jadi aku mengatakan saja apa yang harus aku katakan. Aku tidak peduli hatinya sakit apa tidak. Karena dia sudah menyakiti Citra dan lagian apa yang di katakannya pada Citra membuatku juga tersinggung dan sakit hati. Jadi itu salah dia sendiri," ucap Reya dengan wajahnya yang kesal terhadap Renita.


"Ya sudah tidak apa-apa. Apa yang kamu lakukan untuk adik kamu dan hal itu sangat bagus. Aku suka dengan hal itu. Akhirnya istriku bisa tegas. Tidak apa-apa kehilangan sahabat. Lagian jika dia itu sahabat sangat tidak mungkin mengatakan hal seperti itu. Jadi dia itu bukan sahabat dan orang seperti itu memang harus di musnahkan," ucap Sean yang membuat Reya mengangguk.


"Jadi aku tidak salahkan. Jika melakukan hal itu?" tanya Reya.


"Di mana letak kesalahannya. Kamu tidak salah sayang. Aku akan mendukung apapun keputusan kamu dan selagi itu positif dan juga baik," ucap Reya.


"Makasih sayang," sahut Reya.


"Ya sudah sekarang aku mau mandi dulu," ucap Sean.

__ADS_1


"Oke," sahut Reya. Sebelum berdiri Sean mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum dia kekamar mandi dan Reya tersenyum.


"Ya aku lebih baik kehilangan sahabat di bandingkan melihat hati adikku yang sakit," batin Reya yang hari ini jau lebih lega.


**********.


Di sisi lain Reval dan Citra sedang makan malam di luar yang kali ini Reval mengajak Citra untuk makan bersama atau yang sering di katakan sedang Dinner.


Mereka makan di tempat favorite mereka biasa yang kalau Dinner bersama akan menuju tempat itu.


"Sayang aku jadi ingat ini tempat pertama kali saat Kita makan," ucap Citra yang mengingatkan kejadian itu.


"Iya sayang aku juga ingat. Waktu itu kamu meneraktirku makan karena masalah tugas kampus ya waktu itu aku juga lupa bagaimana ceritanya dan kamu mengajakku makan sebagai ucapan terimakasih," sahut Reval yang mengingat jelas hal itu.


"Iya benar sayang dan ternyata kamu yang menentukan tempatnya dan seperti kamu yang mengajak Dinner dan tempat ini menjadi tempat pertama kali kita Dinner," ucap Citra.


"Iya dan syukur-syukur kamu menyukai tempatnya," ucap Reval.


"Bagaimana tidak menyukai tempatnya orang pilihan kamu yang sangat tepat," jawab Citra dengan tersenyum.


"Iya-iya dan sekarang kamu tidak bosan kan kalau kita Dinner di sini?" tanya Reval.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Reval. Citra mengangguk tersenyum.


"Oh iya sayang kamu tadi bertemu dengan Renita ya?" tanya Reval.


"Hmmm," jawab Citra dengan anggukan kepala.


"Dia mengatakan apa sayang?" tanya Reval.


"Kamu sudah tau pasti dari kak Sean," sahut Citra.


Reval meraih tangan istrinya dengan menggenggam erat tangan itu.


"Kamu jangan putus asa dan jangan sakit hati dengan apa yang di katakannya dan lagian kita juga sedang berobat serius untuk kehamilan kamu yang artinya kita tidak akan pernah selesai berjuang," ucap Reval yang menguatkan istrinya.


"Iya sayang, iya. Lagian apa yang harus membuatku sakit hati. Hal itu bukan hal besar dan aku tidak masalah sama sekali. Seperti yang kamu katakan kita itu sedang sama-sama berjuang. Jadi tidak ada hal yang sulit untuk kita," ucap Citra dengan santai.


"Iya sayang rahim kamu pasti akan secepatnya sembuh," ucap Reval.

__ADS_1


"Amin," sahut Citra dengan hati yang luas yang selalu bersabar.


"Lalu Reya bagaimana? Apa benar Reya dan Renita sempat cekcok?" tanya Reval.


"Hmmm, ngomongin kak Reya aku mau tanya dulu sama kamu. Benar tidak kata kak Reya kalau Renita itu dulu pernah suka sama kamu?" tanya Citra.


"Hmmm, ya Reya pernah mengatakan itu dan Renita tidak pernah mengatakan langsung," jawab Reval.


"Lalu bagaimana? Apa kamu ada suka sedikit kepadanya?" tanya Citra.


"Tidak sama sekali," jawab Reval.


"Alasannya?" tanya Citra kepo.


"Aku merasa tidak cocok saja dengannya dan lagian dia juga terlalu banyak bergaul dengan pria. Ya pokoknya banyak hal yang aku tidak bisa bersamanya dan sebaiknya kamu tanya Reya saja," jawab Reval.


"Tetapi tetap bersahabat dengannya," sahut Citra.


"Memang kenapa kalau bersahabat apa yang salah?" tanya Reval.


"Kamu sering berkomunikasi dengannya dan bahkan kak Reya tidak. Itu artinya kamu sangat dekat dengannya sama dengan pertama kali kamu bertemu dengannya cerita panjang lebar dan apa lagi kalau bukan tidak ada perasaan sedikit kepadanya," ucap Citra.


"Itu hanya pemikiran kamu saja. Tetapi buktinya nggak tuh. Aku tidak ada perasaan apa-apa kepadanya dan sampai detik ini dan aku rasa kamu tau itu," ucap Reval.


"Dan apa lagi setelah semakin lama aku semakin tau seperti apa Renita, dari cara dia bicara yang lama-kelamaan tidak memikirkan perasaan orang lain. Jadi aku juga seperti Reya yang tidak mungkin bersahabat dengan orang seperti itu," ucap Reval.


"Iya-iya sayang aku percaya kok sama kamu dan aku juga tau kamu seperti apa. Aku minta maaf ya. Aku pernah berpikiran buruk pada kamu. Tetapi kenyataannya kamu tidak seperti itu aku minta maaf ya," ucap Citra.


"Kita lupakan saja hal itu. Sekarang kita jangan memikirkan Renita lagi. Kita fokus pada kamu dan pernikahan kita," ucap Reval.


"Iya sayang kamu benar," sahut Citra.


"Ya sudah sekarang kita makan lagi yuk," ucap Citra.


"Oke," sahut Citra yang tersenyum lebar.


Reval dan Citra sama-sama menikmati makan malam mereka dengan beberapa obrolan yang ada saja yang mereka bicarakan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2