Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab


__ADS_3

"Citra!Citra! Citra!" Sean menuruni anak tangga yang terus memanggil Citra.


"Kak Sean ada apa?" tanya Citra yang ada diruang tamu dan heran dengan Sean yang terus memanggil namanya dengan wajah Sean yang panik.


"Kamu lihat Reya tidak?" tanya Sean.


"Maksud kakak?" tanya Citra.


"Kakak tidak tau di mana Reya. Pagi-pagi begini dia sudah tidak ada dan sejak tadi kakak mencarinya. Namun kakak tidak menemukannya sampai detik ini," ucap Sean dengan panik.


"Kak Sean tenang dulu. Coba kakak telpon dulu!" ucap Citra.


"Sudah Citra kakak sudah menghubungi ponsel Reya. Tetapi Reya tidak mengangkat sama sekali, kakak benar-benar khawatir kepadanya, tidak tau apa yang terjadi padanya," ucap Sean mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang benar-benar sangat khawatir pada sang istri.


"Kemana ya Reya. Citra juga tidak tau, sejak tadi memang Citra tidak melihat Reya," ucap Citra yang ikutan panik.


"Aku harus mencarinya," sahut Sean yang berjalan cepat menuju pintu keluar untuk mencari istrinya yang hilang mendadak.


"Kak Sean, Citra ikut," ucap Citra yang berlari menyusul sang kakak dan saat Sean membuka pintu tiba-tiba pintu sudah terbuka dan ternyata Reya yang membuka pintu.


"Reya!" lirih Sean dengan kagetnya melihat Reya yang berdiri dengan tubuh yang lemas dengan berantakan dan air mata yang keluar dari matanya yang terlihat terjadi sesuatu pada Reya. Hal itu membuat Sean terkejut dan mendekati sang istri namun Reya yang tubuhnya sangat bergetar langsung ingin jatuh dan Sean langsung menahan tubuh Reya sehingga mereka sama-sama terduduk dengan Sean yang memeluk tubuh istrinya yang gemetaran.


Citra terkejut melihat apa yang di depannya sampai Citra menutup mulutnya yang pasti penuh dengan pertanyaan apa yang terjadi pada Reya yang tiba-tiba saja pergi dan bahkan menghilangkan dan tidak ada yang tau keberadaannya.

__ADS_1


"Reya apa yang terjadi pada kamu. Kamu dari mana Reya, kenapa kamu bisa seperti ini ada apa Reya?" tanya Sean dengan wajahnya yang penuh kepanikan yang melihat komdis istrinya.


"A- aku, aku- aku!" Reya sengugukan saat berbicara yang menangis yang membuat Sean semakin memeluknya.


"Ada apa Reya, kamu biacara pelan-pelan. Apa yang terjadi pada kamu?" tanya Sean.


"Aku bukan anak kandung mama dan juga papa!" ucap Reya dengan suaranya yang tertahan yang membuat Sean dan terkejut mendengarnya.


"Aku bukan anak mereka. Aku bukan anak mereka," ucap Reya lagi yang terlihat sangat terluka dengan kenyataan yang di terimanya.


"Apa yang kamu bicarakan Reya. Jangan hanya karena masalah di rumah sakit. Kamu langsung menyimpulkan semua ini," ucap Sean yang merasa istirnya hanya salah saja.


"Aku tidak menyimpulkan sembarangan, apa yang aku katakan berdasarkan buktinya jika aku memang bukan anak kandung mama dan papa," ucap Reya yang menegaskan.


"Aku pergi kerumah aku dan mama dulu yang ada di Jakarta. Rumah itu masih untuk dan masih banyak barang-barang kami dulu di sana dan aku menemukan bukti bahwa aku bukan anak mama. Aku anak yang di ambil di panti asuhan saat 1 hari di lahirkan dan di tinggalkan di panti asuhan," jelas Reya yang ternyata sudah mencari jati dirinya sendiri dan sangat cepat dia menemukan bukti siapa sesungguhnya dirinya.


Citra dan Sean begitu terkejut mendengar apa yang di katakan Reya membuat mereka berdua rasanya tidak percaya ternyata Reya sendiripun bukan anak Argantara.


"Aku juga menemukan Diary mama yang mana ternyata mama sengaja mengambilku karena saat itu aku anak yang di kandung mama telah tiada dan mama mengambilku untuk bisa bersama papa," jelas Reya yang benar-benar menceritakan apa yang di temukannya di rumah mereka dulu.


"Aku bukanlah anak mama kak Sean. Aku bukan anak mama, aku hanya anak yang di ambil dan digunakan sebagai alat untuk masalah mama dan juga papa," lanjut Reya yang bercerita menangis terisak-isak.


Sean hanya berusaha untuk menenangkan istrinya. Dia tau bagaimana rasanya saat mengetahui bahwa orang yang kita anggap orang tua bukan orang tua kita dan ini yang di rasakan istrinya. Sementara Citra meneteskan air matanya saat ikut sedih dengan apa yang di katakan Reya dan sangat jelas betapa terpukulnya Reya dengan kenyataan yang memang sangat pahit itu.

__ADS_1


"Jadi papa dan Tante Erina tidak mempunyai anak dan Tante Erina hanya menipu papa untuk menghancurkan keluarga kami," ucap Sean dengan mengepal tangannya.


Reya mengangkat menggelengkan kepalanya.


"Mereka mempunyai anak kak. Bahkan anak itu lahir sebelum adanya kak Sean," ucap Reya.


"Apa maksud kamu Reya?" tanya Sean.


"Perselingkuhan mama dan papa bukan di mulai 6 tahun pernikahan papa dan Tante Anggika. Tetapi di mulai sejak awal Tante Anggika menikah dengan papa," ucap Reya.


"Maksud kamu?" tanya Sean.


"Aku menemukan banyak bukti di ruang itu dan juga tulisan mama yang mana rasa kecewanya karena pria yang di cintainya yaitu papa menikah dengan wanita pilihan kakek yaitu Tante Anggika dan saat malam pernikahan papa dan Tante Anggika. Papa pergi malam seharusnya menjadi malam pengantin mereka. Tetapi papa malah mendatangi mama dan menghabiskan malam bersama mama," jelas Reya membuat Citra dan Sean terkejut dengan ada saja kenyataan lagi yang mereka dapatkan.


Perselingkuhan itu di mulai saat Tante Anggika dan papa menikah dan dari hubungan haram itu mama hamil. Namun papa memilih untuk pergi dan ingin melanjutkan pernikahannya dan mama hamil anak laki-laki saat itu dan papa tidak tau itu sama sekali. Karena tidak ada pertanggung jawaban dari papa. Mama membuang bayi laki-laki itu ke rumah seorang wanita yang tidak memiliki anak,"


"6 tahun kemudian mama dan papa kembali bertemu dan terjadi kembali perselingkuhan dan sampai pernikahan dan mama hamil lagi sama dengan Tante Anggika saat itu juga hamil Citra dan ternyata anak yang di kandung mama meninggal saat melahirkan dan memutuskan untuk mengambil ku untuk membuat papa tidak bisa lari lagi dari mama. Karena mama tidak ingin melepas papa," jelas Reya.


"Papa sungguh jahat, dia benar-benar hanya menyakiti mama!" lirih Citra yang ternyata lebih parah lagi mendapatkan hal semacam itu yang tidak pernah di duganya.


"Jadi Tante Erina dan papa masih mempunyai anak dan anak itu apa masih hidup?" tanya Sean.


"Dia masih hidup dan dia adalah Reval," jawab Reya yang membuat Sean dan Citra terkejut dengan air mata Citra yang mengalir deras dengan mata yang terbelalak kaget yang benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Reval adalah anak kandung papanya dan artinya dia dan Reval adik kakak.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2