
Reval dan Citra berciuman semakin menjadi-jadi saja. Tidak melepas sampai sekarang sampai Reval menggendong tubuh Citra ala bridal style dan meletakkan perlahan di atas ranjang dengan membaringkan perlahan tanpa melepas ciuman yang semakin penuh gairah dengan tangan Citra yang memegang kuat lengan Reval yang merasakan sensasi yang tidak pernah di rasakannya.
Citra juga semakin tidak bisa mengendalikan dirinya saat ciuman Reval pindah pada leher jenjangnya membuat Citra menikmati dengan matanya yang terpejam dan tangannya memegang kuat lengan berotot Reval.
"Orang yang hancur tidak pantas orang yang tidak hancur,"
"Aku sangat bangga dengan apa yang aku perbuat, termasuk menghancurkan siapapun atau keluarga siapapun,"
Kata-kata Anggika teringat di dalam benak Reval yang membuat Reval semakin gila dengan menyentuh tubuh Citra.
Citra sendiri bahkan tidak menolak apapun yang di lakukan Reval yang sudah sangat berlebihan. Bahkan lebih parah dari saat mereka lakukan di mobil yang tidak jadi di lakukan Reval.
Namun saat ini melihat kondisi Reval di penuhi gairah dan emosi yang bercampur menjadi satu membuatnya semakin tidak peduli apa-apa yang mana tangannya dengan kasar membuka kemeja Citra sampai kancing kemeja itu berputusan dan jatuh kelantai.
Tangannya yang menyentuh segala tempat sensitif Citra dengan lidahnya yang tidak berhenti bermain di leher Citra membuat Citra hanyut dan bahkan tidak sanggup menolak sama sekali.
Mungkin Reval juga yang semakin menjadi-jadi. Karena omongan dari Anggika yang merendahkannya dan bahkan membawa mamanya.
Namun tiba-tiba Reval kembali lagi menghentikan permainannya yang setengah jalan membuat Citra yang merasa kehilangan sesuatu langsung membuka matanya perlahan, matanya juga yang di penuhi dengan gairah.
"Kamu istirahat lah," ucap Reval dengan suara seraknya yang sepertinya tidak ingin melakukan apa-apa pada Citra. Namun Citra menahan tangan Reval.
"Ada apa kak Reval?" tanya Citra dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," jawab Reval dengan dingin yang ingin pergi dari atas tubuh Citra. Namun Citra menahannya dan malah mencium bibir Reval dengan sebentar lalu melepasnya.
"Jangan pergi, aku sangat mencintai kak Reval," ucap Citra dengan suara seraknya yang seakan menyuruh Reval untuk melanjutkan apa yang terjadi.
"Semua yang terjadi bukan kesalahan mu Citra. Tetapi kau harus menanggung semua ini," ucap Reval.
"Maksud kak Reval apa?" tanya Citra heran dengan mantap dalam-dalam Reval.
"Kau yang menginginkan semua ini," ucap Reval yang kembali meraih bibir Citra. Namun Citra hanya kaget karena kata-kata Reval yang tidak dapat di mengertinya. Namun ciuman Reval yang semakin dalam mampu membuat Citra memejamkan matanya kembali dengan menerima ciuman itu.
Kembali lagi Reval melanjutkan aksinya yang tidak bisa lagi di hentikan nya. Karena tubuhnya juga sudah panas dan bahkan tidak tau kapan tubuhnya dan tubuh Citra sudah sama-sama polos yang tertutupi selimut yang mana Reval terus memberikan sensasi kenikmatan untuk Citra membuat Citra lupa akan prinsipnya yang tidak akan melakukan hubungan *** tanpa adanya pernikahan.
Namun Reval mampu menghancurkan prinsip itu. Entah karena Citra kecintaan kepada Reval sampai tidak bisa menolak Reval.
"Kak Reval!" lirih Citra saat merasakan sakit di area sensitifnya yang mana Reval telah melakukan penyatuan yang pasti pertama kali untuk Citra membuat air mata Citra keluar.
*************
Tidak tau kapan selesainya percintaan itu. Namun kamar Reval terlihat sangat berantakan dan Citra yang tertidur di atas tempat tidur dengan tertipu selimut.
Namun Reval tidak ada di sana yang ternyata Reval sedang berada di suatu kamar dengan menghina bathrobe yang terduduk di lantai dengan memegang kepalanya sembari memijatnya yang terasa berat sampai menggaruk-garuk kepalanya.
Hal yang mencuri perhatian adalah melihat lantai di sekitar Reval. Di mana ada beberapa foto yang mana ternyata foto keluarga Citra, bersama Anggika, Sean dan Argantara yang di coret-coret Reval.
__ADS_1
Hal yang paling mengejutkan terdapat beberapa foto-foto Anggika dengan mesra bersama seorang Pria yang bukan Argantara yang ternyata adalah Danu ayah Reval
"Kau benar-benar keterlaluan mas kau telah berselingkuh dengan mahasiswi mu. Kau menghancurkan keluarga kita mas dan hubungan mu dengan wanita itu ternyata sudah bertahun-tahun kau tega mas, kau benar-benar menghiyanati keluarga kita mas," teriak mama Reval yang merasa begitu hancur saat suaminya seorang Dosen menjalani hubungan dengan mahasiswinya yaitu Anggika.
"Maafkan aku. Aku khilaf," jawab ayah Reval yang seenaknya hanya berbicara jika dia khilaf.
"Kau benar-benar brengsek, kau mengatakan khilaf setelah menghancurkan pernikahan kita, kau benar-benar tidak tau diri," teriak mama Reval.
"Wanita itu harus mendapatkan balasannya, dia sudah mengahancurkan keluargaku, aku bersimpah akan membalasnya sampai keturunannya," keluar sumpah serapah dari mulut istri yang telah di khianati yang merasakan sakit hati dengan penghiyanatan suaminya.
Keributan antara suami istri itu di saksikan Reval yang masih kecil.saat itu. Artinya penghiyanat ayahnya begitu lama dan bagaimana tidak mamanya tidak sakit hati.
Akibat penghiyanatan sang suami membuat keluarga Reval hancur dan penuh keributan yang bahkan membuat mamanya stress dan masuk rumah sakit jiwa sampai detik ini.
Dendam. Itulah alasan Reval mendekati Citra yang ternyata ada hal yang tersembunyi. Gara-gara Anggika yang menjadi racun di keluarga Reval, menghancurkan kebahagiannya dan juga membuat mamanya sampai sekarang tidak bisa sembuh.
Citra harus menjadi korban. Akibat perbuatan Anggika. Di mana kedekatan Reval dan Citra selama ini adalah sebuah skenario demi menghancurkan Anggika melalui Citra.
"Argghhh!" teriak Reval degan mengusap wajahnya kasar dan bahkan menutupnya.
"Kenapa semuanya harus seperti ini?" teriak Reval
"Anggika seharusnya kau yang mendapat karma dari semua yang kau lakukan. Kau harus membayar penderitaan ibuku. Kau itu wanita jahat yang selama ini berpura-pura tidak punya dosa. Kau sudah menghancurkan keluarga ku, membuat ibuku sakit karena perbuatan mu, kau yang seharusnya membayar semua ini," ucap Reval dengan suara rendahnya dan napasnya yang naik turun dengan wajah yang penuh dengan amarah.
__ADS_1
Reval sangat semangat dalam menghancurkan Anggika melalui Citra. Namun saat itu telah di dapatkannya. Bukannya Reval begitu bahagia. Malah Reval terlihat menyesal karena melakukannya. Apa mungkin dia juga sebenarnya menyukai Citra dengan tulus. Sampai wajah itu menunjukkan jelas adanya penyesalan di sana.
Bersambung