
Argantara, Reval dan Citra tetap makan yang makanan Reval juga sudah datang.
"Ehemmm," tiba-tiba Argantara berdehem, membuat Citra dan Reval langsung melihat, "Citra papa seperti harus kembali kekantor. Karena tiba-tiba Sekretaris papa mengabari. Ada tamu dari Itali. Jadi papa harus secepatnya kekantor," ucap Argantara.
"Gitu ya pah," sahut Citra tampaknya kecewa.
"Iya sayang, maaf ya papa tidak bisa temani kamu makan sampai makanannya habis," ucap Argantara yang merasa tidak enak pada Citra.
"Ya sudah nggak apa-apa pah," jawab Citra yang mengerti dengan kesibukan papanya.
"Ya sudah sayang. Kamu sama Reval makannya di lanjutkan. Reval tidak apa-apa kan kamu temani Citra makan?" tanya Argantara.
"Tidak masalah Om," jawab Citra.
"Kalau begitu. Kamu juga tidak akan keberatan kan. Kalau kamu antar Citra pulang nanti?" tanya Argantara. Reval yang di tanya. Tetapi Citra yang tersenyum.
"Baik Om. Jangan khawatir saya akan mengantar Citra pulang. Tapi tidak apa-apa kan kalau pulangnya malam, soalnya saya mau mengajak Citra jalan sebentar. Tapi tidak akan pulang larut malam," ucap Reval yang meminta izin. Citra semakin senyum-senyum sendiri dengan Reval yang sangat gentelment langsung meminta izin pada papanya.
"Tidak apa-apa asalkan anak Om di pulangkan," ucap Argantara dengan bercanda sedikit.
"Kalau masalah itu pasti," sahut Reval.
"Ya sudah kalau begitu Om duluan," sahut Argantara berdiri dari tempat duduknya.
"Papa hati-hati," ucap Citra.
"Iya Citra. Kami jangan merepotkan Reval ya," ucap Argantara.
"Pasti pah," sahut Reval mengangguk tersenyum malu-malu.
"Mari!" sahut Argantara yang langsung pergi. Citra melambaikan tangannya. Dari caranya bicara memang sangat terlihat jika papanya sangat menyukai Reval. Ya tidak seperti Anggika yang belum bertemu saja sudah berspekulasi yang tidak-tidak berbeda dengan Argantara dan Sean yang sepertinya sangat menerima Reval. Karena Reval jauh terlihat sangat positif.
"Citra ayo makan lagi, kenapa jadi bengong?" ucap Reval.
"Iya kak," sahut Citra yang benar-benar salah tingkah.
"Oh iya kamu belum jawab pertanyaan ku. Kamu tadi menangis?" tanya Reval yang masih ingin tau kejelasannya. Benar apa tidak Citra menangis.
"Iya," jawab Citra jujur.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Reval yang rasanya harus tau.
"Oh Citra tadi hanya salah paham dengan papa. Jadi buat Citra kecewa sedikit dan berpikiran yang buruk-buruk mengenai papa. Tetapi setelah mendapat penjelasan dari papa dan juga dari kak Sean. Citra jauh lebih baik dan ternyata apa yang Citra pikirkan tidak benar dan sekarang jauh lebih tenang," jawab Citra.
"Begitu rupanya. Itu mangkanya kamu harus cari tau dulu. Jangan asal berpikir negatif," ucap Reval mengusap-usap pucuk kepala Citra. Hal terkesan manis itu membuat Citra tersenyum salah tingkah dan terus melihat Reval yang terlihat sangat tulus.
"Oh iya kak Reval. Tadi kakak bilang. Mau mengajak Citra untuk jalan-jalan. Memang mau kemana?" tanya Citra yang pasti penasaran.
"Kita habiskan dulu makanannya. Nanti kamu akan tau sendiri," ucap Reval dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu," sahut Citra yang akhirnya melanjutkan makannya lagi.
Hufff
"Ya ampun setiap dekat dengan kak Reval. Jantungku terus berdetak tidak menentu. Tetapi perasaan kak Reval seperti apa ya kepadaku. Aku bahkan menciumnya waktu itu dan dia tidak marah sama sekali. Seharusnya kak Reval sudah tau bagaimana perasaanku kepadanya. Lalu dia menganggapku apa ya," batin Citra yang sekarang jadi galau karena dia dan Reval tidak tau hubungannya sejelas apa.
***********
Reya berbelanja di salah satu supermarket. Kali ini Reya tidak bersama dengan Sean dia berbelanja dengan salah satu asisten rumah tangga yang membantunya membeli beberapa bahan-bahan makanan yang memang sedang kosong.
Asisten rumah tangga yang mendorong belanjaan Reya dan Reya sendiri yang memasuki banyaknya belanjaan kedalam troli. Karena tinggal di rumah itu memang banyak. Bukan hanya Reya saja.
Karena ke-2nya sama-sama sibuk memilih bahan makanan dengan serius tanpa melihat kekiri dan kekanan dan padahal. Jika di lihat dari sisi lain. Mereka berdua saling berdekatan dan banyak kemungkinan akan saling bertemu.
"Apa lagi yang kurang ya," gumam Reya saat memilih buah-buahan.
"Nona Reya kita belum membeli ikan," ucap Art tersebut.
"Oh baiklah, kita pilih ikan dulu," sahut Reya yang mereka berdua langsung menuju tempat Ika yang ternyata Anggika dan artny juga sedang memilih-milih Ikan.
Di luar Supermarket ternyata mobil Reval berhenti yang juga ada Citra di dalamnya.
"Kak Reval mau ngapain ke mari?" tanya Citra bingung.
"Ada yang mau di beli sebentar tidak apa-apa kan kamu menunggu?" ucap Reval yang sebenarnya tidak enak dengan Citra.
"Tidak apa-apa. Tetapi Citra boleh tidak ikut kedalam. Soalnya pasti bosan. Kalau menunggu di dalam mobil," ucap Citra.
"Baiklah Citra kalau begitu. Ayo!" ajak Sean. Citra mengangguk dan membuka sabuk pengamannya yang bersamaan keluar dari mobil bersama Reval
__ADS_1
Citra dan Reval pun langsung memasuki supermarket. Yang tidak tau apa yang mau di beli Reval yang ternyata Reval ketempat buah-buahan yang sepertinya membeli banyak buah.
"Kakak ternyata mau beli buah," ucap Citra.
"Iya buah di rumah lagi habis dan ada juga yang lain. Kamu bantu pilih ya," ucap Reval.
"Oke tidak masalah," sahut Reya, "oh iya kak Reval memang kak hanya tinggal berdua dengan ibu kakak?" tanya Citra sembari tangannya memilih-milih jeruk.
"Tidak. Kebetulan mama tinggal di tempat lain. Saya hanya tinggal sendiri. Namun buah-buah ini untuk mama," jawab Reval.
"Oh begitu rupanya," jawab Citra. Reval mengangguk. Citra pun terus memilih buah bersama Reval. Namun mata Citra tiba-tiba melihat ke lain arah dan sangat tepat mata Citra melihat Reya yang sedang memilih-milih Ika.
"Reya dia di sini juga. Dengan siapa? kak Sean tidak ada?" batin Citra bertanya-tanya melihat keberadaan Rey. Citra merasa Reya akan datang bersama Sean dan bahkan mata Citra berkeliling mencari Sean dan bukan Sean yang di temukannya dan bahkan Anggika yang membuat Citra terkejut dengan matanya yang melotot.
"Mama," lirih Citra yang terlihat sangat schok.
"Gawat. Mama ada di sini. Mama kenapa bisa ada di sini. Bagaimana ini, bisa berantakan jika mama sampai bertemu dengan Reya," batin Citra yang malah panik sendiri dengan melihat mamanya yang jaraknya tidak jauh dari Reya.
"Kak Reval!" tegur Reya.
"Ada apa Citra?" tanya Reval
"Citra ke sana sebentar ya," ucap Citra yang pamit yang seperti ingin melakukan sesuatu.
"Oh ya sudah," sahut Reval. Dengan cepat Citra langsung pergi dan Reval tetap melanjutkan pekerjaannya. Tanpa memperdulikan apa yang di lakukan Citra. Karena menurutnya pasti tidak ada dan biasa saja.
Sementara di tempat Reya dan Anggika. Di mana mereka semakin dekat. Namun belum saling menyadari karena ke-2nya tetap memilih ikan dengan serius dan yang paling menegangkannya sekarang Reya dan Anggika saling pinggung-punggungan yang dapat di pastikan jika 2 orang itu sama-sama berbalik badan langsung akan bertemu.
Citra juga panik sendiri yang tidak tau mau melakukan apa. Dia benar-benar kebingungan dengan wajahnya yang pucat dan bahkan tangannya saling mengatup di pastikan tubuhnya bergetar seperti orang yang ketakutan.
"Sean kira-kira mau tidak ya ikan kerapu?" ucap Reya bertanya pada artnya.
"Coba saja di ambil saja Nona," jawab wanita itu.
Anggika yang di belakang Reya berhenti memilih ikan ketika mendengar nama Sean.
"Sean!" lirih Anggika, "dan suara itu kenapa aku seperti mengenalinya," batin Anggika yang merasa tidak asing dengan suara Reya yang sangat jelas membuat Anggika kepikiran.
Bersambung
__ADS_1