Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 150


__ADS_3

Citra masih berada di tempatnya yang masih shock dengan apa yang di bicarakan Argantara yang juga tidak tau dengan siapa Argantara bicara.


"Apa maksud papa?" batin Citra dengan perasaannya yang tidak enak saat mendengar perkataan Argantara yang berbicara lewat telepon.


"Dan ingat kamu harus hati-hati. Pastikan Sean tidak tau hal ini dam awasi semuanya. Dari Dokter dan tempatnya yang harus benar-benar terjaga dan tidak meninggalkan jejak. Dokter nya juga harus yang terbaik. Karena ini juga menyangkut nyawa Reya. Saya tidak ingin dia mengalami masalah karena melakukan aborsi," ucap Argantara lagi yang semakin membuat Citra terkejut.


Jantung Citra berdebar kencang dengan matanya yang terbelalak begitu shcok nya saat mendengar bahwa sang papa ingin berbuat jahat pada saudara tirinya.


"Tidak mungkin! papa tidak mungkin melakukan itu. Reya dalam bahaya aku harus kasih tau kak Sean," batin Citra dengan bergetar begitu paniknya sampai Citra menyenggol pas bunga dan langsung pecah. Membuat Citra kaget. Begitu juga dengan Argantara yang terkejut mendengar suara pecahan itu.


"Nanti saya telpon lagi," ucap Argantara yang mematikan telponnya dan melihat ke arah pintu.


"Siapa di sana?" tanya Argantara. Citra yang berada di depan pintu begitu terkejutnya dan tidak tau harus melakukan apa. Sementara Argantara langsung melangkah mendekati pintu untuk melihat siapa yang sudah membuat keributan tersebut.


Sampai akhirnya Argantara sampai di depan pintu dan untuk Citra sudah pergi dan Argantara melihat kucing yang berada di sekitar pecahan pas bunga.


"Kamu ini terlalu bandel Popy," ucap Argantara yang langsung berjongkok mengambil kucing yang memang pelihara di rumah itu.


"Jangan nakal-nakal ya Popy," ucap Argantara mengelus-elus kucing tersebut. Sementara Citra yang ternyata bersembunyi dengan membuang napasnya perlahan dengan memegang dadanya yang hampir saja Citra ketahuan.


"Papa benar-benar sangat kejam. Dia benar-benar ingin melenyapkan bayi Reya tanpa seijin Reya. Tidak aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku harus memberitahu kak Sean," batin Citra.


Reya memang tidak akan setuju dengan papanya yang akan melenyapkan bayinya. Walau Reya memilih mengalah dan pergi. Namun Argantara tidak setuju dengan hal itu. Dia lebih memilih untuk melakukan aborsi pada kandungan Reya. Karena Argantara tidak membayangkan bagaimana seorang anak bisa lahir dari hasil sedarah.


*********


Tidak tau apa yang terjadi dan bagaimana bisa Reya berada di dalam mobil yang berada di jok belakang yang sekarang Reya tidak sadarkan diri. Seorang pria di depan yang menyetir yang mungkin adalah suruhan Argantara yang mungkin orang yang di telponnya yang membawa Reya ke klinik untuk melakukan aborsi.


Reya sama sekali tidak sadarkan diri. Supir tersenut beberapa kali melihat dari kaca spion yang mengawasi Reya apakah Reya bangun. Karena pekerjaannya juga tidan boleh berantakan yang bisa di sembur Argantara.

__ADS_1


Sementara Sean di dalam mobilnya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sean bertambah panik ketika mendapat kabar dari Citra dengan niat jahat papanya yang ingin melenyapkan anaknya.


"Citra. Kenapa lama sekali kamu memberi alamatnya. Ayo Citra cepat. Kakak takut Reya kenapa-kenapa," ucap Sean panik.


Meski mengatahui informasi dari Citra namun tetap saja sama karena Citra tidak tau di mana alamatnya dan Citra hanya berusaha mencari tau kembali dan akan segera mengabari kakaknya.


"Reya kamu jangan takut. Aku akan datang. Aku tidak akan membiarkan anak kita tersakiti. Aku tidak akan membiarkan itu Reya. Kamu jangan takut Reya tunggu aku," ucap Sean yang berusaha tetap tenang. Padahal Sean mana bisa tenang karena wanita yang di cintainya sedang dalam bahaya.


***********


Klinik.


Akhirnya mobil yang di kendarai supir yang membawa Reya sudah sampai di klinik yang di tentukan. Sang supir yang memakai topi hitam itu melihat ke sekitar tempat itu seperti mengawasi dan setelah merasa aman sang supir langsung keluar dari dalam mobil yang langsung membuka pintu belakang dan menggendong Reya ala bridal style.


Sang supir pun langsung membawa Reya memasuki klinik tersebut. Tidak tau apa yang telah di konsumsi Reya sampai Reya tidak sadarkan diri sampai sekarang. Karena sudah lumayan lama. Perjalanan itu juga cukup jauh. Argantara pasti sengaja mencari tempat yang jauh agar Sean tidan menemukannya.


"Ini pasiennya?" tanya Dokter tersebut.


"Benar! saya taruh di mana?" tanya Pria itu.


"Ayo ikut saya," sahut Dokter tersebut yang menunjukkan jalan dan Pria itu mengikuti sampai mereka memasuki salah satu kamar.


"Ayo rebahkan di sini!" titah Dokter tersebut. Pria itu langsung menurut. Dokter itu menyiapkan akan infus dan lain-lain sebagainya.


"Di mana tuan Argantara dan nyonya Anggika?" tanya Dokter tersebut.


"Mereka akan segera datang," jawab pria itu.


"Baiklah kalau begitu. Kamu sebaiknya tunggu di luar saja. Saya akan mempersiapkan yang lainnya dan obat bisunya juga sebentar lagi akan habis," titah Dokter tersebut.

__ADS_1


"Baiklah!" sahut pria itu yang langsung menunggu di luar.


Dokter tersebut langsung memeriksa Reya dari kandungan Reya dan juga kesehatan Reya, "dia sehat. Aku rasa tidak akan masalah jika mengurut kandungannya," batin Dokter tersebut. Sebelum bertindak harus memeriksa dulu.


Karena dia juga takut akan terjadi sesuatu nantinya mengingat banyak juga wanita yang melakukan aborsi mengalami pendarahan dan nyawa bahkan menjadi taruhannya. Dokter tersebut juga tidak langsung melakukan aborsi. Karena sesuai perintah harus menunggu Argantara dulu.


Yang mana Argantara sekarang sedang berada di dalam mobil bersama Anggika.


"Apa ini tidak akan bahaya untuk keselamatan Reya?" tanya Argantara menoleh ke arah istrinya.


"Dokter itu mengatakan kondisi Reya baik-baik saja dan tidak akan ada masalah," sahut Anggika menjawab dengan datar.


"Lalu setelah kandungan Reya di lenyapkan. Apa akan menjamin untuk hubungan Sean dan Reya tidak akan terjadi lagi?" tanya Argantara. Dia bisa melihat Reya dan Sean saling mencintai dan mau di pisahkan bagaimana pun tidak akan ada hasilnya.


"Dan itu semua tergantung kamu mas. Setelah masalah bayi selesai. Kamu harus benar-benar tegas untuk kembali mengirim Reya ke Luar Negri. Tanpa punya pikiran untuk membawanya pulang kembali. Jika kamu tidak mau kejadian ini akan terjadi lagi," ucap Anggika dengan tegas.


"Anggika Reya itu juga anakku dan kamu juga seharusnya tau. Aku sudah mengatakan kepadamu bagaimana Erina memperlakukannya dan mana mungkin aku membiarkan Reya hidup bersama Erina," ucap Argantara.


"Kalau mereka jangan hidup bersama. Kamu penjarakan Erina karena sudah melakukan tindak kekerasan pada Reya. Dengan begitu kamu tidak akan memikirkan Reya," tegas Anggika dengan suara yang sedikit keras.


"Lalu anggap aku menyetujui kamu dengan kembali mengasingkan Reya. Lalu bagaimana dengan Sean apa menurut kamu Sean akan tinggal diam?" tanya Argantara.


"Aku yang akan mengurus Sean. Kamu dengar mas. Tidak akan ada kesempatan lagi. Jika kamu tidak mendengarkan ku. Kamu tidak bisa membiarkan Reya dan Sean bersama," tegas Anggika.


Argantara terdiam. Dia merasa lengah sampai hal sebesar ini terjadi dan bahkan karena masalah ini. Dia juga akan menjadi pembunuh yang membunuh janin yang tidak berdosa.


Dan mungkin Reya juga akan sangat membencinya. Jika hal itu terjadi. Ya Argantara harus siap dalam resiko apapun.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2