Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 253


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Erina yang pasti hanya mendapatkan sakit hati dan bukan hasil yang di inginkan Reya. Namun memang saat Reya ingin menemui Erina. Reya tidak berekspetasi terlalu tinggi. Karena dia sudah mengenal siapa mamanya itu. Dan ya itu sesuai dengan harapannya dan memang Erina hanya mengeluarkan kata-kata yang menyakitinya dan tidak tidak bahkan mendapatkanku petunjuk dari apa yang di inginkan Reya.


Tidak mau lama-lama berada di tempat itu membuat Reya akhirnya pergi dari ruangan pengunjung dan menghampiri suaminya yang begitu setia menunggunya. Setelah melihat Reya keluar Sean langsung berdiri dan menghampiri istrinya dengan wajah Sean yang panik.


"Sayang bagaimana?" tanya Sean dengan memegang lengan Reya. Reya menjawab dengan gelengan kepala nya.


"Seperti apa yang aku katakan sebelumnya. Mama tidak akan mengatakan apa-apa dan ya itu sudah sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Karena sekarang mama juga tetap seperti semula tidak ada penyesalan dan kembali mengataiku dan apa yang aku tanyakan tidak ada jawaban sama sekali," ucap Reya.


"Tidak apa-apa. Kamu jangan sedih ya. Jika dia memang tidak ingin memberitahu apa-apa. Kita mencari sendiri. Aku akan terus menemani kamu. Jadi jangan memikirkan apa-apa. Kamu harus semangat. Karena aku yakin usaha tidak akan membohongi hasil," ucap Sean yang terus memberikan semangat untuk istrinya tercinta.


"Iya sayang kamu benar. Makasih ya sayang kamu sudah ada untukku dan aku sekarang bertambah semangat dan tidak akan menyerah sama sekali. Mau mama memberitahu atau tidak dari mana asalku. Aku tidak akan menyerah dan akan bergerak sendiri," ucap Reya dengan semangat yang semakin tinggi.


"Apa kamu punya rencana?" tanya Sean.


"Sayang, kita sebaiknya kerumah lama aku dan mama tinggal dulu. Siapa tau ada petunjuk di sana dan seharunya ada karena aku dan mama sudah lama tinggal di sana," jawab Reya yang dengan cepat mendapatkan ide untuk rencana yang di inginkannya.


"Baiklah sayang. Aku akan menemani kamu, semoga kita memang mendapatkan petunjuk di sana," ucap Sean.


"Iya kamu benar. Ya sudah sekarang kita langsung pergi saja ya," ucap Reya.


"Iya. Tapi kamu benar-benar tidak apa-apa kan?" tanya Sean yang masih khawatir pada istrinya.


"Aku sudah mengatakan tidak apa-apa. Kata-kata mama di dalam sana sudah biasa. So aku baik-baik aja. Jadi kita sebaiknya langsung pergi saja," ucap Reya.


"Ya sudah kalau begitu. Ayo!" ajak Sena dengan merangkul bahu sang istri dan mereka langsung pergi untuk melanjutkan rencana mereka berikutnya.

__ADS_1


Sementara Erina yang sudah kembali ke dalam jeruji besi berdiri dengan dengan memegang jeruji besi.


"Kenapa Reya tiba-tiba ingin mencari ibu kandungnya, untuk apa coba. Anak itu tidak tau berterima kasih sudah sukur aku membesarkannya dan dia malah punya pikiran untuk mencarinya orang tua kandungnya dari pada berpikir untuk membebaskan ku dari tempat ini," batin Erina


"Semuanya sia-sia. Percuma aku membesarkannya. Tidak ada gunanya sama sekali dan Reval juga tidak peduli kepadaku yang jelas dia sudah tau jika aku adalah ibu kandungnya. Tetapi dia tidak ada pedulinya sama sekali dan membiarkan ku tetap di penjara seperti ini. Arggh semua benar-benar sial dan kamu Reya. Kau pikir semudah itu untuk menemukan orang tua mu. Kau itu sudah di takdirkan hidup seperti itu dan harus tetap menjadi orang yang seperti ini," Erina bergerutu sendiri di dalam hatinya yang benar-benar tidak peduli pada Reya dan bahkan berdoa agar Reya tidak bisa bertemu dengan orang tua kandungnya.


**********


Keliatannya mama Reval Sahila begitu betah tinggal di apartemen Citra dan apalagi Citra sangat baik pada Sahila seperti sekarang ini, Citra yang menyuapi Sahila makan di kamar dan sangat tulus menyuapi Sahila.


"Reval tidak datang kemari?" tanya Sahila.


"Tadi katanya mau datang Tante. Mungkin kak Reval lagi di kampus. Karena dia sudah lama tidak di kampus dan pasti banyak pekerjaannya," jawab Citra dengan lembut yang terus menyuapi Sahila.


"Kamu sendiri tidak kekampus?" tanya Sahila.


"Bukannya kuliah kamu mau selesai ya. Tetapi kenapa tidak kekampus saja dan bukannya kalau kamu bolos akan memperlambat wisuda kamu nantinya," ucap Sahila.


"Apa yang Tante katakan memang benar, semua hanya akan memperlambat wisuda saya. Tetapi masalah yang di hadapi tidak memungkinkan untuk fokus belajar. Jadi tidak apa-apa jika harus menunda dulu karena ini juga demi kebaikan saya," jawab Citra dengan lengkungan senyum lirih yang menyatakan jika dia sangat kuat.


"Maafkan Tante Citra," ucap Sahila yang memegang tangan Citra.


"Kenapa minta maaf. Memang Tante salah apa?" tanya Citra.


"Semua ini karena keegoisan Tante yang membuat kamu menjadi korban dan bukan hanya kamu yang menjadi korban tetapi Reval juga dan semua permasalahan di antara kalian berdua. Tante juga sangat jahat pada mama kamu. Perselisihan di masa lalu tidak membuat Tante menerima semua yang di lakukan mama kamu. Tante benar-benar sangat menyesal Citra," ucap Sahila dengan wajahnya yang terlihat sedih yang memang penuh dengan penyesalan.

__ADS_1


"Sudahlah Tante jangan mengungkit masalah itu lagi. Tidak ada gunanya lagi hal itu. semuanya sudah berlalu dan semua sudah mendapatkan hukuman masing-masing. Citra mengalami semua itu. Karena sebelumnya Citra juga banyak melakukan kesalahan terima pada Reya dan Citra menerima takdir Citra. Karena semua itu adalah balasan dari perbuatan Citra dan Allah sedang memberi banyak kesempatan, baik kepada Citra Tante dan yang lainnya. Yang artinya kita bisa memperbaiki kedepannya dan menjadi orang yang lebih baik dan menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran bukan untuk melupakan," ucap Citra dengan bijak dengan kata-katanya.


"Kamu anak yang baik Citra," ucap Sahila yang sangat mengagumi Citra.


"Tante juga sangat baik," sahut Citra yang tersenyum lepas.


"Oh iya Citra. Masalah Reya. Apa Reya baik-baik saja setelah tau dia bukan anak kandung dari Erina?" tanya Sahila.


"Jika di katakan baik-baik saja. Pasti sangat bohong Tante. Dia hanya lega sedikit dan berusaha untuk menerimanya dan aku dengar-dengar Reya akan mencari orang tua kandungnya," jawan Citra.


"Apa Erina akan memberitahu?" tanya Sahila.


"Kalau menurut Reya tidak akan. Tetapi dia hanya mencoba untuk berusaha dan semoga saja ada hasilnya," sahut Citra yang tidak bisa mengatakan banyak hal.


"Kasihan sekali Reya mengalami banyak masalah ini. Hidupnya pasti sangat menderitanya," ucap Sahila.


"Tante benar dan iya Tante sepertinya sangat mengenal Reya. Ya aku tau Reya dan kak Reval bersahabat dekat," ucap Citra.


"Tante lebih mengenal Erina di bandingkan Reya. Tante baru mengenal Reya ketika Reval pernah perkenalannya dan saat itu juga sakit. Jadi tidak terlalu dekat. Namun Erina sejak sebelum menikah Tante sudah mengenalnya. Namun dia bukan teman atau sahabat, saudara atau hubungan apapun. Kami hanya saling mengenal saja," ucap Sahila.


"Kalau begitu pasti Tante sudah tidak kaget dengan semua yang di lakukannya," ucap Citra.


"Iya kamu benar. Dia memang sangat jahat dan Tante juga tidak mengatakan jika Tante orang naik," sahut Sahila.


"Tetapi bagiku Tante orang yang sangat baik," sahut Citra dengan tersenyum tulus.

__ADS_1


"Makasih Citra," sahut Sahila memebelai rambut Citra dan tersenyum pada Citra.


Bersambung


__ADS_2