Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 15 Reya dan Sean


__ADS_3

" Perut Citra sakit," rengek Citra manja membuat Sean tersadar dari lamunannya sebentar.


" Hmmm, kakak tau, kamu pasti belum makan makanya perut kamu sakit," ucap Sean lembut.


" Citra tidak selera makan," jawab Citra.


" Kamu harus makan supaya perut kamu tidak sakit lagi dan pikiran kamu juga cerah," ucap Sean menyarankan pada adiknya itu.


" Baiklah Citra akan makan. Tapi kakak yang buatkan makannya," ucap Citra dengan suara manjanya yang ingin di masakkan kakaknya.


" Baiklah, kakak akan buatkan kamu makan, supaya kamu nanti bisa makan," ucap Sean. Citra mengangguk-anggukkan kepalanya yang tersenyum lebar yang mana Sean memang selalu memanjakannya.


*******


Sean rela tidak kembali bekerja demi untuk merawat adiknya. Sean juga sudah membuatkan makanan kesukaan Citra, selain tampan Sean juga paket komplit yang bisa memasak dan semua makanan yang di masaknya tidak bisa di ragukan lagi.


Setelah membuatkan makanan untuk adiknya Sean pun menyuapi Citra di dalam kamar dengan Citra yang duduk bersilah kaki di atas tempat tidur dan Sean menyuapinya dengan pelan.


" Kalau kakak tidak kepikiran pada Citra. Pasti Citra masih kelaparan sekarang," ucap Citra dengan lahap mengunyah makanannya.


" Berarti kamu menunggu kakak?" tanya Sean dengan menaikkan 1 alisnya.


" Tidak juga sih. Tetapi Citra yakin kakak akan khawatir pada Citra dan pasti datang menemui Citra," sahut Citra yang tersenyum.


" Kakak memang khawatir pada kamu. Jadi jangan membuat kakak cemas dan apa lagi membuat kakak mendengar ancaman-ancaman kamu itu. Kakak tidak mau Citra kamu seperti itu lagi," ucap Sean.


" Iya kak. Itu hanya gertakan untuk papa dan Citra pikir bakalan mempan. Ternyata papa juga tidak peduli," sahut Citra yang terlihat kecewa.


" Sudah jangan memikirkan itu lagi. Lihat wajah kamu kembali murung," sahut Sean.


" Iya kak. Semoga saja papa bisa berubah dan tidak seperti ini lagi dan hatinya bisa luluh dan keluarga kita bisa bahagia seperti dulu lagi," sahut Citra yang berharap banyak.

__ADS_1


" Kita doakan saja. Kamu makan lagi. Supaya perut kamu berisi. Jangan makan sambil menceritakan orang lain. Nanti kamu tersedak," sahut Sean memberi ingat pada adiknya itu.


" Iya," sahut Citra yang melanjutkan makannya.


" Jika Reya terus di sini. Memang pasti akan terus ada kegaduhan. Seharusnya papa tidak bertindak gegabah seperti bahkan Citra bisa melakukan sesuatu di luar dugaannya," batin Sean.


Setelah memberi sang adik makan. Akhirnya Sean pun langsung keluar dari kamar Citra dan Citra juga sudah tertidur. Sean menuju dapur untuk mengembalikan piring tetapi ternyata ada Reya di sana di mana Reya kelihatannya membuka kulkas yang mencari-cari sesuatu.


Sean tidak mempedulikannya dan tetap melanjutkan langkahnya dan bahkan melewati Reya yang masih membuka kulkas. Saat Reya berbalik badan yang akhirnya bertabrakan denga Sean di mana Reya menabrak dada Sean dan membuat jarak ke-2nya semakin dekat dengan sedikit kepala Reya yang terangkat. karena memang Sean jauh lebih tinggi darinya.


Mata ke-2nya saling bertemu dengan tetap di tempat tanpa bergerak sedikitpun.


Flashback.


Reya yang begitu bahagianya memperkenalkan papanya pada Sean Pria yang terus bersamanya yang dikatakan cukup paling dekat dengannya selama ini. Kebahagian itu hancur dengan kenyataan pahit. Bahwa papanya sama dengan papa Sean.


" Jadi selama ini papa mempunyai wanita lain selain mama dan wanita itu juga mempunyai anak dan dia anaknya!" teriak Citra dengan penuh emosi yang tidak terima dengan apa yang terjadi.


" Argggghhh!" Citra berteriak histeris. Jangan tanya lagi pesta itu seperti apa. Pesta itu sudah kacau dan pasti orang-orang di pesta itu mencibir Reya dan ibunya yang pasti sebagai perusak rumah tangga orang.


Sean juga stress dengan kenyataan yang baru iya ketahui dan pasti tidak pernah sebelumnya di bayangkannya jika hal itu akan terjadi yang mana wanita yang pasti special baginya adalah adiknya.


Sean bahkan hancur berkali-kali. Selain penghiyanatan papanya juga dengan Reya yang hubungannya pasti akan berantakan dengan kenyataan Reya adalah adiknya.


Sean marah dan tidak bisa terucap di tempat itu membuat Sean akhirnya pergi meninggalkan pesta itu setelah menatap tajam Reya yang mana air mata Reya terus mengalir.


" Kak Sean!" panggil Reya mengejar Sean. Dengan penuh emosi tingkat dewa Sean menuju mobilnya dan saat membuka pintu Reya menahan tangan Sean.


" Kak Sean tunggu!" cegah Citra, Sean berbalik badan dengan menghempas kasar tangan Citra.


" Aku tidak percaya jika semua ini nyata Reya," ucap Sean dengan suara beratnya.

__ADS_1


" Aku juga tidak tau ini," sahut Reya.


" Tidak mungkin kau tidak tau. Kau dan ibumu tau semuanya dan bahkan tadi mamaku mengatakan. Jika perselingkuhan ibumu dan juga papa ku sudah pernah di ketahui mama. Tetapi apa ibumu Tante Erina masih menjalin hubungan dengan papa sampai detik ini sampai dengan bangganya kau ingin memperkenalkan pria yang kau panggil papa yang juga adalah ayahku!" teriak Sean.


" Kak Sean. Tetapi aku sungguh tidak tau semua ini. Aku tidak tau jika papa sudah menikah dan kakak adalah anaknya. Aku tidak tau semua ini," ucap Reya yang berusaha menjelaskan dengan deraian air matanya yang terus keluar menangis terisak-isak.


" Cukup Reya. Kau jangna bicara lagi. Kepalaku hampir pecah dengan semua ini. Kau jangan berpura-pura di depanku. Atau jangan-jangan ini hanya trikmu saja. Kau mengetahui semuanya dan kau sengaja mendekatiku. Supaya bisa masuk ke dalam keluargaku. Supaya kau dan ibumu semakin di akui," ucap Sean dengan menuduh Reya dengan wajah Sean yang terlihat frustasi, bahkan masih terlihat tersenyum.


" Apa yang kak Sean bicarakan. Aku sama sekali tidak tau apa-apa dan aku tidak pernah punya niat seperti itu," sahut Reya meyakinkan Sean.


" Argghhh!" Sean berteriak dengan mengacak rambutnya frustasi.


" Kak!" lirih Reya dengan memegang Sean dan Lagi-lagi Sean menepis sentuhan Reya.


" Jangan menyentuhku wanita pembohong. Aku sangat muak dengan mu!" teriak Sean dengan suara menggelegar.


" Apa itu salahku," sahut Reya.


" Iya itu adalah kesalahanmu. Kesalahan ibumu yang berselingkuh dengan suami orang dan melahirkan mu darah ayahku mengalir di dalam tubuhmu dan bagaimana mungkin itu bukan kesalahanmu. Seharusnya aku tidak pernah bertemu dengan Reya. Jika tidak ada pertemuan dia antara kita. Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu dan hari ini tidak akan terjadi.


" Kau tau Reya betapa hancurnya diriku. Apa kau puas dengan semua ini. Dia mana aku harus menerima kenyataan jika kau adalah adikku," teriak Sean dengan suara menggelegar Dengan suara yang menggelegar yang mengeluarkan semua apa yang di pendamnya dan Reya hanya menangis tersedu-sedu melihat kemarahan Sean.


" Jangan pernah muncul di hadapanku. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Ini hanya mimpi buruk. Kau bukan adikku dan sampai kapanpun kau bukan adikku," tegas Sean yang tidak menerima kenyataan yang sebenarnya. Napas Sean naik turun dan Sean mengusap kasar wajahnya dengan ke- tangannya dan akhirnya pergi dari hadapan Reya memasuki mobilnya.


" Kak Sean!" Panggil Reya. Sean tidak peduli dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Reya masih mengejar mobil itu.


" Kak Sean!" panggil Reya yang akhirnya terjatuh dan terduduk di aspal dan di pastikan ke-2 lututnya terluka karena tergesek aspal.


" Kak Sean!" teriak Reya yang menagis tersedu-sedu. Kenapa? kenapa masalah ini harus terjadi. Kenapa harus aku. Aku juga tidak menginginkan jika kak Sean adalah kakakku," ucap Citra yang menagis tersedu-sedu. Menangis senggugukan.


" Argggghhh!" Reya berteriak dengan memukul-mukul dadanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2