Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 114


__ADS_3

Akhirnya setelah selesai bersih-bersih Citra pun menemui Sean yang mana mereka berdua bicara di taman belakang dengan serius. Sean berusaha menjelaskan dengan tenang dan pelan-pelan supaya Citra tidak emosi.


Dan memang terbukti sepanjang kakaknya yang duduk di depannya itu menceritakan kenapa Reya berada di Jakarta tidak satu katapun di potong Citra. Namun ke-2 tangannya yang dia atas pahanya terlihat jarinya yang saling bertautan yang sepertinya sangat dek-dekan dengan setiap kejujuran yang terucap dari Sean. Antara dia siap dan tidak siap dalam menghadapi apa lagi yang di katakan Sean.


"Citra kakak hanya tidak ingin kamu melukai Reya. Makanya kakak dan papa menyembuyikan Reya dan semua itu untuk kebaikan keluarga kita dan kakak juga tidak bermaksud apa-apa," ucap Sean dengan lembut yang berbicara pada adiknya itu.


"Apa Citra sejahat itu kak?" tanya Citra yang pasti sangat kecewa dan masih kaget. Ternyata Argantara juga ikut menyembuyikan Reya, "Kakak dan papa melakukan hal itu. Karena takut Citra akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Reya. Kalian menganggap Citra sejahat itu," ucap Citra.


"Bukan begitu Citra. Kakak dan papa punya alasan yang lebih tepat dari pada yang kamu pikirkan. Citra seperti apa yang kakak bilang tadi kepada kamu. Jika Reya selama ini sangat menderita. Dia terus di siksa Tante Erina dan itu yang membuat kakak harus bergerak. Citra tidak ada niat Reya yang lain. Apalagi menghancurkan keluarga kita. Bukannya kita semua adalah korban dan apa yang terjadi sangat tidak adil. Jika kita harus menyalahkan Reya," ucap Sean.


"Lalu bagaimana jika mama tau semua ini apa yang akan terjadi nanti?" tanya Citra.


"Mungkin akan tau. Sama dengan kamu yang juga akhirnya tau. Tetapi lebih baik mama tau sendiri dari pada di beritahu. Karena kakak tidak ingin menambah masalah yang lebih besar lagi," ucap Sean.


"Jadi menurutku dengan menyembunyikan Reya tidak menambah masalah dan kakak tau. Jika Citra saja sangat kecewa, marah dengan kakak dan papa yang menutupi hal ini. Lalu bagaimana dengan mama. Betapa hancurnya mama nanti. Jika akhirnya mama tau. Jika selama ini Reya ada di Jakarta," ucap Citra.


"Kaka akan mengatasinya," sahut Sean meyakinkan Citra.


"Lalu hubungan kakak dengan Reya seperti apa?" tanya Citra. Dia sudah tau sebenarnya. Tetapi masih ingin tau bagaimana cara kakaknya menjelaskan masalah hubungan terlarang itu.


"Kaka mencintainya," jawab Sean yang jujur apa adanya dan membuat napas berat Citra terhembus.

__ADS_1


"Dan ini tidak salah. Kakak menyukai Reya saat dia masih dia 17 tahun dan saat itu aku dan Reya belum saling mengetahui siapa kami dan apa hubungan di antara kami. Kakak pikir bisa melupakan Reya. Namun salah dan saat Reya kembali kakak berusaha untuk membencinya dengan mengikuti apa yang kamu lakukan. Namun sama sekali hal itu tidak berhasil dan justru membuat cinta kakak pada Reya semakin besar," ucap Sean yang sangat jujur menjelaskan semuanya pada Citra.


"Papa tau soal itu?" tanya Citra.


"Tidak Citra dan kakak ingin memberitahu hubungan kami pada mama dan papa. Tetapi Reya masih menahan kakak," ucap Sean.


"Dan kakak pikir setelah memberitahu mana dan papa dengan apa yang terjadi pada hubungan kakak dan Reya. Kakak pikir mereka akan setuju," ucap Citra yang sudah tau ujungnya.


"Kamu benar. Mereka tidak mungkin setuju. Tetapi apapun itu. Kakak tidak akan meninggalkan Reya. Kakak sangat mencintai dan bukan sebagai adik. Tetapi sebagai wanita yang menjadi teman hidup kakak," ucap Sean dengan mantap.


Citra hanya diam saja dengan napasnya yang semakin tidak teratur. Dia sudah tidak tau lagi apa yang harus di katakannya. Jika melihat dari mata kakaknya itu memang sangat jelas terlihat Sean sangat mencintai Reya.


Sean berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Citra berjongkok di depan Citra dengan memegang tangan Citra yang begitu dingin.


Citra hanya diam yang tidak bisa mengeluarkan sepatah kalimat pun. Di sisi lain dia kasihan dengan mamanya yang dibohongi. Namun di sisi lain juga ada sang kakak yang mengalami masalah dengan cintanya dan jelas bagi Citra cinta itu sangat salah dan Citra. Tidak bisa berbicara apa-apa.


**********


Sean dan Reya makan siang bersama di rumah Reya. Di mana mereka duduk berdua dengan bersebalahan.


"Aku tidak percaya jika tanggapan citra seperti itu. Sangat di luar ekspektasi. Aku sudah sangat dek-dekan dan aku pikir akan ada keributan besar. Ternyata tidak separah itu dan Citra malah seperti itu, aku masih benar-benar tidak percaya," ucap Reya yang bernapas dengan lega.

__ADS_1


Sean menemuinya dengan membawakan kabar bahagia. Jika Citra akan pelan-pelan menerima semuanya.


"Iya Reya. Aku juga tidak percaya dengan tanggapan Citra seperti itu. Aku tidak tau kenapa Citra semakin lama semakin dewasa dan lihatlah contohnya. Dia bisa menerima semuanya," sahut Sean.


Reya mengangguk dengan tersenyum. Reya meraih ke-2 tangan Reya dengan menggenggamnya dengan erat.


"Kamu benar Sean. Citra sebenarnya anak yang baik dan bukan sebenarnya. Karena pada kenyataannya dia memang anak baik," ucap Reya yang harus memuji Reya.


"Ya dia sama sepertimu. Kalian berdua sama-sama orang baik," ucap Sean.


"Kamu juga baik dan bahkan sangat baik," sahut Reya yang juga harus memuji Sean. Dan Sean hanya tersenyum dengan mengangguk-angguk saja.


"Reya sekarang Citra bisa di katakan memihak pada kita. Jadi kamu jangan khawatir lagi. Karena semuanya akan jauh lebih baik," ucap Sean dengan menatap Reya dengan intens.


"Baiklah Sean aku mengerti. Tetapi apa Citra mau menemuiku?" tanya Reya.


"Semua itu tidak mudah Reya. Jadi biarkan saja kita memberi Citra waktu. Yang penting Citra sudah bisa memahami semuanya dan pelan-pelan dia akan bicara padamu," ucap Sean. Reya mengangguk-angguk yang merasa jauh lebih lega sekarang.


"Ayo makan lagi!" ucap Reya. Sean mengangguk dan melanjutkan makan bersama dengan Reya.


"Ya Allah. Aku juga berharap. Jika Tante Anggika akan menerimaku seperti Citra yang menerimaku. Aku yakin dia pasti menerimaku," batin Reya yang juga berharap banyak dengan hubungannya dan Anggika juga pelan-pelan akan membaik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2