
Citra dan Reval berada di dalam mobil yang mana Reval sedang mengendarai mobil tersebut.
"Kita mau kemana kak?" tanya Citra.
"Hari ini mama ulang tahun. Bukannya kamu ingin bertemu dengan mama. Jadi aku ingin mengajakmu," ucap Reval.
"Benarkah!" sahut Citra. Reval menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kak kalau begitu. Aku senang jika kak Reval mau mengajakku untuk ikut merayakan ulang tahun mama kakak," ucap Citra.
"Iya," sahut Reval.
"Oh iya kak Reval. Mama kak Reval ulang tahun. Kira-kira Citra harus beri kado apa ya. Citra tidak tau apa yang mama kakak inginkan," ucap Citra.
"Jangan repot-repot Citra. Kamu datang saja itu sudah cukup," sahut Reval.
"Benarkah! tapi aku merasa tidak enak kalau datang hanya dengan tangan kosong," ucap Citra.
"Tidak apa-apa," sahut Reval. Citra menganggukkan kepalanya. Dia di ajak bertemu dengan mama Reval saja sudah sangat bahagia.
"Hmmm oh iya kak Reval masalah yang kemarin. Citra benar-benar minta maaf ya," ucap Citra yang kembali mengingatkan kejadian saat pertama kali Anggika bertemu dengan Reval.
"Sudahlah Citra jangan memikirkan hal itu. Aku benar-benar tidak apa-apa dan itu sangat wajar," ucap Reval.
"Tapi tetap Citra merasa tidak enak dan iya mungkin mama hanya berpikiran buruk saja. Lama kelamaan Citra yakin mama akan menerima kakak," ucap Citra.
"Jangan terlalu di pikirkan Citra. Sungguh aku benar-benar tidak apa-apa," sahut Reval lagi. Citra mengangguk tersenyum yang merasa lega.
"Padahal kak Reval jelas sangat baik. Tetapi kenapa mama sampai seperti itu pada kak Reval," batin Citra yang tidak mengerti dengan jalan pikiran sang mama.
***********
__ADS_1
Tidak lama akhirnya Citra dan Reval sampai. Namun Citra heran karena tempat yang di tuju aneh. Bukan rumah tetapi rumah sakit yang membuat Citra kebingungan dengan kepalanya yang berkeliling. Terlebih lagi melihat tulisan Rumah Sakit Jiwa Pelita Harapan.
"Kak, kita ngapain di sini?" tanya Citra heran.
"Ayo turun!" Reval tidak menjawab dan menyuruh Citra turun dan Citra pun langsung turun menyusul Reval. Walau dia sangat penuh kebingungan dengan Reval.
Setelah mereka sama-sama keluar dari mobil. Citra masih penuh kebingungan dengan terus melihat di sekelilingnya. Sementara Reval mengambil paper bag dari dalam mobil yang sepertinya keu ulang tahun.
"Ayo Citra!" ajak Reval. Citra mengangguk lagi dan akhirnya mengikuti Reval yang mana mereka berdua sama-sama memasuki rumah sakit tersebut.
Namanya juga rumah sakit jiwa ya pasti banyak orang gila dengan berbagai gilanya masing-masing. Ada berlari-lari seperti anak kecil. Ada yang menggendong-gendong anak dan banyak jenis membuat Citra ngeri-ngeri sedikit dengan dekat-dekat dengan Reval yang sepertinya begitu takut dengan yang seketika di serang oleh orang gila.
"Jangan takut Citra. Mereka tidak akan menyakiti kamu," ucap Reval. Citra hanya menganggukkan kepalanya. Kalau Reval sudah mengatakan hal itu ya seharusnya Citra memang tidak perlu takut. Karena ada Reval yang pasti melindunginya.
********
Akhirnya Citra dan Reval berhenti di salah satu kamar dan Citra masih kelihatan sangat gugup dan penuh dengan kebingungan yang memang tidak tau untuk apa Reval mengajaknya ke rumah sakit tersebut yang padahal sebelumnya mengatakan membawanya ke mamanya untuk merayakan ulang tahun mamanya.
Melihat seorang wanita paruh baya yang memakai pakaian pasien rumah sakit dan duduk di atas tempat tidur dengan menyisir rambutnya. Wajah Citra jelas masih terlihat kebingungan dengan apa yang di lihatnya. Bertanya-tanya pastinya siapa wanita yang di tunjukkan Reval kepadanya.
"Mah!" sapa Reval yang akhirnya mendekati wanita itu dan mengatakan kata mama yang artinya itu adalah mamanya Reval. Reval juga mencium punggung tangan wanita itu dan memeluknya dengan erat dan Citra masih melihat saja yang pasti apa yang di pertanyakannya sudah terjawab.
"Citra kenapa berdiri di sana? ayo masuk!" ajak Reval. Citra menganggukan kepalanya dan akhirnya memasuki kamar tersebut menghampiri Reval dan Citra terlihat takut-takut. Apa lagi wanita itu melihat dirinya.
"Ini mama aku!" ucap Reval memperkenalkan pada Citra.
"Mah ini Citra!" ucap Reval yang memperkenalkan Citra.
"Cit-citra," ucap wanita itu dengan lembut.
"Iya Tante saya Citra. Hallo Tante salam kenal," ucap Citra menyapa dengan tersenyum dan bahkan mencium punggung tangan mama Reval. Citra mungkin takut. Namun ternyata mama Reval tidak melakukan apa-apa. Bahkan mengusap-usap kepala Citra dan terlihat menyukai Citra. Citra jadinya tidak takut lagi.
__ADS_1
"Maaf ya Citra. Aku tidak bilang sama kamu. Jika mama aku sakit gangguan mental dan pasti kamu kaget mengajakmu kemari," ucap Reval.
"Iya kak Citra memang kaget. Tetapi Citra tidak apa-apa kok dan mama kakak tidak seperti orang sakit," ucap Citra yang baru sebentar saja sudah mulai beradaptasi dengan hal baru dalam hidupnya.
"Mah Reval membawa Citra kemari untuk merayakan ulang tahun mama. Reval juga sudah membawa kue kesukaan mama. Jadi kita bisa nikmati sama-sama," ucap Reval. Mamanya hanya mengangguk saja.
Citra pun ikut membantu Reval untuk mengeluarkan kue tersebut dari tempatnya dan juga memasangkan lilin yang mana mereka langsung merayakan ulang tahun wanita yang ternyata mama Reval
Seperti ulang tahun pada umumnya. Ada nyanyian ulang tahun, ada tiup lilin dan potong kue yang mana Reval juga menyuapi mamanya kue dan Citra tersenyum dengan melihat hal itu.
"Kak Reval sepertinya sangat menyayangi mamanya. Sangat jelas terbukti. Walau mamanya sakit seperti ini. Tetapi kak Reval begitu baik dan sangat tulus pada mamanya," batik Citra yang sangat mengagumi Reval.
"Citra kamu tidak makan kuenya?" tanya mama Reval yang memotong kue dan bahkan ingin menyuapi Citra. Citra tampak kaget dengan wanita sakit jiwa itu yang terlihat sangat baik.
"Ayo di makan kuenya," ucap mama Reval.
"Iya Tante," sahut Citra yang mendekatkan diri dan menerima suapan itu dan Reval terlihat begitu senang melihatnya.
"Apa enak?" tanya mamanya Reval.
"Enak Tante," jawab Citra.
"Kamu juga berikan pada Reval!" ucap mama Reval. Citra mengangguk dan akhirnya menyuapi Reval juga dengan lembut.
"Makasih Citra!" ucap Reval.
"Iya kak," sahut Citra dengan mengangguk tersenyum.
"Reval kamu harus jagain Citra. Dia anak baik. Jangan sakiti dia," ucap mama Reval tiba-tiba membuat Citra tersenyum. Citra pasti tidak percaya dengan wanita yang sakit. Namun bisa berkata seperti itu.
"Iya mah. Aku pasti akan menjaganya," ucap Reval melihat ke arah Citra membuat Citra salah tingkah saja.
__ADS_1
Bersambung