Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 327


__ADS_3

Suasana semakin tegang dengan Renita yang tidak bisa mengelak dan apalagi mendapat tatapan tajam dari Sean. Dengan wajah Sean yang memerah dan tangan yang masih terkepal.


"Kak Sean dia sengaja melakukan semua ini. Karena ingin menghancurkan rumah tangga kak Sean dan kak Reya. Wanita ini sangat licik dia saat dia gagal menghancurkan rumah tanggaku dan Reval dan sekarang dia ingin melakukannya pada kak Sean. Dia ingin mengambil suami temannya sendiri," ucap Citra yang menunjuk-nunjuk Renita.


"Dan aku yakin lipstik yang ada di saku jas kak Sean milik dia. Karena aku dan Karin menemukan merek lipstik yang biasa di pakaiannya dia sengaja ingin memfitnah kak Sean," lanjut Citra dengan menekankan.


"Itu tidak benar. Jangan menuduhku!" sentak Renita.


"Diam kau!" bentak Sean dengan suara yang menggelegar yang membuat semua di ruangan itu kaget termasuk Renita.


"Jadi kau di balik semua ini!" bentak Sean dengan menekan suaranya.


"Berani sekali kau merusak hubunganku dengan istriku. Kau pikir siapa dirimu!" bentak Sean.


"Aku tidak melakukannya jangan meneriaki ku seperti itu," Bantah Renita.


"Kau masih mengelak dengan semua bukti yang ada," sahut Karin.


"Aku tegaskan kepada kalian semua. Aku keruangan ini karena ingin bertemu dengan nyonya Sari. Jika kalian tidak percaya maka tanya saja. Dia mengajak bertemu karena ada urusan denganmu," ucap Renita yang masih punya alasan. Citra dan Karin sudah geleng-geleng dengan wanita yang sudah tertangkap dengan banyak bukti itu. Namu tetap saja mengelak.


"Cukup!" bentak Sean.


"Kau pikir aku bodoh. Kau sama sekali tidak ada urusannya di Perusahaan ini dan aku diam bukan berarti aku bisa kau bodohi dan apa yang kau lakukan sudah sangat keterlaluan yang sangat lancang masuk kedalam urusanku. Dengan semua rencana murahanmu ini dan tipu muslihat mu," ucap Sean yang menekan suaranya menunjuk tepat di wajah Renita.


"Kau pikir dengan kau melakukan ini kau bisa bebas. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu yang sudah mengacaukan pernikahanku," tegas Sean.


"Sean kau dengarkan aku dulu," ucap Renita.


"Jangan memanggil namaku dengan mulut kotormu itu," teriak Sean.


"Jangan menghinaku Sean," sahut Renita yang juga berteriak.


"Seharusnya kau salahkan istrimu yang sangat lancang kepadaku. Lalu kenapa jika aku suka padamu. Apa itu urusan yang penting. Kenapa jika aku menyukaimu apa itu masalah. Aku punya perasaan dan aku berhak menyukai siapapun," tegas Renita.


"Dasar tidak tau malu. Kau bisa-bisanya mengatakan menyukai suami orang. Kau itu benar-benar wanita sakit jiwa ya," sahut Citra semakin kesal.


"Lalu kenapa jika aku sakit jiwa. Apa itu menjadi masalah untukmu Citra," sahut Renita.


"Sudah cukup. Kau jangan memainkan drama mu di sini. Capek bicara dengan wanita sinting seperti mu. Yang pada intinya apa yang kau lakukan ini akan menerima konsekuensinya dan kau tidak akan bisa tinggal enak yang sudah menghancurkan segalanya," tegas Sean.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Renita panik.


"Kau akan tau sendiri apa yang akan aku lakukan," sahut Sean dengan tatapan matanya yang begitu mengerikan.


"Karin, seret wanita ini dari ruanganku dan buang apa yang sudah di letakkannya di ruanganku!" titah Sean.


"Baik," sahut Karin paling senang melakukannya.


Karin langsung menarik tangan Renita menyeretnya dengan paksa.


"Apa yang kau lakukan?"


"Lepaskan aku!"


"Lepaskan aku!"


"Lepaskan aku!"


"Sudah diam jangan membantah, kau itu tidak pantas ada di sini!"


"Jadi kau itu memang harus di seret,"


Sena menghela napasnya yang mengatur napas yang naik turun itu dengan mengusap wajahnya sampai kepalanya.


"Kak Sean," ucap Citra pelan dengan memegang bahu Sean.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Sean.


"Tidak apa-apa kok kak. Citra baik-baik aja," jawan Citra.


"Kenapa melakukannya sendiri. Seharusnya kamu menceritakannya pada kakak. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada kamu," ucap Sean.


"Citra tidak apa-apa dan lagian ada Karin juga yang membantu," ucap Citra.


"Makasih ya Citra kamu sudah melakukan banyak hal untuk membantu kakak," ucap Sean.


"Sudah seharusnya Citra melakukan itu dan kak Sean tidak perlu berterima kasih," ucap Citra.


"Kakak harus bicara pada Reya tentang semua ini," ucap Sean.

__ADS_1


"Biar Citra yang bicara pada kak Reya dan kalau kak Reya sudah paham. Citra yakin kak Reya yang akan menemui kak Sean," ucap Citra.


"Kakak merepotkan kamu lagi," ucap Sean merasa tidak enak.


"Tidak merepotkan kak Sean," sahut Citra yang tersenyum dan memeluk Sean. Sean merasa lega dengan bantuan Citra hubungannya dan Reya bisa kembali baik.


Sementara Renita yang sekarang di dorong Karin keluar dari Perusahaan.


"Hussss, pergi sana!" usir Karin seperti mengusir binatang.


"Kurang ajar kau," umpat Karin dengan kesal.


"Kau yang kurang ajar mengatai orang sembarangan. Sudah sana pergi. Jauh-jauh dari kehidupan dan Perusahaan ini. Jangan pernah mimpi ingin bersama Sean. Sadar diri kau itu bukan tipenya yang tidak akan bisa mengalahkan istrinya," ucap Karin yang kalau bicara suka benar.


"Tutup mulutmu. Kau jangan mengguruiku," sahut Renita.


"Masa bodoh. Udah sana pergi jangan kembali lagi Keperusahan ini. Yang hanya akan mengotori Perusahaan ini," kesal Karin dan Karin langsung pergi dengan tersenyum penuh kemenangan kepada Renita.


"Arghh sial!" umpat Renita dengan menggertak kan kakinya kelantai.


"Aku benar-benar di permalukan. Lihat saja nanti," umpat Renita yang pergi dengan penuh kemarahannya.


**********


Citra dan Reya berada di taman belakang rumah dengan Reya yang duduk di salah satu bangku dan melihat ponsel yang berisi rekaman percakapan yang ada di ruangan Sean. Kehebohan yang terjadi yang terekam dan di berikan Citra pada Reya di mana Reya menonton Vidio itu sampai selesai dan kembali memberikan ponsel itu pada Citra.


"Jadi sekarang kak Reya sudah taukan apa yang terjadi," ucap Citra.


"Apa semua ini benar?" tanya Reya yang masih ragu.


"Orang sudah ada buktinya. Masa iya masih tidak benar," sahut Citra.


"Kenapa Renita sampai melakukan hal itu?" tanya Reya.


"Mungkin saja dia iri dengan kak Reya. Dia itu wanita jahat yang memang sudah paling benar. Kakak tidak berteman dengannya. Ya karena dia sangat jahat," ucap Citra.


"Kak Reya sekarang sudah tau apa yang terjadi sebenarnya dan Citra berharap kak Reya dan kak Sean bisa baikan dan lagian semua yang terjadi kak Sean juga tidak tau apa-apa dan dia sangat mencintai kak Reya. Aku yakin kak Reya tau itu," ucap Citra yang membuat Reya diam. Mungkin Reya sekarang baru sadar. Jika dia juga berpikiran negatif pada suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2