Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 172


__ADS_3

Karena Argantara tidak ingin melihat Sean dan Reya dan juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan pernikahan itu. Mau tidak mau Sean dan Reya kembali ke rumah yang pernah di tempati Reya yang di berikan Sean kepadanya. Mereka tinggal di sana sudah beberapa hari.


Reya berada di dapur yang sedang membuatkan kopi untuk tamu yang datang kerumah mereka. Tamu yang sedang mengobrol bersama Sean yaitu kakek yang mengunjungi mereka yang ingin tau keadaan ke-2nya.


Setelah selesai membuat kopinya. Reya pun langsung membawanya keruang tamu untuk di berikan pada Sean dan juga kakek.


"Kakek di minum kopinya!" ucap Reya dengan sopan yang meletakkan kopi itu di atas meja.


"Terima kasih Reya," sahut kakek.


"Ya sudah kalau begitu Reya kekamar dulu," ucap Reya.


"Di sini saja Reya," sahut kakek, "kita mengobrol-ngobrol sebentar," ucap kakek.


"Baik kek," sahut Reya yang menurut saja yang duduk di samping Reya.


"Bagaimana keadaan kamu dan juga kandungan kamu?" tanya kakek.


"Baik-baik aja kek. Kami sudah periksa ke Dokter juga. Jadi tidak ada masalah sama sekali," jawab Reya.


"Syukurlah kalau begitu. Kamu terus jaga kesehatan ya. Kamu jangan takut apa-apa. Kakek akan mencoba untuk ada bersama kamu dan Sean dan jika ada apa-apa kamu jangan sungkan-sungkan untuk mengabari kakek," ucap kakek.


"Makasih kakek," sahut Reya tersenyum lega. Begitu juga dengan Sean.


"Aku sebentar angkat telpon dulu," ucap Sean ketika ponselnya berdering. Reya dan kakek mengangguk dan Sean langsung mengangkat telpon yang terlihat ke teras belakang yang meninggalkan kakek dan Reya yang berduaan.


Wajah Reya tidak bisa bohong seperti ingin mengatakan sesuatu, "apa aku tanyakan saja ya," batin Reya dengan gelisah.


"Apa sesuatu Reya yang ingin kamu tanyakan?" tanya kakek yang bisa melihat dari ekspresi Reya.


"Hmmm, tidak kek, tidak ada apa-apa kok," sahut Reya yang sepertinya tidak berani untuk bertanya apa-apa.


"Reya jika ada yang mengganjal. Kamu katakan saja. Jangan di pendam tidak baik loh untuk kamu," ucap Kakek.


Reya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan, "ada yang ingin Reya tanyakan sebenarnya pada kakek," ucap Reya yang akhirnya jujur dengan apa yang ingin di tanyakannya.

__ADS_1


"Ada apa Reya?" tanya jelek yang pasti juga penasaran.


"Kek maaf jika Reya harus menanyakan ini. Tapi ini mengenai apa yang terjadi kemarin saat di rumah papa di mana terjadi pertengkaran dan kakek juga datang saat itu. Yang mau Reya tanyakan ada apa sebenarnya. Kenapa Reya merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dan ini berhubungan dengan pernikahan Reya dan Sean?" tanya Reya yang memang masih penasaran dengan masalah itu.


"Apa kamu berpikiran kenapa saya merestui kalian yang padahal kalian itu sedarah?" tanya kakek balik. Reya menganggukkan pelan.


"Lalu apa yang kamu pikirkan. Apa kesimpulan yang kamu dapat?" tanya kakek yang membuat Reya harus berpikir sendiri.


"Maaf kek. Apa mungkin kakek merestui pernikahan itu karena aku dan Sean tidak sedarah dan tidak ada yang terlarang dari hubungan kami," ucap Reya yang sudah menarik kesimpulan sebelumnya. Namun tidak berani untuk mengungkapnya apa lagi harus pada Sean.


"Apa itu benar kek?" tanya Reya yang ingin tau.


Kakek hanya tersenyum dengan penuh arti yang membuat Reya semakin bingung.


"Reya kakek tau apa yang kamu pikirkan dan mungkin yang kamu pikirkan adalah benar," ucap kakek yang membuat Reya terkejut.


"Lalu siapa di antara kami?" tanya Reya.


Dia tidak bisa menarik kesimpulan. Apa yang membuat mereka tidak sedarah. Karena jika tidak sedarah pasti ada yang tidak kandung di antara ke-2nya dan Reya tidak tau apakah dia atau Sean.


"Reya jangan pernah merasa bersalah dengan hubungan kalian berdua. Kamu sudah tau hubungan kalian berdua itu tidak ada yang terlarang dan pernikahan kalian Sah. Jadi jangan di tambah beban untuk masalah itu. Dan untuk masalah apa yang tanyakan, kamu juga akan tau sebentar lagi. Namun itu juga seharusnya tidak perlu kamu ketahui," ucap kakek yang membuat Reya benar-benar bingung.


Apakah dia harus bahagia dengan apa yang di katakan kakek. Seharusnya bahagia karena pernikahannya tidak salah. Namun Reya tetap penasaran siapa di antara dia dan Sean.


Di tengah ketegangan itu tiba-tiba Sean yang sudah selesai menelpon datang dan kembali duduk di samping Reya.


"Kamu kenapa?" tanya Sean yang melihat kemurungan di wajah Reya.


"Tidak apa-apa," jawab Reya bohong.


"Baiklah Sean dan Reya kakek pulang dulu ya yang penting kakek sudah tau kabar kalian ber-2 dan itu jauh lebih baik. Kalian jaga kesehatan ya," ucap kakek yang berdiri dari tempat duduknya.


"Makasih ya kek sudah mengunjungi kami," ucap Sean.


"Sama-sama. Kamu jaga Reya baik-baik," ucap kakek berpesan.

__ADS_1


"Iya kek," sahut Sean.


"Mari Reya. Kakek pulang dulu!" ucap kakek pamit pada Reya.


"Makasih kek untuk waktunya," sahut Reya tersenyum kaku.


"Biar Sean antar kakek keluar," sahut Sean. Kakek mengangguk dan langsung pergi bersama Sean.


"Apa aku bukan anak papa," batin Reya yang kepikiran tentang status dirinya.


Memang benar sih dia bukan anak Argantara. Tetapi Sean juga bukan anak Argantara dan Anggika. Mereka sama-sama bukan anak Argantara dan pantes tidak sedarah. Hanya keadaan yang mempersulit mereka berdua untuk cinta mereka.


*********


Citra turun dari mobil yang berhenti di kampusnya yang mana seperti biasa dia antar supirnya. Setelah sampai Citra langsung memasuki kampusnya.


Namun saat berjalan langkahinya harus terhenti ketika melihat 1 pemandangan yang membuat hatinya terasa sakit. Di mana Reval yang duduk bersama dengan salah satu mahasiswa dan mereka kelihatan sangat dekat.


Di mana mahasiswi itu yang di sebelah Reval dan di paha Reval terdapat laptop yang membuat ke-2 semakin menempel dengan kepala mereka yang bersentuhan.


Reval terlihat banyak bicara dengan wanita cantik itu dan bahkan mengeluarkan senyumnya dan yang membuat Citra merasa sesak di mana Reval dan wanita itu saling menatap dengan pandangan yang begitu dalam dengan sama-sama tersenyum seperti punya perasaan di antara ke-2nya.


Citra pasti cemburu dengan tangannya yang terkepal dengan apa yang di lihatnya. Bahkan matanya berkaca-kaca melihat Reval pria yang di cintainya itu bersama dengan wanita lain.


Tidak ingin melihat keromantisan itu Citra memilih untuk pergi dengan membawa rasa amarah dan cemburunya yang meninggalkan tempat itu.


Namun kepergian Citra di lihat Reval. Sepertinya Reval sejak tadi tau. Jika Citra ada di sana dan Reval sengaja melakukan hal itu yang pasti untuk menyakiti hati Citra.


***********


Citra harus menangis dengan memegang dadanya yang terasa sangat sesak. Di mana Citra menangis di balik Villar agar tidak ada yang melihatnya.


"Ternyata mama benar Dosen itu semua sama saja. Bukan hanya aku tapi banyak wanita lain. Setelah berhasil menghancurkan ku. Dia bahkan tidak peduli setelah itu langsung mencari mangsa lain. Jahan sangat jahat," ucap Citra yang merasa sesak di Danya dengan perlakuan Reval kepadanya.


Reval tidak pernah membelanya dengan masalah yang di hadapinya dan bahkan sekarang terang-terangan menunjukkan keromantisannya dengan wanita lain dan dirinya tidak pernah di anggap sama sekali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2