Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 296


__ADS_3

Rose yang meninggalkan dapur dan gantin Sean yang masuk dapur dan tadi juga berselih dengan Rose dan mereka hanya menyapa dengan senyuman kecil.


"Di cari-cari entah kemana eh ternyata istriku yang cantik ini ada di sini," ucap Sean dengan menghampiri istrinya.


"Iya sayang aku dan bibi lagi atur makan siang. Memang kenapa kamu butuh sesuatu ya?" tanya Reya.


"Tidak sayang aku hanya ingin mengecek ke adaan istriku yang cantik ini. Aku takut dia terlalu sibuk dan lupa pada dirinya kesehatannya. Nanti kalau sudah lelah baru ribet sendiri," ucap Sean.


"Iya-iya sayang jangan khawatir. Orang aku juga tidak apa-apa kok. Lihat aku baik-baik aja kok. Ini hanya mengatur apa saja. Bukan melakukan hal-hal yang berat. Jadi sayangku ini jangan khawatir," ucap Reya dengan memegang pipi suaminya dengan meyakinkan suaminya itu.


"Baiklah kalau begitu, apa sudah selesai mengerjakannya?" tanya Sean.


"Iya sayang sudah selesai. Tinggal sedikit lagi," jawab Reya.


"Sudah selesai atau tinggal sedikit lagi?" tanya Sean dengan alisnya yang terangkat.


"Iya-iya ayo sudah selesai biar nanti bibi yang lanjutkan, kamu ini ya benar-benar galak sekali," ucap Sean yang lebih baik menyudahi pekerjaannya di bandingkan suaminya yang nanti akan mengoceh kepada-nya.


"Bukan galak, tetapi peduli," tegas Sean yang ingin ada perbedaan dalam kata-kata itu.


"Sama saja. Sudah ayo kita kebelakang!" ajak Sean yang langsung membawa suaminya itu pergi dari tempat itu. Memang kalau bukan karena Sean yang menyusul sang istri dapat di pastikan istrinya masih di dapur dengan banyaknya aktivitasnya yang tidak akan selesai-selesai.


**********


Setelah persiapan makan malam selesai. Akhirnya mereka makan malam semuanya dengan meja panjang dan susunan kursi yang saling berhadapan yang sudah di tata dengan rapi dengan semua makanan yang penuh di atas meja. Dari makanan berat, sampai ringan yang berkuah sampai yang kering dengan jenis makanan yang berbagai macam dan pasti minuman juga yang tidak lupa.


Argantara, kakek, Sahila, dan Anggika sudah mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Tidak lama Rose dan ke-2 orang tuanya juga yang masih ada di sana. Juga ikut mengambil tempat duduk.


"Yang lainnya belum bergabung?" tanya Rani ibu dari Rose.


"Belum kak, sebentar lagi mungkin," jawab Anggika.


"Itu Reya dan kak Sean," tunjuk Rose yang melihat Reya dan Sean yang mulai ikut bergabung.


"Kalau Reya ini sudah chefnya yang sudah menyiapkan semua ini," ucap kakek yang memang tau semua ini pasti Reya yang mengerjakannya.


"Kakek itu bisa saja. Reya hanya menyiapkan apa yang bisa Reya siapkan saja," sahut Reya yang duduk dengan kursi yang sebelumnya di tarik suaminya untuknya.

__ADS_1


"Kakek berlebihan, aku sama sekali tidak melakukan hal banyak kok. Hanya ini saja yang aku lakukan," ucap Reya yang pasti selalu merendah.


"Memang inilah membatu yang terbaik," sahut Anggika.


"Jangan terus memuji Reya. Reya nanti jadi gugup loh," sahut Reya yang malu-malu.


"Oh iya mah, Reval sama Citra belum turun?" tanya Sean yang juga sudah duduk di samping istrinya.


"Itu mereka sudah datang," jawab Sahila yang melihat Citra dan Reval yang sudah datang dengan pakaian yang lebih santai.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Reval yang merasa tidak enak.


"Tidak ada yang menunggu. Ayo-ayo kalian duduk juga. Kita lanjutkan makannya. Kasian semua ini sudah di siapkan Reya," ucap Argantara.


"Iya pah," sahut Citra.


"Kita mulai makan malam ya," ucap Reya yang langsung mengambilkan makanan untuk suaminya sebelum untuk dirinya. Citra juga mengambilkan makan untuk Reval. Tidak tau ini pertama kali Citra lakukan atau tidak.


"Semoga kita semua bisa makan malam seperti ini terus," ucap Anggika dengan harapannya.


"Iya juga sih. Tetapi kalau bisa setiap hari kenapa tidak," sahut Anggika.


"Mudah-mudahan ya mah," sahut Reya.


"Oh iya Citra, kakek sekali lagi mengucapkan selamat ya untuk pernikahan kamu dan juga Reval. Maaf kakek baru bisa datang sekarang," ucap kakek.


"Iya kek. Citra senang kok kakek itu sudah datang," jawab Citra.


"Reval semoga kamu bisa ya jaga istri kamu dengan baik dan kamu harus bertanggung jawab dengan Citra," ucap kakek memberikan sedikit nasihat kepada Citra dan Reval.


"Kakek jangan khawatir saya akan berusaha untuk membahagiakan Citra," ucap Reval yang tersenyum melihat Citra.


"Kita semua jadi saksi ya Reval," seloroh Sahila.


"Iya semua yang ada disini jadi saksi," sahut Reval.


"Aku juga mendoakan yang terbaik untuk Citra dan kak Reval semoga pernikahan kalian langgeng terus sampai kakek nenek," ucap Rose.

__ADS_1


"Dan doakan ya Citra, Rose segera menyusul," sahut Rani.


"Issss mama, ngapain sih pake bawa-bawa nama Rose," sahut Rose yang malu.


"Nggak apa-apa Rose itu sekalian doa," sahut Reya menambahi.


"Sudah-sudah kita makan. Kita percayakan semuanya kepada Reval dan untuk Rose semoga cepat menyusul," ucap Sean.


Semuanya mengangguk dan mulai makan. Sejak tadi juga sudah makan sebenarnya.


**********


Setelah selesai makan malam sembari mengobrol sedikit-sedikit. Akhirnya semuanya selesai dan sudah malam juga Reya juga sudah kekamar dan ingin istrirahat.


"Kamu capek sayang?" tanya Sean yang sudah memeluk istrinya.


"Capeknya sudah terbayarkan dengan semua acara yang berjalan dengan lancar pernikahan Reval dan Citra yang akhirnya sah," ucap Reya yang merasa lega.


"Iya sayang dan semua ini juga karena kamu. Kamu banyak melakukan semuanya untuk Citra," ucap Sean.


"Iya aku lega. Kita doakan saja yang terbaik untuk pernikahan mereka," ucap Reya.


"Ya sudah sekarang kita istirahat, ini sudah malam. Kalau Reval dan Citra pasti lagi..,"


"Lagi apa?" tanya Reya dengan alisnya yang terangkat.


"Udahlah jangan di lanjutkan," jawab Sean yang senyum-senyum. Reya hanya geleng-geleng kepala dengan suaminya itu.


*********


Sean tau aja kalau Reval dan Citra memang sudah melanjutkan malam yang seharusnya mereka lakukan. Kelihatannya mereka tidak mau menunda-nunda malam pertama itu.


Di mana ke-2 yang sudah beraktivitas di atas ranjang dengan kenikmatan yang mereka rasakan, saling cumbu dengan penuh cinta yang melewatkan malam dengan panas.


Tidak Reval ataupun Citra sama-sama menikmati malam mereka dengan suara-suara indah yang keluar dari mulut Citra dan untung saja kamar pengantin itu kedap suara. Jadi mau apapun yang terjadi di dalam kamar itu tidak akan kedengaran dan mereka aman-aman saja dan tetap lanjut dan tidak mau sampai kapan. Itu hak mereka juga sudah menjadi urusan mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2