
Terkadang memang penyesalan selalu datang terlambat. Ya Reval sangat banyak bersalah sudah salah. Karena dendam yang salah dan mengorbankan Citra dan sekarang salah lagi dengan orang-orang yang menyerangnya sewaktu di rumahnya yang ternyata perbuatan Barra dan hanya karena Anggika ada di sana waktu itu.
Jadi Reval menuduh Anggika yang tidak-tidak. Padahal bukan Anggika pelakunya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur ya mau bagaimana lagi mungkin itulah yang terjadi dan tidak ada yang bisa berbuat apa-apa. Dan hanya permintaan maaf yang bisa di lakukan dan Anggika sepertinya sekarang jauh lebih plong dan memaafkan saja. Karena dia juga salah yang melarang Citra dan Reval waktu itu.
***********
Anggika, Citra dan Reya sedang makan siang bersama di ruangan Argantara. Yang kebetulan ruangan itu sangat besar dan tempat Argantara ada pembatasnya untuk ruangan pengunjung. Jadi sangat tidak mengganggu Argantara yang masih kritis di dalam sana.
"Mah makasih ya sudah membelikan Citra makan siang," ucap Citra.
"Kamu ini jangan berlebihan Citra. Mama ini mama kamu, jadi sangat wajar memperhatikan kesehatan kamu," ucap Anggika.
"Iya mah," sahut Citra, "oh iya mah, apa mama selama pergi. Mama baik-baik saja?" tanya Citra.
"Bukannya jika orang yang sudah bersama kakek kamu, hidupnya akan tenang dan tidak akan ada masalah. Jadi mama selama bersama kakek baik-baik saja," ucap Anggika dengan apa adanya.
"Syukurlah kalau begitu. Citra benar-benar terkejut karena mama pergi dan saat Citra tanya pada papa. Papa bilang tidak tau dan papa juga tidak ingin mencari dan saat itu Citra banyak mengetahui hal yang tidak Citra ketahui, termasuk kak Sean bukan anak mama dan papa," ucap Citra.
"Kamu sudah tau hal itu?" tanya Anggika dengan wajah senduh nya.
"Aku mengetahuinya dari papa dan jujur aku sangat kaget mendengar berita itu," ucap Citra.
"Apa aku juga sebaiknya harus memberitahu Citra. Jika Citra juga bukan anakku dan mas Argantara. Tetapi ini bukan waktu yang tepat Citra pasti tidak siap. Apalagi dengan kondisi seperti ini. Aku menahannya saja dulu sampai waktunya tiba," batin Anggika yang mengubah keputusannya untuk menceritakan asal usul Citra yang sebenarnya bukan anak kandungnya dan juga Argantara.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan kamu Citra saat tau Sean bukan kakak kamu?" tanya Anggika.
"Shock pasti mah, tidak terima dan pertanyaan kenapa. Tetapi Citra tidak pernah mempermasalahkan itu, karena bagi Citra kak Sean kakak kandung Citra atau bukan, bagi Citra itu sama saja. Karena sampai detik ini pun Citra bisa merasakan kasih sayang kak Sean kepada Citra. Walau kamu bukan adik kakak," ucap Citra yang sangat tenang berbicara membuat Anggika dan Reya tersenyum mendengar apa yang di katakan Citra.
"Mama senang Citra dengan kamu dan Sean tidak ada masalah dan tidak mengubah apa-apa di antara kalian, meski kalian tidak sedarah dan mama senang dengan kedewasaan kamu dalam menyikapi dan menerima semuanya dengan mudah. Mama benar-benar sangat senang Citra," ucap Anggika.
"Citra banyak belajar dari Reya mah. Karena kita tidak tau kejutan-kejutan apa lagi yang ada nantinya. Jadi dengan semua arahan yang di berikan Reya menjadi masukan untuk Citra dan membuat hidup Citra jauh lebih baik," ucap Citra dengan tersenyum melihat ke arah Reya.
"Jangan berlebihan Citra. Aku hanya mengarahkan dengan apa yang alami saja," sahut Reya.
"Mama sangat senang dengan kedewasaan kamu dan sangat berharap hati kamu akan lempang dengan kejutan-kejutan yang mungkin membuat kamu shock kedepannya," ucap Anggika yang sudah mmeberi-beri kode
Citra.mengangguk dengan tersenyum.
"Karena kamu juga akan lebih kaget lagi Citra dengan kamu yang juga bukan anak mama dan mama tidak tau bagaimana cara memulai pembicaraan ini pada kamu," batin Anggika yang memikirkan masalah status Citra.
"Iya Zee mama memang ingin berpisah dengan papa kamu," jawab Anggika apa adanya.
"Mama yakin?" tanya Zee. Anggika menganggukan kepalanya yang seolah-olah benar-benar sangat yakin.
Meski dia datang kerumah sakit untuk melihat kondisi Argantara. Tetapi Anggika tidak akan mengubah keputusannya untuk berpisah.
"Kamu dan Sean sudah dewasa dan pasti mengerti dengan apa yang mama rasakan dan mama berharap, kalian berdua mensuport mama dan tidak menyalahkan pihak mama atau papa. Kalian semoga paham dan mengerti dengan keputusan kami berdua," ucap Anggika.
__ADS_1
Citra tidak berani lagi berpendapat. Dia tau penderitaan mamanya dan selama ini mamanya juga bertahan demi dia dan Sean dan mungkin ini sudah cukup dan seharusnya memberikan waktu untuk kebahagiaan mamanya.
"Sudah-sudah jangan membahas itu lagi, ayo kita lanjutkan makan," sahut Anggika mencairkan suasana dan Citra mengangguk yang melanjutkan makan dengan raut wajah yang tidak bersemangat.
"Reya kaku coba mie nya," ucap Anggika yang memberikan mie kepiring Reya.
"Makasih Tante," sahut Reya yang tersenyum pasti sangat senang telah mendapat perhatian.
"Sama-sama," sahut Anggika, "kamu juga pasti belakangan ini mengalami masa sulit yang sangat banyak. Apa lagi masa-masa sulit kamu dengan mama kamu yang terlibat dalam hal ini," ucap Anggika.
"Iya Tante," sahut Reya.
"Dan kamu Citra. Mama melihat Reval ada di rumah sakit ini dan ikut berpartisipasi dengan menyelidiki kasus ini. Apa hubungan kamu dan dia sudah kembali seperti dulu?" tanya Anggika membuat Citra dan Reya sama-sama melihat kearah Anggika.
"Tadinya iya mah dan Citra memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami dan kalau mama melihat di ada di sini dan ikut mengurus papa dan juga menyelidiki kasusnya. Itu karena dia hanya menjalankan tugasnya sebagai anak," jawab Citra membuat Anggika terkejut.
"Maksud kamu?" tanya Anggika dengan wajah kagetnya.
"Mama mungkin belum tau. Jika Reya bukan anak kandung Tante Erina dan juga papa. Tetapi anak kandung mereka adalah Reval dan mama juga tau jika Reval bukan anak kandung Tante Sahila," jawab Citra membuat Anggika terkejut yang memang baru tau hal itu.
"Kamu sungguh Citra?" tanya Anggika.
"Iya Tante, Reval anak yang pernah di titipkan Tante Erina ke panti asuhan yang sudah di katakan meninggal sama papa dan mungkin Tante tau semua cerita itu dan anak yang di bicarakan itu adalah Reval," sahut Reya membenarkan semuanya.
__ADS_1
Anggika benar-benar terkejut. Dia tau semuanya masalah suaminya yang mulai sejak kapan berselingkuh darinya. Namun masalah anak yang dia juga tau tidak di sangka anak itu masih ada dan ternyata Reval. Jadi jelas Anggika sangat terkejut.
Bersambung