Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 348


__ADS_3

Setelah mereka semua selai dan Renita yang akhirnya meninggal karena terjatuh dari tebing. Akhirnya mereka semua kembali kerumah.


Rasa letih terlihat dari wajah semuanya, ada kebahagiaan dan juga ada kesedihan yang terlihat dari wajah mereka.


"Bi!" panggil Anggika. Bibi pun langsung datang.


"Iya nyonya ada apa?" tanya Bibi.


"Kamu bawa Devan ke kamar, kamu tolong mandikan dan beri susunya," ucap Anggika.


"Nggak usah mah, biar Reya aja yang lakukan," ucap Reya.


"Nggak Reya kamu tidak harus melakukannya. Kamu pasti lelah. Jadi serahkan semuanya pada Bibi," ucap Anggika.


"Iya sayang. Bibi aja yang bawa dan bereskan Devan," sahut Sean yang juga setuju dengan mamanya itu.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Reya yang mau tidak mau harus memberikan putranya itu dan bibi langsung menggendong Devan. Bibi juga biasa membantu Reya untuk merawat Devan. Jadi sudah bisa mengurus Devan dan Reya tidak perlu ragu lagi. Dulu juga waktu Reya berada di rumah sakit. Bibi juga yang membantu Citra. Jadi memang hal itu tidak perlu di ragukan.


"Tolong ya bi," ucap Reya.


"Baik nona," sahut Bibi. Dan Bibi pun langsung pergi untuk memandikan Devan.


Sementara mereka semua duduk di Sofa dengan keletihan mereka masing-masing.


"Mama tidak percaya jika Renita bisa berbuat sekejam itu dan sampai melibatkan Devan. Untung saja kalian tidak apa-apa," sahut Sahila yang masih tidak percaya dengan semua yang terjadi.


"Saat di mobil kalian bercerita sungguh membuat semua orang takut. Apa lagi Sean yang hampir terjatuh dan mungkin jika terjatuh pasti dia sudah tidak ada sekarang," sahut Anggika memijat kepalanya yang tidak ingin membayangkan hal tersebut atas apa yang terjadi pada anaknya tersebut.


"Ya sudahlah mah yang penting sekarang anak-anak sudah baik-baik saja. Kita jangan mengingat atau membayangkan hal itu lagi. Karena sekarang mereka semua sudah bersama kita dan orang yang jahat pada kita sudah pergi. Ya dia jahat. Tetapi bukan berarti kita membencinya. Kita berdoa saja semoga amal ibadahnya di terima di sisinya dan dosa-dosanya di ampuni," sahut Argantara dengan bijak.


"Renita sahabatku dan banyak hal yang aku lalui saat bersamanya. Semua yang terjadi karena dia khilaf dan aku juga memaafkan semua kesalahannya. Semoga saja dia di tempatkan di surga tempat yang paling indah semoga dia bahagia di sana," ucap Reya yang ikhlas dan membuka pintu maaf pada Renita.

__ADS_1


"Aku juga memaafkan apa yang di lakukannya pada keluarga kita. Dia pernah baik dan aku akan mengingat kebaikannya dan melupakan apa yang di lakukannya dan juga sama seperti Reya aku hanya berdoa dia bisa bahagia di atas sana," sahut Reval yang juga tidak menyimpan kebencian. Karena bagaimanapun Renita pernah menjadi orang baik.


"Aku juga sudah memafkannya, semoga maaf kita menjadi jalan yang mulus untuk menuju tempat yang indah di atas sana," sahut Citra yang juga berbesar hati.


"Iya kita doakan saja semoga dia bahagia dan kita jangan mengingat hal ini lagi," sahut Sean menambahi sedikit.


"Mama sangat bangga dengan kalian semua yang sangat dewasa dan bijak dalam menghadapi masalah ini. Kalian tidak menaruh kebencian dan membuka pintu maaf untuk Renita dan memberi doa kepadanya. Kalian memang orang-orang yang sudah di pilih dengan begitu banyak ujian dan kalian orang-orang yang sangat baik," sahut Anggika yang bangga melihat pasangan-pasangan itu.


"Semoga kalian akan tetap seperti ini menghadapi segala masalah yang ada," sahut Argantara.


"Amin," sahut semuanya serentak dan mereka tersenyum dengan kebahagiaan dan kelegaan hati mereka.


Sean dan Reval juga sama-sama merangkul istri mereka dengan berpelukan kehangatan atas kebahagiaan yang sederhana yang ada.


*************


Rumah sakit.


Hari ini Reval menemani istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya istrinya. Masalah yang terjadi kemarin saat Renita menculik Devan membuat Citra melupakan jika dia hamil dan Citra juga banyak lari-lari bahkan sempat di dorong.


Mereka berdua sudah berada di dalam ruangan Dokter. Citra sudah berbaring di atas tempat tidur dan Reval menemaninya di sampingnya dengan Dokter yang sudah memeriksa kandungan Citra.


"Apa terjadi sesuatu pada anak kami Dokter?" tanya Reval.


"Tidak ada masalah pak Reval. Janin Bu Citra sangat kuat dan sangat pengertian. Jadi tidak terjadi hal yang besar. Bu Citra dan janinnya baik-baik saja," ucap Dokter.


"Alhamdulillah," sahut Reval dan Citra sama-sama tersenyum yang mengucap rasa syukur mereka.


"Bu Citra hanya perlu minum vitaminnya saja ya dan aktivitas Bu Citra yang sangat aktif saat mengandung itu membuat janinnya berkembang dengan baik. Hanya saja tetap di ingat jangan Bu Citra tetap memperhatikan kesehatan dan jangan juga kelelahan," ucap Dokter memeberikan saran.


"Baik Dokter," sahut Citra yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah Dokter kalau begitu kami permisi dulu ya. Terima kasih ya Dokter untuk pesannya," ucap Reval.


"Sama-sama pak Reval," ucap Dokter.


Reval menganggukkan kepalanya dan sebelum mereka keluar dari ruangan Dokter mereka berjabat tangan terlebih dahulu.


Citra dan Reval benar-benar lega dengan calon anak mereka yang tidak apa-apa sama sekali. Karena kata Dokter janin Citra sangat kuat dan mungkin juga sangat pengertian pada mamanya.


**********


Sean dan Reya sedang berada di taman di belakang rumah. Reya dan Sean sedang makan sementara Devan seperti biasa sedang di ajak nenek dan kakeknya bermain-main yang mana Devan berada di dalam stoler bayi dan sedang di ajak becanda Anggika dan Argantara.


Sesekali Reya dan Sean melihat ke arah Anggika dan Anggika dengan mereka yang tersenyum melihat Putra mereka tersebut yang begitu di sayangi.


"Sayang sepertinya kehadiran Devan membuat mama dan papa jauh lebih bahagia dan aku lihat-lihat mereka sering dekat," ucap Reya.


"Bagaimana tidak Devan tau jika kakek dan neneknya memang harus selalu dekat-dekat. Makanya mama dan papa sering bersama Devan," sahut Sean.


"Alhamdulillah jika memang Devan menambah kebahagiaan untuk kita semua," sahut Reya.


"Sayang mama sama papa senang kalau banyak anak-anak dan sepertinya itu kode untuk kita berdua memberikan adik Devan lagi," ucap Sean.


"Mama dan papa yang memberikan kode atau kamu," sahut Reya menatap curiga suaminya itu.


"Aku sih sebenarnya," sahut Sean dengan kejujurannya.


"Nanti dulu dong sayang Devan baru juga lahir. Aku juga baru sembuh masa iya mau hamil lagi nanti kasihan Devannya terlalu cepat untuk punya adik. Bagaimana nanti kalau Devan kurang mendapatkan kasih sayang," ucap Reya dengan wajahnya yang cemberut yang menggemaskan.


"Iya-iya sayang, aku hanya bercanda. Kamu langsung serius seperti itu," sahut Sean yang mengelus-elus pucuk kepala Reya.


"Nanti ya. Kalau Devan sudah bisa jalan dan sudah bisa bicara. Kita berikan adik padanyanya," ucap Reya.

__ADS_1


"Baik sayang," sahut Sean yang pasti semuanya harus tergantung istrinya.


Bersambung


__ADS_2