Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 287


__ADS_3

Akhirnya setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit Reya bisa kembali kerumah bersama keluarganya dan Reval juga ikut mengantarkan Reya pulang bersama yang lainnya.


"Alhamdulillah kita sudah sampai dengan selamat. Sean kamu sebaiknya bawa istri kamu untuk beristirahat," ucap Anggika yang memberikan saran kepada Sean.


"Iya Sean, ingat kata Dokter Reya perlu beristirahat," sahut Argantara menambahi sedikit.


"Baiklah pah. Ayo sayang kita istirahat kekamar!" ajak Sean.


"Iya," jawab Reya. Sean pun memapah sang istri untuk segera beristirahat di kamar.


"Hmmm, kalau begitu aku juga harus pulang. Mama dirumah sendirian dan aku juga tadi belum sempat mengabari mama," ucap Reval yang juga harus pamit.


"Ya sudah Reval salam ya untuk mama kamu," ucap Anggika.


"Iya Tante," jawab Reval.


"Lain kali kamu juga menginap di sini ya," ucap Argantara yang masih ingin Reval lama-lama tinggal bersamanya.


"Iya," jawab Reval dengan datar.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Reval menundukkan kepalanya dan langsung pamitan.


"Biar aku antar ke depan kak," sahut Citra. Reval hanya mengangguk dan mereka bersama-sama pergi keluar.


Anggika mengusap pundak suaminya membuat Argantara melihat ke arah Anggika dan memegang tangan Anggika.


"Percayalah pelan-pelan semuanya akan baik-baik saja. Reval akan menerima kamu dengan seluas hati seiring berjalannya waktu," ucap Anggika yang memberikan semangat kepada suaminya.


"Aku juga mengharapkan hal yang sama. Aku tidak akan berhenti berusaha untuk membuat Reval nyaman bersamaku," jawab Argantara.


"Ya sudah mas. Sekarang ayo kita masuk. Kita juga harus beristirahat," sahut Anggika. Argantara mengangguk dan suami istri itu pun pergi menuju kamar mereka.


Sementara Citra yang mengantarkan Reval menuju mobilnya.


"Ya sudah Citra aku pamit ya. Makasih untuk semuanya," ucap Reval yang berdiri di depan Citra.

__ADS_1


Citra mengangguk dengan tersenyum, "kak Reval hati-hati," Icao Citra. Reval mengangguk. Namun sebelum pergi Reval mencium lembut kening Citra membuat mata Citra terpejam.


"Kamu istirahat ya," ucap Reval selesai melepas kecupan itu dengan memegang pipi Citra.


"Iya kak Reval. Kakak juga begitu sampai rumah langsung istirahat dan salam untuk Tante Sahila," ucap Citra.


"Pasti. Ya sudah aku pamit dulu," ucap Reval yang akhirnya pergi dengan memasuki mobilnya dan Citra tidak lupa melambaikan tangannya sampai mobil itu sudah pergi. Citra tersenyum dengan menghela napasnya. Lalu memasuki rumahnya setelah kepergian Reval.


**********


Walau hamil tidak mungkin membuat Reya berdiam diri di kamar. Dia tetap aktif beraktivitas dan bahkan pagai ini Reya masih ikut membuat sarapan di dapur. Yang lainnya masih tidur termasuk suaminya yang di tinggalkannya masih tertidur. Namun Reya. Tetap pada kewajibannya untuk membuatkan sarapan pada suaminya dan semua orang yang ada di rumah.


"Kak Reya!" pekik Citra yang terkejut melihat Reya yang sibuk di dapur.


"Citra kamu itu ya ngagetin aja," sahut Reya.


"Kakak ngapain di dapur?" tanya Citra heboh.


"Ya kami lihat sendiri. Ngapain lagi kalau bukan memasak," jawab Reya dengan santai.


"Astaga Citra kamu ini apa-apaan sih. Orang biasa aja. Kamu jangan terlalu berlebihan. Ini hanya memasak saja," sahut Reya yang kembali mengambil pekerjaan yang sudah di jauhkan Citra itu.


"Kakak itu hamil jadi apa yang kakak lakukan bukan hal biasa. Jangan aneh-aneh deh kakak. Nanti keponakan aku sampai kenapa-kenapa bagaimana?" tanya Citra yang begitu seriusnya.


"Citra. Walau hamil kita juga tidak boleh malas-malasan dan kakak juga bawaannya lagi pengen rajin. Jadi kamu itu sangat berlebihan. Karena kakak tidak apa-apa sama sekali. Kakak santai dan baik-baik aja dan lagian harus produktif yang penting hati-hati," tegas Reya.


"Tapi kak!" rengek Citra.


"Shutttt, kamu jangan ganggu dan larang kakak. Dari pada kamu bikin rusuh. Sekarang kamu bantuin aja kakak," tegas Reya.


Citra hanya diam dengan menghela napasnya, " jangan mumet seperti itu. Ayo bantuin kakak," ucap Reya.


"Iya-iya. Tapi kakak harus hati-hati ya. Jangan sampai bayinya kenapa-kenapa," Icao Citra dengan penuh penekanan dan penegasan.


"Iya Citra," sahut Reya. Citra mau tidak mau harus membantu Reya sekalian mengawasi Reya. Dia memang ikut-ikutan parno yang padahal yang hamil Reya. Ya Citra saling menjaga dengan kakaknya itu.

__ADS_1


"Oh iya Citra bagaimana hubungan kamu dengan Reval?" tanya Reya tiba-tiba.


"Kok jadi bahas masalah Reval?" tanya Citra heran.


"Kak tidak apa-apa. Kakak juga ingin tau bagaimana dengan hubungan kalian. Soalnya kakak lihat kalian berdua sangat dekat belakangan ini. Apa kalian berdua sudah baikan?" tanya Reya yang kepo.


"Doain aja yang terbaik ya kak. Aku sama kak Reval baik-baik aja," sahut Citra.


"Itu bukan jawaban. Yang kakak ingin tau apa iya kamu dan Reval sudah jadian kembali?" tanya Reya yang butuh kejelasan.


"Issss kak Reya. Apa-apaan sih kenapa tiba-tiba jadi tanya hal seperti itu," sahut Citra yang malu-malu.


"Kamu itu tinggal jawab aja apa susahnya sih. Kan tidak ada yang salah dengan hubungan kalian berdua," ucap Reya.


"Iya-iya aku sama Reval memutuskan untuk saling memberi kesempatan dan sama-sama memperbaiki semuanya," jawab Citra dengan jujur.


"Alhamdulillah kalau begitu. Kakak ikut senang mendengarnya. Kalau begitu jangan lama-lama lagi. Ayo kamu sama Reval buruan untuk menikah," ucap Reya sedikit mendesak Citra.


"Nanti dulu kak. Citra masih kuliah dan belum selesai. Nanti kalau sudah wisuda baru menikah. Hanya tinggal selangkah lagi kok," ucap Citra yang memang perencanaan pernikahan belum kepikiran. Karena dia juga yang masih kuliah dan dia dan Reval juga belum membahas hal itu.


"Kakak mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua dan semoga hubungan kalian semakin langgeng," ucap Reya memberi doanya.


"Makasih kak Reya," sahut Citra, "hmmm tapi nih ya kak Citra juga pengen kak Reval sama papa hubungannya juga bisa di perbaiki," ucap Citra tiba-tiba yang mengingat jarak yang ada antara Reval dan Argantara yang belum membaik.


"Kakak juga ingin hal itu. Apa lagi melihat papa yang sepertinya sangat berharap banyak. Tetapi kembali lagi mungkin saja Reval butuh waktu dan kita tidak bisa memaksanya," ucap Reya berpendapat.


"Iya nanti Citra akan coba membicarakan hal itu pada Reval," sahut Citra.


"Iya kita doakan saja yang terbaik. Baik dari hubungan kami dan Reval dan juga hubungan papa dan Reval," ucap Reya.


"Iya kak Reya," sahut Citra.


"Ya sudah ayo masak lagi. Dari tadi ngobrol mulu masaknya nggak jadi-jadi," ucap Reya.


"Iya bawel," sahut Citra yang mana ke-2nya sama-sama tersenyum.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2