Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 86 Mempengaruhi.


__ADS_3

Sean masih diam yang terlihat panik dengan perkataan mamanya yang ingin meminta kata sandi Apartemennya.


"Ada apa dengan Sean. Kenapa Sean diam saja. Kenapa dia tidak langsung memberikannya," batin Anggika dengan melihat Sean dengan penuh tanda tanya.


"Gawat. Aku harus segera memindahkan Reya dari tempat itu bisa hancur semuanya. Jika mama tau Reya ada di sana. Karin dia memang masih saja mencampuri urusanku. Semoga saja Karin tidak pernah melihatku bersama Reya. Jika iya semuanya semakin berantakan," batin Sean yang penuh dengan kecemasan.


"Sean kamu kenapa diam?" tanya Anggika.


"Tanggal ulang tahun pernikahan mama dan papa," jawab Sean.


"Oh ternyata semudah itu. Mama sampai tidak kepikiran kalau itu kata sandinya," sahut Anggika.


"Ya sudah Sean mau kekamar dulu!" ucap Sean yang langsung pergi.


"Jangan lupa turun makan malam," sahut Anggika dengan sedikit berteriak dan Sean tidak menyahutnya dan buru-buru kekamarnya.


********


Sean yang mendengar perkataan mamanya menjadi kepikiran dan terus memikirkan masalah itu. Sean tampak begitu cemas yang sudah berada di kamarnya dengan mengusap wajahnya kasar.


"Apa yang harus aku lakukan. Aku harus mendiskusikan semua ini kepada papa. Reya tidak aman tinggal di sana. Aku harus mencarikan tempat tinggal yang aman untuknya. Bukan untukmu tetapi untuk kamu berdua. Aku dan Reya akan menikah dan tidak akan membiarkan Reya tinggal sendirian," batin Sean yang sudah memikirkan hal itu matang-matang.


Dia memang berencana untuk menikahi Reya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Karena Reya tidak ingin orang tuanya tau hal itu hanya saja Sean tidak belum mempunyai waktu yang tepat. Tetapi mungkin dengan datangnya masalah baru, Sean akan mempercepat keinginannya ingin menjadikan Reya sebagai istrinya


*********


Reya berada di Apartemen ingin keluar untuk membuang sampah. Namun baru membuka pintu tiba-tiba Reya melihat Barra dan Regina dari kejauhan membuat Reya kaget dan langsung masuk kembali untuk bersembunyi.


"Barra dan Regina. Aku lupa memberitahu Sean masalah itu," batin Reya baru teringat dengan apa yang di lihatnya tempo lalu dan ingin melaporkan pada Sean. Namun tidak jadi-jadi.

__ADS_1


Barra dan Regina yang berjalan melewati Apartemen Reya terlihat begitu romantis.


"Mereka selama ini bermain di belakang Citra. Sangat kelas Barra bukan laki-laki yang baik. Aku harus membicarakan ini pada Sean," batin Reya.


*********


Di dalam Apartemen Barra. Di kamar Barra bersama Regina. Di mana Barra berdiri di depan Regina dan mendorong Regina sehingga Regina terbaring di ranjang. Barra menyunggingkan senyumnya dan membuka satu persatu kancing kemejanya dan langsung menaiki ranjang yang ingin mencium bibir Regina. Namun Regina memiringkan kepalanya yang seolah menolak Barra.


"Ada apa Regina?" tanya Barra.


"Kamu putuskan Citra," ucap Regina tiba-tiba membuat Barra terkejut dan melihat Regina dengan serius.


"Apa maksudmu?"tanya Barra. Regina mendorong Barra dari atas tubuhnya dan Regina langsung duduk.


"Aku tidak ingin kamu pacaran dengan Citra. Aku ingin menjadi pacar kamu satu-satunya," ucap Regina yang menuntut status yang jelas.


"Aku serius aku ingin kamu putuskan Citra. Aku tidak mau menjadi wanita ke-2 dan berhubungan diam-diam," tegas Regina.


"Apa menurut kamu akan melakukan hal itu," sahut Barra membuat regi


Apa yang di katakan Barra membuat Regina terkejut dan melihat Barra dengan serius.


"Apa maksud kamu Barra. Kamu tidak akan melakukannya? tanya Regina yang terlihat panik.


Barra menyunggingkan senyumnya dan langsung beralih dari atas tubuh Regina dan duduk di pinggir ranjang dan Reginald pun duduk.


"Barra, aku tidak mau pacaran dengan kamu dan kamu juga pacaran dengan Citra. Kalau kamu tidak mau putus dengan Citra. Ya sudah tidak apa-apa aku yang mengalah. Kita selesai saja. Aku tidak mau diam-diam berhubungan dengan kamu di belakang Citra. Aku juga tidak bisa menghiyanati Citra begitu saja," ucap Regina dengan air matanya yang menetes yang sekarang baru menyadari. Jika Barra hanya memanfaatkannya saja.


Barra yang duduk dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan. Lalu melihat Regina yang berada di belakangnya.

__ADS_1


"Regina aku tidak bisa putus dengan Citra begitu saja," ucap Barra.


"Baik tidak apa-apa. Kita jangan ada hubungan lagi," sahut Regina menyeka air matanya dan langsung beranjak dari tempat tidur yang ingin pergi. Namun Barra langsung menahan tangannya.


"Tunggu dulu Regina. Aku tidak mau putus dengannya. Bukan berarti aku tidak menginginkanmu. Regina aku tidak terlalu menyukai Citra. Aku pacaran dengannya. Hanya karena taruhan dengan teman-temanku dan aku bertahan karena aku belum menang taruhan," ucap Barra.


"Apa maksud kamu?" tanya Regina.


"Baiklah aku langsung saja menjelaskan kepada kamu. Aku hanya menyukaimu dan ingin mempertahankan hubungan kita. Setelah aku berhasil memberikan Citra pada teman-teman ku. Aku akan memutuskannya dan kamu sudah tau masalah ini. Jadi kamu harus membantuku," ucap Barra yang membuat Regina semakin bingung.


"Barra aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, memberikan. Apa maksudnya?" tanya Regina heran.


"Kamu tau sendiri kan Regina. Jika Citra adalah wanita jahat, wanita sombong dan suka merendahkan orang dan kamu juga ingatkan dia telah membuatmu terlibat dalam urusan Reya dan kamu bisa melihat betapa jahatnya Citra. Jadi Regin kamu harus membalasnya dan paling tidak kamu sama dengannya," ucap Barra yang membuat Regina semakin bingung.


"Maksud kamu?" tanya Regina.


"Regina kita melakukan hubungan intim karena saling menyukai dan kamu bukan Virgin lagi. Karena aku laki-laki yang beruntung yang sudah mendapatkan kamu dan makanya aku tidak bisa melepaskan kamu dan kamu tau kalau Citra tau kamu wanita seperti itu yang polos tetapi kamu tidak suci lagi. Dia akan mempermalukan kamu, dia akan merendahkan kamu dan aku tidak akan membayangkan. Bagaimana mental kamu di hancurkan olehnya," ucap Barra yang mempengaruhi Regina.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan dan tujuan kata-kata kamu kemana," ucap Regina benar-benar sangat bingung.


"Sudah jelas Regina kamu harus mengerti apa yang aku maksud. Kamu harus sama seperti Citra. Agar Citra tidak bisa membodohi kamu," ucap Barra dan Regina terlihat penuh pikiran.


"Apa kamu ingin tidur dengan Citra?" tebak Regina yang bisa menemukannya kesimpulan.


"Bukan aku. Tetapi orang-orang yang taruhan denganku. Aku tidak tertarik padanya dan jika ada kamu kenapa harus kepadanya. Jadi begini Regina untuk mengakhiri hubungan dengan Citra. Citra harus sama dulu seperti kamu. Dia harus membayar perbuatannya," ucap Barra dengan rencananya yang sangat jahat.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Regina yang sepertinya ingin membantu Barra.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2