Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 330


__ADS_3

Reya dan Sean masih dalam posisi yang sama dengan tangan Sean yang masih memegang tangan Reya dan menunggu jawaban Reya untuk persetujuan yang ingin 1 kamar.


"Reya! Apa aku belum boleh untuk tidur di kamar kita? di kamar tamu terlalu tidak nyaman, AC nya juga bermasalah dan aku sering tidak bisa tidur," ucap Sean yang mengeluhkan keadaannya selama tertidur di ruang tamu. Tidak tau itu benar atau hanya alasan Sean saja.


"Jadi aku bolehkah untuk di kamar kita?" tanya Sean lagi.


"Ya sudah," jawan Reya melepas tangannya dari Sean dan Reya langsung pergi terlebih dahulu membuat Sean setuju dengan mendapatkan persetujuan dari istrinya itu paling tidak itu awal yang bagus.


*********


Walau di dalam kamar dan satu ranjang Sean dan Reya yang terlihat masih diam-diam saja. Mereka diam-diam bukan karena mereka tidur. Keduanya belum ada yang tidur baik itu Reya ataupun Sean. Reya yang berbaring miring membelakangi Sean dan Sean yang bersandar di ke pala ranjang dengan keheningan di dalam kamar itu tanpa ada obrolan sama sekali.


"Aku lega Reya dengan kamu yang akhirnya tau apa yang terjadi sebenarnya," ucap Sean yang memulai obrolan yang menjurus dengan permasalahannya pada istrinya.


"Aku minta maaf Reya!" ucap Sean.


Reya mengkerutkan dahinya mendengar kata maaf Sean.


"Kenapa jadi kamu yang minta maaf?" tanya Reya tanpa membalikkan tubuhnya.


"Aku salah. Seharusnya aku lebih peka dengan sekitarku, aku lebih hati dan jika aku hati-hati masalah seperti ini tidak akan terjadi. Aku membiarkan Renita masuk ke dalam rumah tangga kita dan itu hal yang sangat aku sesalkan membuat kamu marah, kecewa dan pasti terluka," ucap Sean.


Risya membalikkan tubuhnya dengan perlahan dan melihat ke arah Sean dengan Reya yang perlahan untuk duduk.


"Tapi semuanya kan salah paham. Aku yang salah dan terlalu cepat emosi. Aku tidak mencari tahu dulu, tidak mendengarkan kamu dan iya semua ini juga karena kesalahan ku. Jadi masalah ini terjadi juga karena aku yang ternyata aku tidak sepenuhnya percaya pada kamu," ucap Reya yang akhirnya mengakui penyesalannya.


"Jika ada yang harus meminta maaf. Maka itu aku. Aku yang harus meminta maaf dengan semua kejadian ini. Ini semua terjadi karena kesalahanku. Maafkan aku Sean," ucap Reya dengan menunduk.


Sean tersenyum dan mendekati Reya dengan berada di hadapan Reya memegang bahu Reya dan mengangkatnya sehingga wajah mereka saling bertemu dengan tatapan yang sejajar.


"Aku juga salah. Aku tidak bisa memahami istriku dan seharusnya aku yang lebih dewasa dan peka dalam menjalani semua ini. Karena aku kepala keluarga yang harus bertanggung jawab," ucap Sean dengan memegang ke-2 tangan Reya.

__ADS_1


"Reya kita jadikan semua ini pelajaran untuk pernikahan kita. Bukankah di dalam hubungan kita banyak sekali yang kita alami. Bukankah masalah ini terlalu kecil di bandingkan masalah-masalah sebelumnya. Kita berdua saling mencintai dan yang membuat kita bertahan itu cinta yang setiap hari semakin berkembang. Maka dari itu mari kita jadikan semua ini pelajaran yang indah," ucap Sean dengan bijak.


Reya mengangguk-anggukan kepalanya dengan tersenyum tipis.


"Iya kamu benar ini akan menjadi pelajaran untuk kita. Semoga kita semakin dewasa dalam menjalani rumah tangga ini," ucap Reya.


Sean tersenyum dan memegang pipi Reya dengan mengelus-elus lembut dan mencium kening Reya.


"Aku sangat mencintaimu dan masalah ini tidak akan terjadi lagi," ucap Sean.


"Lalu bagaimana dengan permintaan maafku dengan semua tuduhan ku ke padamu?" tanya Reya.


"Jika istriku meminta maaf. Tidak ada alasan untuk tidak memaafkanmu," sahut Sean.


"Makasih," ucap Reya. Sean mengangguk dan langsung memeluk Reya dengan mengelus-elus punggung Reya.


"Aku sangat mencintaimu Reya," ucap Sean lagi yang kembali mengucapkan cinta pada istrinya itu.


"Aku juga mencintaimu," jawan Reya yang tersenyum lebar yang akhirnya pasangan suami istri itu berbaikan dengan masalah yang menerpa mereka.


"Ada apa Reya?" tanya Sean heran.


"Hmmm, kamu berarti selama ini memakan masakan Renita. Bagaimana apa masakannya enak?" tanya Reya yang penasaran membuat Sean tersenyum.


"Aku tidak tau. Tetapi belakangan perutku sering bermasalah dan mungkin itu jawabannya," jawab Sean .


"Tetapi tidak ada yang cocok dengan lidah ku. Kecuali masakan dari istriku. Karena aku sudah terbiasa memakan apa yang di buat istriku," ucap Sean yang membuat Reya tersenyum tipis.


"Jadi masakanku yang enak?" tanya Reya ingin kepastian.


"Iya sayang," jawab Sean.

__ADS_1


"Kalau begitu aku boleh mengantar makan siang lagi ke kantor?" tanya Reya.


"Kapanpun kamu mau dan aku juga sangat merindukan masakan kamu. Apa lagi nasi goreng special buatan kamu. 1 Minggu lebih kamu menghukumku untuk tidak memakannya. Jadi aku sangat merindukannya," ucap Sean.


"Kalau begitu saat sarapan besok aku akan buatkan," ucap Reya.


"Aku menunggunya," sahut Sean membuat Reya kembali tersenyum dan langsung memeluk Sean kembali.


*********


Pagi-pagi seperti biasa di mana mereka setiap pagi akan sarapan dengan keluarga kecil itu.


Ada hal manis yang terjadi di meja makan itu yang sudah hilang beberapa hari ini. Hal manis apa lagi jika bukan kemanisan Sean dan Reya yang romantis di pagi hari. Reya yang mengambilkan nasi ke piring Sean.


Nasi goreng yang tadi di masaknya. Sean dan Reya yang menikmati makanan itu sembari tersenyum-senyum layaknya pengantin baru yang membuat orang-orang yang ada di meja makan itu jadi iri.


Namun melihat hal itu Anggika dan Argantara sama-sama tersenyum melihat keindahan dalam kedamaian itu. Citra dan Reval juga saling melihat dengan tersenyum yang akhirnya Reya dan Sean sudah berbaikan.


"Hmmmm, jika melihat seperti ini terus mama dan papa bisa awet muda ini," sahut Anggika.


"Kebahagiaan kalian itu memang membuat awet muda," sahut Argantara.


Sean, Reya, Citra dan Reval tersenyum mendengar apa yang di katakan Argantara dan Anggika.


"Reya, Sean. Mama senang dengan hubungan kalian yang sudah baik-baik saja kamu sangat berharap kalian jangan berantem lagi ya kalian harus baik-baik," ucap Anggika dengan tersenyum melihat Reya dan Sean.


"Maaf ya mah, aku sama ka Sean sudah buat mama dan papa kepikiran. Kami janji kami tidak akan bertengkar lagi dewasa untuk menjalani pernikahan ini dan menjadikan masalah yang sebagai pembelajaran ke depan," sahut Citra.


"Iya Reya. Mama dan papa hanya berharap itu dan ini juga Citra dan Reval. Kalian juga akur-akur ya," ucap Anggika.


"Iya mah," sahut Citra dan Reval.

__ADS_1


Mereka semua tersenyum dengan kebahagiaan yang sangat sederhana. Masalah menjadikan mereka semakin dekat dengan banyak pembelajaran dalam pendewasaan diri.


Bersambung


__ADS_2