
Citra dan Reya lagi asyik-asyiknya bermain di pantai saling siram dan lari-lari kecil. Walau seperti itu Reya tetap hati-hati karena Reya juga menyadari kehamilannya jadi harus tetap menjaga kondisinya agar tidak terjadi sesuatu pada bayinya.
Citra dan Reya asyik sendiri dengan punya kebahagiaan mereka sendiri dan sangat menikmati kebersamaan mereka seperti anak kecil yang sangat berbeda dengan Sean dan Reval.
Entah apa yang di lakukan suami-suami tampan itu yang adanya mereka semua sibuk dengan pembakaran. Yang satu mengipas-ngipas dengan kipas yang biasa digunakan untuk pembakaran sate dan yang satu sibuk dengan menggelar tikar yang menata makanan dan minuman.
Memang suami idaman ya. Mereka sibuk dengan membuat makanan istri sibuk happy-happy yang sama sekali tidak peduli dengan suami mereka yang sebenarnya mereka itu lebih di ratukan oleh suami mereka berdua.
"Kak Reya lihat deh, mereka itu ngapain sih?" tanya Citra yang melihat para suami itu asyik sendiri.
"Biarin ajalah yang penting kita jangan ganggu. Itu namanya membangun chemistry di antara mereka berdua. Ya biasalah mereka itu pasti ingin membangun kedekatan dan itu memang wajib di lakukan saudara ipar," ucap Reya dengan candaannya yang membuat Citra tertawa-tawa mendengarnya.
"Kak Reya bisa aja. Tetapi ada benarnya juga sih. Jadi biarkan saja mereka punya dunianya sendiri dan kita berdua mending lanjut," ucap Citra.
"Iya kapan lagi bisa senang-senang seperti ini. Karena biasanya tidak pernah seperti ini dan hari ini baru bisa seperti ini dan ini sangat menyenangkan dan pasti bayi yang di dalam kandunganku juga sangat bahagia," ucap Reya.
Citra mengangguk-anggukan kepalanya dengan mereka yang kembali saling bermain bersama yang lain dari Sean dan Reval yang punya dunia mereka sendiri.
***********
Ternyata setelah bermain air pantai. Ke-2nya yang masih basah-basahan sudah i
Bergabung dengan suami mereka yang sekarang mereka sedang menikmati makan yang sudah di siapkan suami-suami mereka untuk mereka.
Ada beberapa jenis makanan dari sate-sate hasil bakar-bakaran ada juga beberapa menit makanan yang lainnya yang sangat enak-enak dan tidak tau dari mana suaminya itu bisa membuat makanan yang senikmat itu dan lihatlah bagaimana Citra dan Reya yang makan dengan begitu lahap.
"Bagaimana sayang enak?" tanya Sean pada istrinya yang lahap menyantap makanan itu dengan Sean yang sembari menyinggirkan anak rambut yang lengket di pipi istrinya.
"Hmmm, sangat lezat aku baru tau kalau kamu itu bisa masak," jawab Reya dengan makanan yang penuh di mulutnya.
__ADS_1
"Mungkin ini karena dadakan kak Reya. Jadi agak terkesan enak masakannya," sahut Citra.
"Jadi ini maksudnya apa ini masakannya tidak enak?" tanya Reval menaikkan alisnya melihat istrinya itu.
"Ini sangat enak sayang. Walau....." Citra sengaja menjeda kalimatnya dengan suaminya yang menatapnya dengan alisnya yang terangkat.
"Walau apa jujur?" tanya Reval yang sepertinya tidak akan terima kalau makanan yang sudah di masaknya di bilang biasa saja.
"Hmmm, walau sedikit agak gosong," jawab Citra yang tertawa-tawa.
"Kamu ini ya banyak protes sudah syukur di masakkan suaminya," sahut Reval.
"Iya-iya sayang, aku becanda kok," sahut Citra yang tertawa-tawa dengan mereka yang sama-sama penuh dengan tawa yang kembali melanjutkan makan mereka bersama.
**********
Sean dan Reya yang duduk di depan tenda mereka yang mana Sean memeluk istrinya istrinya dengan balutan selimut yang ke-2nya melihat ke arah pantai melihat gelombang yang indah.
Kepala Reya yang tepat di ceruk leher suaminya mengangkat kepalanya dengan tersenyum kepada suaminya.
"Kenapa punya ide tiba-tiba yang mengajakku kemari?" tanya Reya heran.
"Tidak ada. Hanya ingin saja. Karena kita tidak pernah jalan-jalan. Jadi apa salahnya hanya 1 hari saja mengajak kamu untuk reflesing dan kamu juga sangat suka pantai bukan," ucap Sean yang masih saling melihat dengan istrinya.
"Hmmm, kamu memang paling tau apa yang aku sukai," jawab Reya yang kembali pada posisinya melihat ke arah laut sana yang gelombangnya yang terus naik.
"Sayang kamu masih ingat tidak dengan kita yang pernah membuat kisah di pantai ini?" tanya Reval yang mengingatkan di mana mereka pernah memutuskan untuk tidak bersama. Karena waktu itu situasi yang di hadapi begitu sulit yang mereka masih saudara waktu itu.
"Iya aku masih ingat dan kita jadikan saja semua itu sebagai pembelajaran dan lagian jika tidak semua ini sekarang ini kita tidak akan seperti ini," ucap Reya.
__ADS_1
"Kamu benar sayang. Sayang aku sangat berharap, aku kamu dan anak-anak kita nanti akan terus bahagia," ucap Sean.
"Anak-anak. Apa itu artinya kamu mau punya anak banyak?" tebak Sean.
"Aku tidak minta banyak, semua tergantung tuhan memberi kepercayaan. Namun kelak aku ingin duduk di tempat ini dengan posisi kita yang sama seperti ini dan kita melihat di pinggir pantai sana anak-anak kita yang berlari kesana kemari," ucap Sean yang sudah mengkhayalkan hal itu.
"Iya sayang aku juga sangat mengharapkan hal itu dan semoga saja pelan-pelan impian kita terwujud dan kita bisa bahagia bersama keluarga kecil kita nanti," ucap Reya yang kembali melihat suaminya.
Dengan mereka yang saling melihat dan sama-sama tersenyum dan ke-2 nya yang sangat bahagia dengan Sean yang mencium bibir Reya dan mereka larut dalam berciuman romantis.
Keromantisan juga sama dengan Reval dan Citra yang tapi bedanya Reval yang tiduran di atas paha istrinya dengan Citra mengelus-elus rambut suaminya itu.
"Apa sebenarnya mengajakku ketempat seperti ini. Apa sebenarnya ini sebuah sogokan?" tanya Citra.
"Ya bisa di katakan seperti itu," jawan Reval yang matanya saling melihat dengan istrinya tersebut.
"Kamu itu paling bisa," sahut Citra.
"Tapi bagaimana kamu suka?" tanya Reval.
"Iya aku sangat suka," jawab Citra.
Reval memegang tangan Citra dan mencium telapak tangan istrinya itu.
"Aku sangat mencintai mu Citra dan aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi kepadamu. Kau sungguh benar-benar sangat mencintaimu sekarang mau pun selamanya," ucap Reval.
"Aku juga sangat mencintaimu dan aku tau kamu tidak akan pernah menyakitiku," jawab Sean yang tersenyum lebar.
Bersambung
__ADS_1