Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 250


__ADS_3

Citra dan Reya sama-sama berada di kamar mandi umum yang sedang mencuci tangan di wastafel dan Reya melanjutkan dengan memperbaiki make-up-nya dan Citra masih mencuci tangannya. Namun tiba-tiba pandangan Reya mengarah pada pergelangan tangan Citra yang merah-merah.


"Tangan kamu kenapa Citra?" tanya Reya heran.


"Oh ini, biasalah habis minum yogurt tadi. Ternyata di minuman yang aku beli ada campuran yogurt nya dan hasilnya seperti ini" jawab Citra dengan santai.


"Kamu Alergi yogurt?" tanya Reya.


"Iya. Tapi nggak terlalu parah kok, palingan hanya memerah di bagian tangan dan jua..."


"Di punggung," sahut Reya yang malah melanjutkan kalimat Citra dan Citra kaget mendengar tebakan Reya yang seolah benar.


"Kamu kok tau?" tanya Citra heran.


"Ya Taulah, ternyata semua orang yang alergi yogurt itu sama saja ya efeknya, memerah di pergelangan tangan dan juga di punggung," jawan Reya.


"Jangan bilang jika kamu juga alergi sama yogurt," sahut Citra menebak.


"Ya aku juga alergi," sahut Reya yang ternyata sama-sama alergi dengan Citra yang pantasan saja bisa tau.


"Ya ampun kok bisa sama ya," sahut Citra yang cukup kaget.


"Aku juga tidak percaya. Ternyata Alergi aneh itu ada juga yang sama denganku," sahut Reya.


Citra dan Reya tertawa-tawa dengan geleng-geleng yang tidak percaya mereka sama-sama punya alergi yang sama ternyata.


*******


Reya dan Sean berada di dalam mobil yang mana mereka berdua ingin pulang kerumah mereka. Karena Argantara juga sudah baik-baik saja dan lagian ada Citra dan Anggika yang menjaganya Reya dan Sean ingin tidur di rumah mereka dulu yang bisa di katakan cukup lama tidak mereka tempati.


Tidak lama akhirnya mobil mereka sampai di kediaman mereka dan Sean dan Reya langsung sama-sama keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah mereka.

__ADS_1


"Kamu mau makan lagi biar aku masakkan?" tanya Reya.


"Tidak usah sayang, kita istirahat aja. Kamu pasti capek," jawan Sean.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Reya yang mengangguk dengan tersenyum yang mana mereka bergandengan tangan yang melanjutkan langkah mereka menuju kamar mereka berdua.


Sesampainya di kamar. Reya mengeluarkan pakaian tidur untuk dia dan suaminya dari dalam lemari.


"Aku mandi duluan ya," ucap Reya.


"Iya sayang," sahut Sean. Reya pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu dan Sean menghela napasnya yang duduk di pinggir ranjang. Sean juga pasti terlihat sangat lelah.


"Alhamdulillah kondisi papa sudah membaik dan Tante Erina juga sudah di penjara dan mama dan Reya seperti hubungan mereka semakin hangat. Aku benar-benar sangat bahagia dengan semuanya kemudahan ini," batin Sean yang merasa sangat lega.


**********


Sean dan Reya sama-sama berada di atas tempat tidur dengan Sean yang bersandar pada kepala ranjang dan Reya yang memeluknya dengan mereka yang sama-sama melihat ponsel yang di pegang Sean yang sepertinya ke-2nya bersantai sambil melihat Vidio yang tampak lucu sampai keduanya terkadang senyum-senyum.


"Aku tau itu," jawab Sean melihat kearah Reya.


"Tau apa kamu. Memang kamu tau aku bahagia kenapa?" tanya Reya heran.


"Aku tau sayang," jawab Sean.


"Masa iya. Memang aku bahagia kenapa coba?" tanya Reya.


"Kamu sama mama yang semakin dekat. Bahkan kamu tadi berpelukan dengan mama," jawab Sean yang memang tau apa yang membuat istrinya bahagia.


"Kami kok tau sih?" tanya Reya heran.


"Aku melihatnya dan aku juga sangat bahagia melihat kamu dan mama seperti itu," jawab Sean.

__ADS_1


"Aku juga tidak percaya. Jika mama benar-benar sangat menerima ku dengan baik. Aku benar-benar tidak menduganya," ucap Reya.


"Iya itu semua berkat kesabaran kamu. Akhirnya mama benar-benar menerima hubungan kita dan ini hikmah dari semua kejadian yang kita lalui bersama-sama. Makasih Reya kamu sudah bertahan di sisiku meski begitu banyak yang terjadi. Tetapi kamu tetap di sampingku membantuku melewati semuanya," ucap Sean dengan tulus yang menatap mata istrinya begitu dalam.


"Aku yang berterima kasih pada kamu. Kamu juga selalu ada di sisiku, mendampingiku dan tidak pernah meninggalkanku. Kita berdua sama-sama berjuang untuk semua ini. Jadi aku juga sangat berterima kasih pada kamu suamiku yang sangat aku cintai," ucap Reya dengan matanya yang berkaca-kaca.


Sean tersenyum dan langsung mencium lembut kening Reya.


"Semoga pernikahan kita akan terus seperti ini, bahagia selalu dengan sama-sama kita saling mendampingi," ucap Sean dengan harapannya.


"Aku juga mengharapkan hal yang sama sayang," sahut Reya. Sean mengangguk-angguk kepalanya.


"Oh iya sayang. Apa perlu ya aku harus mencari orang tua kandungku?" tanya Reya membuat wajah Sean langsung berubah menjadi serius.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Sean.


"Tadinya aku tidak kepikiran. Tetapi mama Anggika tiba-tiba mengungkitnya dan lagian masalah kita juga sudah selesai dan kita juga sedang lempang. Aku rasa tidak ada salahnya jika mencoba untuk mencari tahunya dan orang tua aku masih hidup atau tidak. Tidak ada yang tau. Kita hanya mencoba untuk mencarinya saja," ucap Reya yang memikirkan apa kata Anggika.


"Reya apapun keputusan kamu, aku akan terus mendukung kamu. Tidak ada yang salah dengan usaha kamu. Karena kamu juga tidak tau jika orang tua kamu masih hidup atau tidak yang artinya kamu masih banyak harapan dan berhak mencarinya. Sangat berbeda denganku yang jelas-jelas papa mengatakan ayahku meninggal saat ibuku mengandung dan ibuku meninggal saat melahirkanku. Jadi aku tidak bisa mencari mereka. Karena mereka sudah bahagia. Aku hanya bisa mendoakan dan orang tuaku tetap papa dan mama," ucap Sean dengan wajah senduhnya yang pasti sangat sedih.


"Iya sayang aku mengerti perasaan kamu. Walau orang tua kandung kamu sudah tidak ada. Tetapi aku percaya mereka sangat bahagia dengan kamu yang jatuh pada orang yang tepat dan mereka pasti sangat bahagia," ucap Reya. Sean hanya mengangguk-angguk dengan tersenyum.


"Oh iya kalau kamu mau mencari orang tua kami itu artinya kamu harus menemui Tante Anggika bukan. Karena dia yang tau semauanya," ucap Sean.


"Iya kamu benar sayang itu juga yang aku pikirkan. Tetapi tenang saja aku tidak buru-buru kok, aku hanya akan mengikuti prosesnya," sahut Reya.


"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu dan aku percaya kamu bisa dan akan mendapatkan yang terbaik untuk kamu," ucap Sean.


"Makasih sayang selalu mendukungku," ucap Reya yang memeluk erat suaminya dan Sean kembali mencium pucuk kepalanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2