Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 31 Jebakan.


__ADS_3

Reya ragu dengan apa yang di katakan bodyguard itu. Tetapi mau bagaimana lagi dia hanya bekerja secara profesional. Bodyguardnya tersebut sudah membuka pintu dan menyuruh Reya keluar dengan mempersilakannya dan Reya mengangguk lalu keluar dengan helaan napaanya yang kasar.


" Apa mungkin bertemu di sini!" Batin Reya penuh dengan keraguan.


Namun Reya mau tidak mau mengikuti Bodyguar tersebut yang sudah memasuki Club tersebut.


Reya yang baru memasuki Club tersebut sudah tidak nyaman dengan suasana yang begitu identik dengan bau menyengat alkohol. Musik yang berisik dan lain sebagainya yang pasti orang-orang yang datang kesana untuk membuang rasa penat di hatinya.


" Hay Reya!" Seorang menyapa Reya saat kepala Reya masih berkeliling melihat di sekitarnya.


" Bu Regina!" sahut Reya yang ternyata wanita yang memakai dress seksi tersebut adalah wanita yang ingin di temuinya.


" Hmmm, kamu benar saya Regina. Kamu cantik sekali malam ini!" puji Regina.


" Terima kasih Bu. Apa kita akan berbincang di sini?" tanya Reya masih ragu.


" Iya Reya. Karena menurut saya tempat ini yang nyaman untuk kita berbincang. Oh iya kamu jangan panggil saya Bu Regina. Panggil saja Regina. Uasia kita tidak terpaut jauh," ucap wanita itu.


Reya hanya tersenyum kaku mendengarnya.


" Ya sudah ayo kita duduk!" Ajak Regina. Reya melihat ke arah Bodyguar yang masih berada do sampingnya.


" Saya akan menunggu di mobil!" Ucap Bodyguard tersebut.


" Di sini saja. Kamu jangan kemana-mana. Nanti saja butuh sesuatu bagaimana," ucap Reya yang merasa kurang aman. Bertemu di tempat tersebut dengan wanita yang barus di kenalnya baru tadi siang. Membuat Reya butuh keamanan.


" Reya kamu jangan takut seperti itu. Bodyguardnya papa kamu sama dengan saya yang pasti menjaga kamu. Jadi jangan khawatir," ucap Regina berusaha membuat Reya nyaman.


Reya masih ragu dan terus melihat Bodyguarnya. Namun Bodyguarnya tersebut menganggukkan kepalanya.


" Sudah ayo Reya jangan membuang waktu!" sahut Regina yang langsung menarik tangan Reya dan membawa Reya untuk menduduki salah satu Sofa. Bodyguardnya tersebut memilih untuk menunggu di mobil.

__ADS_1


Reya dan Regina sama-sama duduk dengan berhadapan.


" Kita langsung saja membicarakan untuk persiapan h-1," ucap Reya yang buru-buru ingin cepat selesai agar pulang cepat.


" Kita pesan minum dulu. Kamu mau minum apa?" tanya Regina.


" Saya tidak minum, kamu saja!" tolak Reya dengan sopan.


" Reya bukan berarti di Club minumannya semuanya alkohol. Ada air mineral dan orensjus, lemon tea dan lain-lain tanpa memakai alkohol," jelas Regina.


" Ya sudah kalau begitu saya minum orens jus saja," ucap Reya yang paling tidak menghargai lawannya bicara. Karena memang tidak enak juga jika dia tidak minum sama sekali.


" Baiklah kalau begitu kamu tunggu di sini ya. Biar saya ambilkan minuman kamu," ucap Regina dengan senyum ramahnya. Reya hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah kepergian Regina Reya merasa kurang nyaman dengan tempat itu yang mana Reya melihat di sekitarnya yang pasti orang-oranga yang sudah biasa berada di tempat itu. Sementara dirinya sama sekali tidak biasa datang yang mungkin saja ini pertama kali baginya datang ke tempat itu.


Regina terlihat pergi kemeja bar dan memesan minuman yang satu minuman untuknya dan satu orens jus untuk Reya. Regina menoleh kebelakang nya dan melihat Reya yang tidak melihatnya sama sekali. Lalu Regina mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan terlihat memasukkan serbuk kedalam minuman orens jus sembari wajahnya yang mengeluarkan senyum miring.


Regina juga melihat ke arah ujung yang mana ada Citra dan Rose di sana. Citra mengedipkan matanya dengan mengacungkan jempolnya yang tersenyum miring pada Regina.


Sementara Citra tersenyum puas melihatnya.


" Citra kamu yakin melakukan semua ini?" tanya Rose ragu.


" Iya kamu lihat aja apa yang akan aku lakukan. Papa akan melihat kelakukannya dan papa akan menyesal dengan apa yang di lakukannya membawa anak pembawa sial itu datang ke Jakarta," ucap Citra dengan menyunggingkan senyumnya.


" Tapi Citra bagaimana jika terjadi sesuatu sama Reya?" tanya Rose yang begitu takut Reya kenapa-kenapa.


" Jika terjadi sesuatu padanya. Maka itu adalah keinginan ku. Itu memang yang harus terjadi. Agar rencanaku lancar selancar-lancarnnya," ucap Citra yang tersenyum penuh rencana.


" Terserah kamu deh Citra. Pokoknya jika terjadi sesuatu. Kamu jangan libatkan aku ya. Aku juga takut berurusan dengan Om Argantara," ucap Rose yang tidak mau mencari masalah.

__ADS_1


" Iya, kamu itu benar-benar takut amat kenapa-kenapa. Santai aja kamu. Dia itu nggak akan apa-apa," ucap Citra.


Rose hanya menghela napas dengan geleng-geleng kepala dengan melihat ke arah Regina yang berbincang-bincang dengan Reya dan Reya sekarang sedang meminum jus yang sudah di campurkan obat oleh Regina.


" Apa kurang nyaman ya Reya ada di sini?" tanya Regina melihat Reya yang masih minum.


" Iya. Maaf ya. Apa kita bisa mulai saja semuanya," ucap Reya yang sudah ingin cepat-cepat pergi.


" Mau mulai apa. Aku juga tidak tau harus memulai apa. Citra ini bagaimana sih," batin Regina yang tampak bingung.


" Jadi kira-kira apa lagi yang harus kurang untuk besok?" tanya Reya dengan seriusnya.


" Hmmm, Reya kamu tunggu sebentar di sini ya. Aku mau pipis kebetulan. Tidak enak juga harus mengobrol panjang lebar kalau menahan pipis," ucap Regina yang mencari alasan.


" Oh ya sudah kalau begitu," sahut Reya mengangguk dengan tersenyum kaku dan Regina langsung pergi meninggalkan Reya.


" Hhhhhhhh," Reya membuang napaanya dengan perlahan, " Mau jam berapa lagi akan selesai mengobrolnya," batin Reya yang kelihatannya mulai resah. Reya tetap melihat di sekitarnya dengan memijat kepalanya yang sepertinya mulai berat.


************


Ternyata Regina menemui Rose dan juga Citra.


" Citra!" ucap Regina panik, " bagaimana ini selanjutnya?" tanya Regina yang tampak bingung.


" Ya seperti yang aku bilang pada awalnya. Kamu itu buat dia mabuk dan melakukan hal yang tidak-tidak, seperti minum-minum dan joget-joget seperti perempuan malam yang sangat murahan dan setelah itu aku dan Rose akan merekam perbuatannya untuk menunjukkan pada papa bagaimana tingkah wanita yang selalu di belanya itu," ucap Citra menegaskan apa yang ingin di lakukannya pada Reya.


" Lalu bagaimana dengan Bodyguardnya yang menjaganya. Bahkan tadi saja dia terlihat sangat mencurigaiku. Dia pasti mengawasi Reya?" tanya Regina yang cemas.


" Masalah itu kamu jangan khawatir aku akan menyuruh dia pulang. Pokoknya kamu lakukan saja apa yang aku perintahkan dan rencana ini. Harus benar-benar berhasil. Jangan sampai tidak," tegas Citra.


" Dan iya Reya juga membahas masalah tentang meeting itu. Aku mana tau menau harus bicara apa," ucap Regina yang semakin cemas lagi.

__ADS_1


" Regina kamu itu harus tenang. Ya kamu bicara seperlunya aja dan yang penting jangan biarkan dia bertanya ini itu lagi. Desak dia untuk minum," ucap Citra memberikan ingat pada Regina.


Bersambung


__ADS_2