Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 284


__ADS_3

Ke-2nya masih saling menatap dengan dalam-dalam dan penuh dengan arti dan perasaan yang mereka rasakan yang seperti apa


Tarrr.


suara petir tiba-tiba terdengar kuat membuat Citra langsung terkejut dan refleks memeluk Reval. Suara petir yang bersamaan dengan hujan deras yang turun. Tidak ada tanda-tanda ingin hujan. Padahal langit cerah tidak mendung sama sekali. Namun tiba-tiba saja sudah hujan deras.


Citra masih berada di pelukan Reval yang benar-benar sangat terkejut dan begitu ketakutan. Namun beberapa saat kemudian Citra sadar dan mengangkat kepalanya tanpa melepas pelukan itu yang saling melihat dengan Reval.


"Maaf," ucap Citra ingin melepas pelukan itu. Dan menjauh dari Reval. Namun Reval menahannya dengan memegang ke-2 pipi Citra dengan jarak mereka yang saling berdekatan yang saling merasakan deru napas mereka.


"Aku ingin tau jawabanmu," ucap Reval dengan suara seraknya yang menatap Citra dalam-dalam.


"Apa kita harus memperbaikinya?" tanya Citra.


"Aku ingin perbaikinya. Tidak ada yang salah lagi dalam hubungan kita dan aku masih mencintaimu Citra dan aku tau kamu juga masih mencintaiku. Kita bisa memulainya dari awal aku dan kamu yang sama-sama saling membuka hati kembali," ucap Reval begitu lembut yang berusaha meyakinkan Citra.


"Aku mencintaimu Citra!" ucap Reval lagi. Citra hanya diam yang mungkin masih ragu dengan hatinya.


Dalam diam dan kebingungan Citra. Tiba-tiba bibirnya merasakan benda kenyal yang ternyata Reval sudah menciumnya dan bukannya menolak ciuman itu. Citra memejamkan matanya yang menerima ciuman lembut itu tanpa menolak sama sekali.


Keduanya berciuman dengan romantis di dalam mobil dengan suasana yang sangat mendukung. Dengan Reval yang memegang kedua pipi itu semakin memajukan wajah agar ciumannya semakin dalam dan Citra sendiri yang menikmati ciuman itu memegang kuat baju Reval


*********


Hujan juga berada di kediaman Argantara. Hujan yang menyeluruh dan Sean yang berdiri di depan kamar mandi yang menunggu istrinya yang sejak tadi mual-mual.


Eheg, eheg, eheg, eheg


"Sayang kamu baik-baik aja?" tanya Sean yang mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Istrinya tidak menjawab dan malah muntah-muntah terus.


Sean menghela napasnya dan langsung membuka pintu kamar mandi dan melihat istrinya yang muntah-muntah di wastafel. Sean berdiri di belakang Reya dengan memijat-mijat belakang leher Reya. Agar semua isi perut Reya cepat keluar.


"Kamu sih dari tadi nggak makan. Kan sudah di beri tahu sayang kamu itu harusnya makan," ucap Sean mengomel. Karena dari istrinya itu belum makan sama sekali.


"Bagaimana mau makan, aku tidak selera," jawab Reya yang mencuci mulutnya.


"Harus di paska dong sayang kalau tidak di paksa kejadiannya akan seperti ini. Nanti maag kamu kambuh bagaimana," ucap Sean mengambil tisu dan melap mulut istrinya. Tubuh istrinya juga terlihat sangat lemas yang tidak berdaya sama sekali.

__ADS_1


"Lihat kamu juga kurang sehat, tubuh kamu hangat, ini pasti gara-gara kamu tidak makan," ucap Sean yang harus cerewet kalau sudah masalah kesehatan.


"Kita kerumah sakit ya," ucap Sean yang ingin cepat-cepat bertindak.


"Aku nggak apa-apa sayang, nggak perlu kerumah sakit," ucap Reya yang menolak dan langsung memeluk suaminya.


"Tidak apa-apa bagaimana. Kamu itu jelas-jelas mual-mual seperti ini," ucap Sean.


"Tapi ini tidak apa-apa sayang," tegas Reya yang merengek manja.


"Ya sudah kita makan ya. Kalau tidak mau makan. Aku akan telpon langsung Dokter," tegas Sean.


"Issss kamu pakai ancam-ancam segala," ucap Reya kesal.


"Makanya harus makan," tegas Sean.


"Ya sudah tapi sedikit ya dan harus di suapi," ucap Reya dengan manjanya.


"Baiklah," sahut Sean yang langsung menggendong istrinya ala bridal style dan langsung membawa istrinya keluar dari kamar mandi.


Begitu keluar dari kamar mandi Sean langsung mendudukkan istrinya di atas tempat tidur. Kebetulan memang makanan sudah ada di atas nakas yang sebelumnya Sean menyuruh artnya untuk membuatkan makan malam untuk istrinya.


"Aku mau makan pakai ayam gorengnya aja. Nggak mau pakai yang lain," ucap Reya dengan permintaannya. Karena memang ada beberapa makanan yang lain dan Reya mau makan pakai ayam goreng saja.


"Kamu ini sudah seperti Upin Ipin aja," ucap Sean.


"Isss namanya juga seleranya hanya itu," sahut Reya dengan wajah cemberutnya.


"Iya-iya sekarang makan. Jangan banyak drama lagi," ucap Sean yang langsung menyuapi istrinya itu.


"Enak kan?" tanya Sean.


"Biasa aja," sahut Reya. Sean hanya geleng-geleng saja dan kembali menyuapi istrinya.


"Oh iya sayang Citra sudah pulang?" tanya Reya sembari mengunyah makanan yang di berikan suaminya.


"Belum mungkin masih di jalan. Lagian juga hujan. Jadi pasti ada kesulitan untuk pulang," jawab Sean.

__ADS_1


"Tapikan pakai mobil?" tanya Reya.


"Kamu juga tau sendiri mobilnya juga kempes ban. Tadi papa bilang. Jadi ya pasti sama Reval masih belum bisa pulang. Paling sebentar lagi. Kamu jangan khawatir," ucap Sean.


"Nggak kok. Kalau perginya sama Reval aku mana khawatir," ucap Reya, "oh iya sayang kamu setujukan kalau Citra balikan sama Reval kan mereka berdua tidak ada hubungan saudara?" tanya Reya.


"Yang mana yang terbaik saja untuk Citra dan dia juga sudah dewasa dan kakaknya pasti juga tau apa yang terbaik," jawab Sean dengan simple.


"Kamu juga kakaknya," sahut Reya.


"Iya. Kita berdua kakaknya. Ya sudah kamu makan lagi. Jangan banyak cerita, kita doakan yang terbaik untuk mereka," ucap Sean.


"Iya," sahut Reya yang kembali makan dengan lahap.


Yang ternyata orang yang barusan saja mereka ceritakan sudah kembali. Reval keluar dari mobil dengan buru-buru dan membuka pintu mobil untuk Citra dan menutupi kepala Citra dengan jaket. Karena takut Citra basah padahal hanya sebentar saja.


Sampai mereka akhirnya memasuki rumah.


"Kamu tidak basahkan?" tanya Reval.


"Nggak kok," jawan Citra.


"Reval Citra," sapa Anggika yang datang bersama Argantara menghampiri Citra dan Reval.


"Mah," sahut Citra.


"Maaf saya membawa Citra pulang agak lama. Karena memang hujan sangat deras dan pihak bengkel tadi datangnya juga lumayan lama," ucap Reval merasa tidak enak.


"Iya mah maaf," sahut Citra.


"Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting kalian sudah pulang," sahut Anggika.


"Ya sudah Citra, Tante aku pulang dulu ya," ucap Reval pamit.


"Reval kamu menginap di sini saja. Ini sudah malam," ucap Argantara.


"Iya Reval kamu menginap di sini saja ya. Biar bibi siapkan kamar untuk kamu," sahut Anggika yang juga setuju.

__ADS_1


Citra melihat Reval yang seakan memberi kode Reval dan Reval menganggukkan kepalanya yang mungkin harus mengingat kata Citra untuk tidak membuat jarak dengan orang tua kandungnya. Maunya Reval jelas membuat Argantara bahagia dan juga Citra maupun Anggika.


Bersambung


__ADS_2