
Tidak lama dari apa yang di lakukan Sean. Polisi benar-benar membawa Barra dan semua itu di saksikan semua orang. Sean juga bahkan berbicara pada pihak kampus untuk meringkus masalah ini siapa lagi yang terlibat dan pasti Sean juga tidak akan membiarkan orang-orang itu berkeliaran yang sudah berani membuat nama asiknya berantakan.
Bukan hanya Barra. Ada beberapa orang yang berani mencibir Citra, menceritai Citra dan menjadi provokator juga mendapatkan sangsi yang berat dengan pihak kampus yang menghukum dengan di skor ya semua itu di lakukan Sean untuk memberi pelajaran orang-orang yang berbuat jahat pada adiknya.
Setelah urusan Sean selesai. Rose mengantarkan Sean kemobil Sean yang terparkir di tempat biasa.
"Makasih ya Rose kamu sangat banyak membantu hari ini dan juga menunjuk orang-orang yang membully Citra sampai mereka sekarang bisa mendapatkan pelajarannya," ucap Sean.
"Iya kak Sean, aku juga ingin mereka yang jahat pada Citra mendapat hukumannya siapa mereka jera dan jika kelak ada mahasiswi seperti Citra. Jadi mereka tidak menghakimi sendiri," sahut Rose.
"Oh iya Rose. Di Vidio itu juga ada Reval. Lalu apa Reval tidak mengklarifikasi berita ini sebelumnya?" tanya Sean.
"Kak Sean jujur aku tidak tau masalah itu. Hanya saja Pak Reval mungkin karena seorang Dosen. Jadi jika terlalu ikut campur. Takut bermasalah dengan pekerjaannya," jawab Rose dengan pikirannya yang hanya seperti itu saja.
"Tapi bukannya Reval ada di sana. Dan seharusnya dia juga menangani masalah ini dan Citra tidak terlalu menjadi korban seperti ini," ucap Sean yang tidak melihat adanya tanggung jawab Reval dalam hal ini. Padahal dengan Vidio yang ada seharusnya hubungan Reval dan Citra sudah sangat jelas.
"Iya kak Sean. Rose juga tidak tau harus mengatakan apa. Karena sebelumnya masalah ini Rose juga tidak tau apa-apa. Termasuk hubungan kak Reval dan juga Citra," ucap Rose yang apa adanya.
"Ya sudahlah Rose kamu juga jangan terlalu memikirkan apa-apa. Kakak akan menangani semua ini dan nanti jika kakak bertemu Reval akan membicarakan. Sekali lagi terima kasih untuk semua ini," ucap Sean.
"Iya kak Sean. Oh Citra bagaimana keadaannya. Apa dia baik-baik saja?" tanya Rose.
"Dia akan baik-baik saja. Mungkin tidak akan kekampus untuk beberapa hari ke depan. Tetapi kamu jangan khawatir dia akan baik-baik saja dia sedang bersama Reya," jawab Sean.
"Alhamdulillah kalau begitu kak Reval. Rose senang mendengarnya. Semoga saja dia bisa cepat kekampus lagi," ucap Rose.
"Iya. Ya sudah aku pergi dulu!" ucap Sean pamit. Rose menganggukan kepalanya dan Sean langsung memasuki mobil.
__ADS_1
Rose menghela napasnya panjang kedepan, "semoga saja semuanya baik-baik aja. Citra memang sangat beruntung yang memiliki kakak seperti kak Sean yang selalu ada untuknya dan masalah ini benar-benar selesai karena kak Sean," batin Rose yang juga ikut lega dalam masalah yang terjadi.
********
Setelah masalah adiknya di kampus dapat di selesaikan nya, Sean pun pulang kerumah dan menceritakan semua kepada Reya dan pasti Reya tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Jadi Barra yang membuat kekacauan itu?" tanya Reya dengan suara sendunya.
"Si brengsek itu melakukan semuanya dan aku sudah membereskannya," sahut Sean
"Lalu apa papa dan Tante Anggika tau masalah ini?" tanya Reya.
"Kalau masalah itu aku tidak tau tidak tau Reya. Tetapi kalau menurutku mama dan papa tidak tau masalah itu. Jika tau mereka pasti bertindak terlebih dahulu," jawab Sean.
"Kamu benar juga sih. Tetapi untunglah masalahnya akhirnya selai dan orang-orang yang terlibat sudah mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan. Semoga kondisi Citra juga akan membaik setelah ini," ucap Reya.
"Sesuatu yang aneh apa?" tanya Reya.
"Ini masalah Reval, selain Vidio Barra pada Citra. Ada juga Reval dengan Citra yang berciuman. Namun di situ sangat jelas jika mereka seperti itu. Pasti hubungan mereka lebih dari seorang dosen dan Mahasiswinya. Lalu kenapa di saat masalah itu begitu hebohnya Reval tidak bertindak sama sekali dan membiarkan opini orang-orang terus berkelanjutan," ucap Sean yang merasa ada yang tidak beras.
"Apa sebenarnya masalah Citra bukan hanya ini saja?" tanya Reya yang tiba-tiba kepikiran.
"Maksud kamu apa?" tanya Sean.
"Sean menurut dengan apa yang aku pikirkan dengan melihat kondisi Citra yang seperti itu. Aku merasa di punya masalah yang jauh lebih besar lagi dan mungkin saja karena Citra mengalami suatu hal dan aku juga kepikiran yang berhubungan dengan Reval," ucap Reya berpendapat.
"Aku juga kepikiran seperti itu. Apa jangan-jangan Reval dan Citra sebenarnya tidak baik-baik saja," tebak Sean yang menduga-duga.
__ADS_1
"Bisa jadi sih," sahut Reya yang sepemikiran dengan Sean. Karena dia juga melihat Reval waktu itu.
"Aku akan coba menemui Reval dan akan bicara hal ini. Ini juga harus di selesaikan dan Rose juga tidak tau apa-apa dengan hal ini. Jadi aku harus bicara pada Reval," sahut Sean yang harus menuntaskan juga pada Reval.
"Tidak perlu kak," tiba-tiba terdengar suara Citra yang membuat Reya dan Sean yang melihat kearah suara itu.
"Citra!" lirih Sean dan Reya. Sejak Citra datang kerumah mereka. Citra terus di kamar dan tidak melakukan apa-apa tidak bicara dan sebagainya. Namun sekarang Citra muncul dan sekarang menghampiri Sean dan Reya yang ada di ruang tamu.
"Kakak tidak perlu menemui Reval," sahut Citra menegaskan.
"Kenapa Citra?" tanya Reya.
"Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa dan masalah ini juga tidak ada kaitannya dengan dia," jawab Citra dengan santai.
"Bagaimana mungkin kamu mengatakan tidak ada hubungan apa-apa sementara apa yang terlihat jelas kalian punya hubungan," ucap Sean.
"Itu hanya salah paham kak Reval, Vidio antara aku dan dia tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan yang special dan lagi-lagi itu hanya perbuatan Barra yang tidak menyukaiku. Jadi masalah Reval aku memang tidak ada hubungan apa-apa dengannya dan kakak tidak perlu menemuinya dan bertanya ini itu kepadanya," jelas Citra dengan penuh penegasan dan penekanan yang berkali-kali dia mengatakan jika dia dan Reval tidak ada hubungan apa-apa.
"Kenapa aku jadi merasa ada yang aneh dengan Citra semakin mengatakan hal itu aku justru merasa ada sesuatu di antara mereka dan itu tidak baik-baik saja. Apa yang terjadi sebenarnya," batin Reya yang malah merasa ada yang tidak beres.
"Kamu benar Citra tidak ingin masalah ini kakak perpanjang lagi?" tanya Sean.
"Ini sudah selesai kak. Makasih sudah bantuin Citra. Ini sudah cukup dan tidak ada lagi yang terlibat," ucap Citra yang tidak ingin kakaknya tau mengenai Reval.
"Baiklah kalau begitu, kakak serahkan semua kepada kamu. Jadi bagaimana dengan keadaan kamu. Apa kamu sudah baik-baik saja?" tanya Sean.
"Aku jauh lebih baik. Aku mau istirahat kembali," ucap Citra dengan tersenyum tipis dan Citra tidak banyak bicara lagi yang langsung pergi saja. Namun Reya masih saja banyak yang di pikirkannya. Bukan Reya namanya jika tidak mencurigai sesuatu.
__ADS_1
Bersambung