
Reya memasuki kamarnya yang menghampiri suaminya yang berada di atas ranjang yang mana Sean sedang berada di atas ranjang.
"Apa Citra ada masalah?" tanya Sean yang Reya menaiki ranjang untuk menghampiri suaminya.
"Untuk saat ini Citra tidak ada masalah dia bilang memang hanya mual saja, mungkin kekenyangan makan," jawab Reya.
"Syukurlah kalau tidak ada masalah dengan kesehatannya. Ya sudah kalau begitu kamu juga istrirahat. Kamu seharian sangat lelah masak ini dan itu jadi sekarang kamu sebaiknya istirahat," ucap Sean. Reya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu memeluk suaminya.
"Kamu juga harus istirahat," ucap Reya. Sean menganggukan kepalanya dengan mencium kening Reya dengan lembut,
"Aku mencintaimu," bisik Sean dengan tersenyum lebar.
"Aku juga mencintaimu," jawab Reya.
Mereka memang sekarang merasa jauh lebih bahagia karena banyaknya kebahagiaan yang mereka dapatkan dengan segala pernikahan mereka yang walau pernikahan mereka masih belum seutuhnya mendapatkan restu yang abadi.
************
Pagi-pagi sekali Citra masih merasa tidak enak badan dengan kondisi tubuhnya yang melemah dan bahkan nafsu makannya yang hilang begitu saja.
Citra yang keluar dari kamar mandi yang sebelumnya mual-mual dengan perutnya yang kembali bermasalah.
"Kenapa aku terus mual-mual seperti ini, malah makan tidak mau lagi," gumam Citra yang mengusap perutnya yang terasa mual.
Citra menaiki ranjang dan langsung melihat ponselnya.
"Gejala mual!" Citra langsung share di google yang ingin tau kenapa dia mual-mual tidak jelas seperti itu sampai akhirnya bermunculan artikel tentang masalah perutnya.
Citra membaca artikel itu membulatkan matanya yang kaget dengan artikel yang tertera di layar ponselnya yang mana menjelaskan jika mual-mual yang di alaminya.
"Gejala hamil," lirihnya yang jantungnya langsung berdebar dengan kencang saat yang tertulis lebih menjelaskannya bawa efek dari mual-mualnya karena ada kemungkinan besar dia telah hamil.
"Kepala yang sering pusing, perut tidak enak, nafsu makan berkurang, karena hamil muda yang telah di alami," ucap Citra yang membaca artikel itu dengan suaranya yang bergetar ketika membaca artikel tersebut.
"Tidak mungkin!" lirih Citra yang tiba-tiba takut.
Karena apa yang di bacanya adalah apa yang di alaminya dan bagaimana perasaannya bisa tenang.
__ADS_1
Citra yang panik langsung berdiri dari tempat tidur mengambil tasnya dan langsung buru-buru keluar kamarnya. Citra merasa takut jika apa yang di bacanya adalah kenyataan. Karena Citra mungkin merasa banyak kemungkinan hal yang menakutkan itu terjadi padanya. Karena dia dan Reval melakukan hubungan itu dan tidak ada yabg tidak mungkin jika dia tidak hamil.
Citra keluar dari kamarnya dan langsung buru-buru menuruni anak tangga dengan jalan yang tergesa-gesa.
"Kamu mau kemana Citra?" tanya Reya yang berada di dapur yang melihat Citra buru-buru pergi.
"Aku mau keluar sebentar," jawab Citra yang pergi begitu saja tanpa memberikan alasan yang jelas.
"Mau keluar sebentar. Ya orang juga tau sih dia mau keluar tapi mau kemana dan kenapa sangat buru-buru sekali," batin Reya yang geleng-geleng dengan Citra yang pergi begitu saja.
*********
Citra berhenti di depan apotik ingin memastikan konsinyasi membuat Citra harus tau apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya yang mana dengan penuh keyakinan Citra langsung memasuki apotik tersebut.
"Aku harus memastikan. Aku tidak boleh menduga-duga saja apa yang terjadi. Citra kamu harus tenang, harus tenang Citra," batin Citra yang menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
"Maaf mbak ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita yang bekerja sebagai kasir apotik tersebut
"Mbak saya ingin membeli, membeli," Citra begitu gugup menyampaikan apa yang ingin di belinya.
"Tespeck," jawab Citra dengan pelan.
"Oh tespeck," sahut wanita itu yang membuat Citra hanya tersenyum kaku saja.
"Baik mbak sebentar ya mbak," wanita itu langsung megambil apa yang di inginkan Citra.
"Mau yang seperti apa mbak?" tanya wanita itu yang menunjukkan beberapa merek kepada Citra. Citra jelas bingung karena dia juga tidak tau merek apa yang di inginkannya.
"Yang ini saja mbak," sahut Citra yang mengambil salah satunya dan Citra langsung melakukan pembayaran dengan cepat karena tidak mau terlalu berlama-lama yang nantinya akan ada yang melihatnya.
**********
Setelah mendapatkan tespeck tersebut Citra langsung pulang kerumah kakaknya.
"Citra kamu sudah pulang?" tanya Reya yang lagi-lagi bertemu Citra.
"Iya Reya," jawab Citra dengan tersenyum.
__ADS_1
"Memang kamu dari mana?" tanya Reya.
"Dari apotik," jawab Citra yang keceplosan membuat Reya menatap dengan penuh selidik.
"Apotik?" tanya Reya.
"Hmmm, iya kebetulan aku tadi membeli obat mual makanya dari apotik," jawab Citra dengan tersenyum tipis yang mencoba mencari alasan.
"Ohhhh, begitu ternyata. Lalu bagaimana apa dapat obat mualnya?" tanya Reya dengan memastikan.
"Dapat kok. Ya sudah ya Reya aku kekamar dulu," sahut Citra yang buru-buru pergi karena tidak mau Reya semakin banyak bertanya nantinya dan terakhirnya akan mencurigainya
Reya hanya menghela napas saja dengan Citra yang terlihat gugup dan panik. Namun tidak di ketahui Reya apa akibatnya.
*********
Sampai di kamar Citra langsung memeriksa apa yang terjadi padanya. Memeriksa dengan menggunakan tespeck tersebut yang cara menggunakannya sudah di lihatnya melalui artikel.
Setelah memeriksa menggunakan tespeck tersebut. Citra yang berdiri di depan cermin dengan matanya yang terpejam dengan tangan yang memegang benda kecil itu sampai Citra membuka matanya perlahan dan yakin dengan melihat benda yang mengerikan itu.
Air mata Citra langsung menetes ketika melihat hasilnya yang ternyata apa yang di takutkannya telah terjadi. Garis dua yang ada pada benda itu membuat napas Citra naik turun dengan kepalanya yang geleng-geleng.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin ini tidak mungkin!" Citra berusahalah menolak kenyataan yang ada jika dia sungguh telah hamil dan hamil dari pria yang telah menjadikannya hanya pelampiasan balas dendam yang sengaja untuk menghancurkan hidupnya.
"Tidak!" teriak Citra yang terduduk dengan lemas yang, "aku tidak mungkin mengandung anak laki-laki brengsek itu, itu tidak mungkin, aku tidak ingin mengandung anaknya!" teriak Citra yang memukul-mukul perutnya yang mana Citra memang tidak akan menerima kehamilannya.
Citra mungkin bisa bertambah stress dengan ada saja masalah yang di hadapinya. Mungkin dia akan menerima takdirnya sebagai orang yang di jadikan sebagai balas dendam dan juga kehormatannya yang telah hilang karena telah membayar dosa-dosa masa lalu dari ibunya.
Lalu bagaimana dengan kehamilan yang telah di dapatkannya. Apa kah dia akan menerimanya atau tidak sama sekali. Mungkin tidak akan dapat di terimanya kehamilannya dan belum lagi kehamilan itu bukan hal yang bisa di sembunyikan. Bagaimana dia mengatakan pada kakaknya.
Mengecewakan Sean orang yang mempercayainya selama ini dan pasti Sean akan sangat kecewa dengan Citra yang hamil di luar nikah.
Citra tidak bisa membayangkan kehidupan yang akan di jalaninya akan seperti apa dan mungkin ini yang memang di inginkan Reval. Ingin Citra sehancur- hancurnya secara mental dan fisik agar Anggika mendapatkan karma dari perbuatannya di masa lalu.
Citra lagi-lagi di hadapkan dengan masalah yang besar yang kali ini memang akan membuat untuk menyusul ibu Reval berada di rumah sakit jiwa.
Bersambung
__ADS_1