
Malam hari kembali tiba. Hari yang terang dengan penuh cerita sudah berubah menjadi malam yang indah. Reval memasuki kamar dan melihat Citra sudah berbaring saja di atas tempat tidur yang tertidur di bagian posisinya dengan Citra yang tertidur miring.
Reval yang berada di depan pintu hanya melihat saja istrinya yang tertidur itu. Tadi saat dia mengantarkan Citra dan mamanya pergi. Tidak ada obrolan antara Citra dan Reval dan sepertinya Citra justru menghindari Reval. Karena pasti masih sangat kesal dengan suaminya itu.
Reval menghela napasnya perlahan kedepan dan menghampiri Citra dengan Reval yang duduk di samping Citra dengan memegang tangan Citra.
"Sayang!" ucap Reval dengan lembut. Tidak tau Citra pura-pura tidur atau bagaimana. Dia hanya diam tanpa ada bicara apa-apa dan pasti matanya yang terpejam yang memang tidak tau Citra tertidur atau tidak sebenarnya.
"Kenapa mendiamkanku sayang aku salah ya," ucap Reval yang berusaha untuk bicara dengan Citra. Dia mungkin tau Citra itu sedang tidak tidur. Karena terlihat dari gerakan mata Citra.
"Sayang kamu jangan seperti ini dong. Kita harus menyelesaikan permasalahan kita. Harus menyelesaikan semuanya sayang," ucap Reval yang memegang tangan Citra sembari mengusap-usapnya dengan lembut.
Citra pun membalikkan tubuhnya dan membelakangi Reval yang memang sudah di pastikan Citra tidak tertidur.
"Kamu sampai kapan seperti ini Citra? jika kamu tidak bicara maka tidak akan ada penyelesaian di antara kita. Kamu terus mendiamkanku dari Restauran yang kamu pulang tiba-tiba dan di mobil dan kamu seperti tidak menganggapku," ucap Reval.
"Lalu apa kamu menganggapku!" sahut Citra yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Aku tidak tau bagaimana kedekatan kamu dengannya, bisa-bisanya kamu mengiyakan semua yang di katakannya, aku di sana dan kamu sibuk dengan dia dan seakan tidak menganggapku ada di sana. Jadi jangan membalikkan cerita," ucap Citra dengan suara pelannya yang menunjukkan kecemburuannya pada Reval dan Renita.
"Jadi benar sayang semua itu hanya karena masalah itu. Hanya karena masalah itu. Kamu salah paham dengan aku dan Renita," ucap Reval.
__ADS_1
"Salah paham bagaimana. Kamu itu sadar tidak. Jika kalian berdua itu sudah kelewatan. Kamu yang begitu dekat dengannya dan aku ada di sana. Kamu masih mengatakan tidak ada apa-apa, salah paham. Bagaimana aku tidak salah paham. Jika kamu yang menunjukkan ke salah pahaman itu," ucap Citra.
"Sayang aku sama Renita hanya bersahabat," ucap Reval yang mencoba menegaskan.
Citra langsung menelentangka tubuhnya dan melihat ke arah Reval, "lalu bagaimana jika aku yang seperti itu. Aku yang sudah menikah. Lalu aku dekat dengan yang lainnya. Bagaimana jika aku yang seperti itu. Apa kamu tidak salah paham!" ucap Citra dengan bicara serius pada suaminya itu.
"Aku minta maaf Citra," ucap Reval yang lebih baik minta maaf dan mengerti jika istrinya sedang cemburu buta. Dari pada permasalahan akan semakin panjang.
"Aku mau tidur!" sahut Citra yang kembali membalikkan tubuhnya.
"Citra!" ucap Reval dengan lembut.
Citra hanya diam yang tidak ingin di ganggu Reval. Dia sudah mengeluarkan uneg-uneg nya walau tidak semuanya. Paling tidak dia sudah lega mengeluarkan apa yang harus di keluarkannya.
*********
Sean dan Reya yang berada di dalam kamar yang terlihat keduanya berada di atas tempat tidur dengan Sean yang kepalanya berada di pangkuan istrinya dan Reya yang mengusap-usap rambut suaminya.
"Memang kamu, Reval dan Renita itu sahabat yang sangat dekat?" tanya Sean.
"Kami teman kuliah dan memang sangat dekat, saling tau yang seperti kamu ketahui sendiri bagaimana aku dekatnya sama Reval yang seperti itu juga aku dekatnya sama Renita," jawab Reya.
__ADS_1
"Jadi menurut kamu, Citra itu sedang cemburu dengan kedekatan Reval dan Renita?" tanya Sean.
"Ya menurutku seperti itu. Karena tadi sangat jelas terlihat Citra yang menunjukkan kecemburuannya sampai-sampai pulang terlebih dahulu dan hanya membayar makanan kami berdua saja. Dia juga sangat ketus bicara pada Renita dan seperti yang kamu lihat tadi saat pertemuan di tempat teman mama. Sama saja tidak ada apa-apa dan mereka berdua tidak saling bicara," ucap Reya.
"Mungkin saja iya Citra memang salah paham dengan kedekatan Reval dan Renita. Tetapi sayang jika kejadian Reval dan Renita yang seperti yang kamu ceritakan tadi. Siapa yang tidak cemburu sayang. Semua orang jelas cemburu sayang dengan apa yang mereka lakukan," ucap Sean yang berusaha memahami apa yang di rasakan adiknya.
"Sayang jika sudah menikah tidak seharusnya melakukan pendekatan kepada orang lain. Apa lagi sangat berlebihan dan iya sayang di sana juga ada Citra. Jadi jelas perasaan Citra seperti tidak di jaga," ucap Sean.
"Aku juga sependapat dengan kamu," sahut Reya.
"Sama dengan kamu sayang. Kamu juga dekat dengan Reval. Tapi kamu tidak terlalu dekat atau intens dengan Reval saat kamu sudah menikah dan itu artinya kamu tau apa yang harus kamu lakukan dan tau batasan kamu dan tidak seharusnya melakukan suatu yang berlebihan dengan lawan jenis," ucap Sean.
"Iya sayang kamu benar," ucap Reya yang setuju, "ya sudahlah sayang aku hanya berharap saja semoga Reval dan Citra baik-baik saja. Semoga hubungan mereka tidak terjadi apa-apa dan Reval memahami Citra," ucap Reya dengan penuh harapannya.
"Iya aku juga berharap seperti itu," sahut Sean yang pasti harapannya sama dengan istrinya.
********
Sementara Reval yang berada di dalam kamar yang berbaring di samping Citra. Reval sama sekali hanya diam dan sebentar-sebentar menoleh kearah Citra yang membelakanginya. Mereka tidak ada obrolan sama sekali. Bagaimana mau mengobrol orang Citra sedang tertidur dan Reval yang tidak berani bicara apa-apa sama sekali dengan Citra.
"Apa aku sangat kelewatan. Citra cemburu dengan hubunganku dan Renita," batin Reval mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya. Reval memejamkan matanya dan membukanya kembali dengan helaan napasnya yang kasar. Lalu Reval langsung memeluk Citra dari belakang.
__ADS_1
"Sayang aku ingin kamu mendengarkan penjelasanku. Aku benar-benar ingin bicara baik-baik dengan kamu, maafkan aku sayang aku sudah membuat kamu tersinggung, membuat kamu marah, maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan seperti itu lagi dan semoga besok pagi kamu tidak akan marah lagi," ucap Reval yang berbicara dengan lembut. Tidak tau Citra mendengarkannya atau tidak yang pada intinya Citra tidak bangun sama sekali dan mungkin memang benar Citra sudah tertidur.
Bersambung