Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 197


__ADS_3

Anggika pasti tidak bisa menerima kenyataan bahwa Sean putranya bukanlah anak kandungnya. Anak yang selama ini di banggakannya bukan anak kandungnya melainkan anak yang di adopsi suaminya tanpa sepengetahuannya dan hal itu terjadi karena anak yang di lahirkannya telah tiada.


Kabar itu bukan hanya mengejutkan bagi Anggika. Namun bagi Sean yang juga tidak tau kapan sudah berada di rumah itu dan Sean begitu shock mendengar apa yang di katakan kakek nya. Niat ingin mencari tau masalah yang terjadi pada pada adiknya justru malah dia mengetahui rahasia besar selama ini yang di sembunyikan sampai sekarang Sean berusia 28 tahun.


"Kak Sean!" lirih Reya yang juga menyusul suaminya dan sampai di sana yang mana Reya juga mendengar semuanya dan suara Reya yang memanggil Sean membuat semua orang melihat ke arah suara tersebut dan sungguh mengejutkan bagi mereka dengan kehadiran Sean yang ada di sana.


"Sean!"lirih Argantara yang melihat putranya yang begitu terkejut dengan wajahnya yang terkejut.


"Apa semua ini. Aku bukan anak kandung? aku hanya anak yang di adopsi?" tanya Sean dengan suara beratnya yang tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya.


"Sean!" sahut Anggika yang bertambah frustasi dengan apa yang telah terjadi. Argantara terlihat sedih dan Sean mengeluarkan senyum lirih yang penuh dengan rasa kaget.


"Kak Sean!" Reya berusaha untuk menenangkan Sean dengan memegang lengan Sean.


"Kenapa tidak memberitahu ku semua ini ke apa membiarkan ku tidak tau apa-apa selama ini. Kenapa kalian merahasiakan semua ini. Ini yang terjadi padaku. Aku bukan anak kandung dan selama ini kalian hanya diam," ucap Sean menekan suaranya.


"Sean mama juga baru tau semua ini Sean. Selama ini papa kamu yang tau Sean mama juga kaget Sean. Mama tidak tau apa-apa," ucap Anggika dengan air matanya yang tidak pernah berhenti.


"Papa yang salah Sean. Seharusnya papa memberitahu kamu. Jika ingin menyalahkan papa. Maka salahkan papa Sean. Papa yang salah," ucap Argantara yang mengakui jika semuanya adalah kesalahannya.


"Semuanya sama saja. Sudah tidak ada gunanya lagi. Jika aku bukan anak kandung mama dan papa. Seharusnya mengatakan dari awal dan hubungan ku dan Reya tidak seperti ini. Bagaimana mungkin papa seakan merasa aku dan Reya bersalah dalam hubungan kami, menikmati penderitaan kamu berdua, melihat tangisan kami, tersiksanya kami dengan perasaan kami karena hanya status saudara yang palsu. Sampai aku melewati batasmu yang ingin mengubah semua takdir yang memang tidak seharusnya ada," ucap Sean dengan marah-marah dengan suaranya yang di kerasakannya


"Reya yang menjadi korban pah, dia harus mengalami penderitaan karena perbuatanku, dia menjadi korban atas semua yang terjadi. Dia hancur karena ku dan semuanya berbalik pada Citra. Apa papa sangat menikmati semua ini," teriak Sean dengan amarahnya yang kuat yang tidak bisa mengendalikan dirinya dengan kemarahannya yang tidak bisa di ungkapkan nya seperti apa.


"Sean kamu tenang dulu," sahut kakek.

__ADS_1


"Kakek masih menyuruhku untuk senang. Kakek tau semuanya. Tetapi masih mengujiku dan juga Reya. Kenapa semuanya sangat mudah sekali berbicara dan kalian semua benar-benar tidak peduli dengan apa yang aku alami dan juga Reya. Sekarang aku menyadari jika di dalam keluarga kita hanya drama semuanya. Semua drama," ucap Sean dengan menegaskan yang mana Sean langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Sean!" panggil Argantara.


"Sean jangan pergi!" panggil Anggika.


"Kak Sean!" Reya langsung mengejar Sean yang pasti ingin menenangkan Sean atas berita yang mengejutkan baginya.


"Apa kamu sudah puas mas dengan semua ini. Apa sudah menghancurkan perasaan Sean. Seharusnya kamu tidak merahasiakan apa yang terjadi. Kamu benar-benar keterlaluan mas, kamu itu sangat jahat mas seharusnya kamu itu sadar dengan apa yang kamu lakukan mas ucap Anggika yang penuh dengan tangis yang sudah tidak tau harus berkata apa-apa lagi.


Argantara hanya menghela napasnya dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang merasa sangat frustasi dengan terbongkarnya masalah ini yang pasti menyakiti perasaan Sean, Anggika yang juga sangat kecewa. Karena selama ini anak yang sangat di cintainya itu bukan anak kandungnya.


Namun apa Sean dan Reya justru lega dengan status yang terbongkar itu. Karena pernikahan mereka cinta mereka tidak terlarang. Namun pasti Sean merasa kecewa dengan kenyataan itu dan mungkin juga tidak ingin seperti itu.


**********


"Aku bukan anak kandung Reya. Aku hanya anak dari orang tua yang aku sendiri tidak tau siapa selama ini aku hanya di adopsi dan justru kamu anak kandung papa," ucap Sean yang terasa sesak saat mengatakan kata-kata itu.


"Kak Sean mau kak Sean anak kandung atau tidak. Itu tidak ada bedanya, itu sama saja kak Sean. Papa dan Tante Anggika sudah membesarkan kakak dari kakak lahir ke dunia ini. Lalu apa bedanya mau kakak lahir dari rahim tante Anggika atau tidak. Karena kenyataannya sekarang kakak itu tetap menjadi anak mereka," ucap Reya dengan bijak memberi arahan pada suaminya.


"Tetapi seharusnya aku tidak tau sekarang. Seharusnya aku tau dari dulu Reya," ucap Sean.


"Bukan hanya kakak yang tidak tau apa yang terjadi. Tetapi juga Tante Anggika dan kakak pasti juga mendengar dari awal bagaimana kecewanya Tante Anggika yang dia juga tidak tau apa-apa. Jadi semuanya bukan hanya kak Sean yang baru tau sekarang. Karena hanya papa dan kakek yang tau semua ini dan merahasiakan semua ini dari kak Sean atau yang lainnya," ucap Reya.


"Reya aku sangat kecewa dengan kenyataan ini. Ini tidak mudah bagiku untuk menerima semua ini," ucap Sean.

__ADS_1


"Aku mengerti dengan apa yang kak Sean rasakan dan memang tidak ada yang mudah," jawan Reya yang terus menenangkan Sean dan langsung memeluk Sean. Dia hanya berusaha membuat Sean untuk tegar.


Pasti sangat kecewa orang tua yang selama ini di sayanginya ternyata bukan orang tuanya melainkan orang tua angkatnya dan mana mungkin ini sangat mudah bagi Sean atau langsung menerima begitu saja. Amarah, kecewa kesedihan di dalam dirinya masih di rasakannya dengan perasaannya yang campur aduk.


********


Sementara Citra yang berada di kamar sendirian. Yang berdiri di teras kamarnya. Sebelumnya Citra melihat Reya dan Sean yang berdebat dan juga melihat Reya mengejar Sean menggunakan mobil lain yang bisa di tebak jika Reya mengejar Sean.


"Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa aku melihat kak Sean tampak marah dan Reya juga seperti orang yang merasa bersalah. Sebenarnya ada apa. Kenapa mereka jadi ribut dan Reya begitu panik sampai mengejar kak Sean," batin Citra dengan penuh tanya.


"Perasaan ku juga sangat tidak enak. Aku tidak tau kenapa apa lagi yang aku rasakan. Aku tidak tau bagaimana perasaan ku. Kak Sean kenapa aku jadi kepikiran dengan kak Sean apa yang sebenarnya aku rasakan," batin Citra dengan dadanya yang berdebar tidak menentu.


Mungkin Citra juga kepikiran dengan Sean. Walau mereka bukan sedarah. Ternyata Citra dan Sean sering mengalami kontak perasaan mungkin karena sudah hidup bersama sejak kecil makanya Citra merasakan seperti itu yang jika terjadi sesuatu pada kakaknya maka Citra juga akan mengalaminya dan sangat gelisah.


Di tengah kegelisahan Citra tiba-tiba Citra melihat mobil yang berada parkir di depan rumahnya dan mobil itu dapat di kenalinnya.


"Itu bukannya mobil dia," lirih Citra yang langsung meninggalkan tempat itu dan tidak tau Citra mau kemana.


Ternyata Citra keluar dari kamarnya yang berlari keluar dari rumah dan menghampiri mobil yang mau pergi itu. Karena mesinnya menyala ketika melihat Citra keluar dari rumah.


Namun saat mobil itu ingin melaju Citra langsung menghalanginya dengan berdiri di depan mobil itu yang merem tiba-tiba.


Reval. Ya Reval yang menyetiri mobil itu dan tidak tau apa maksud Reval yang mengintai Citra. Mungkin mengawasi Citra dan ingin melarikan diri karena takut ketahuan Citra. Namun Citra sudah tau dan ingin tau apa maksud Reva ada di sekitar rumah kakaknya.


Reval yang di dalam mobil terus melihat ke arah Citra yang berdiri dengan mata Citra yang pasti penuh kebencian padanya.

__ADS_1


Sinar lampu mobil yang menyoroti Citra yang berdiri tegak dengan kedua tangannya yang terkepal menunjukkan amarah dan kebenciannya pada sosok Pria yang menyetir di dalam sana.


Bersambung


__ADS_2