Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 94


__ADS_3

Citra berada di kamarnya yang terlihat sangat cantik yang sedang merias wajahnya. Di mana Citra yang memakai dress merah selututnya tanpa lengan yang menunjukkan pundak dan bagian dadanya yang membuat Citra begitu cantik dan anggun. Apa lagi dengan tatanan rambutnya yang di sanggul cepol yang memperlihatkan leher jenjangnya.


Krekkk.


Pintu kamar terbuka yang ternyata Anggika yang memasuki kamar dan melihat Citra yang merias wajahnya.


"Citra!" sapa Anggika.


"Mah," sahut Citra tersenyum sembari melihat mamanya sebentar.


"Kamu ini cantik sekali. Cantik supaya Barra makin cinta ya," ucap Anggika menggoda putrinya itu.


"Mama ini ada-ada aja. Citta berpenampilan seperti ini bukan hanya karena Barra. Memang Citra ingin cantik dan lagian bukannya anak mama ini memang sangat cantik," ucap Citra membuat Anggika tersenyum.


"Iya deh, bagaimana tidak cantik. Mamanya juga cantik," sahut Anggika memuji diri sendiri.


"Iya-iya mah," sahut Citra.


"Kamu di jemput sama Barra bukan?" tanya Anggika. Citra terdiam dan sepertinya sangat malas mendengar nama Barra.


"Kamu belum baikan sama Barra!" tebak Anggika.


"Nggak tau ah mah. Jangan membahasnya Citra lagi nggak mood," sahut Citra yang malah membahas masalah Barra.


"Ya sudah. Lalu kamu berangkat ke acara kampus kamu dengan siapa?" tanya Anggika.


"Citra naik Taxi aja mah," jawab Citra.


"Kenapa tidak di antar sama supir saja?" tanya Anggika.


"Tidak usah mah. Citra naik taxi aja," sahut Citra.

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau begitu," sahut Anggika dengan tersenyum kepada Citra. Citra pun melanjutkan berhias dengan make-up tipis.


*********


Setelah selesai bersiap-siap, Citra akhirnya menunggu Taxi di depan pagar rumahnya. Tadinya dia janjian pada Rose. Namun Rose tiba-tiba tidak bisa pergi bersama Citra dan mau tidak mau Citra naik Taxi. Padahal ada supir yang bisa mengantar Citra. Namun Citra tetap menolak yang tidak ingin merepotkan supir.


Citra berdiri di pinggir jalan sembari melihat ke ujung jalan menunggu Taxi yang lewat dengan gelisah Citra menunggu yang sembari melihat arloji di tangannya yang mana Citra sepertinya takut terlambat.


"Kenapa tidak ada Taxi yang lewat. Apa aku minta antar supir saja ya," gumam Citra yang sudah mulai bosan menunggu dan tidak ada yang kunjung Taxi yang datang.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Citra membuat Citra heran dan melihat sang pengemudi menurunkan kaca mobil yang ternyata adalah Reval.


"Pak Reval!" lirih Citra.


"Ayo masuk!" ajak Reval yang langsung to the point tanpa basa-basi.


"Nggak usah pak," sahut Citra yang menolak yang pasti segan dengan dosennya itu.


"Sudah ayo masuk! kamu nanti bisa telat," ucap Reval. Citra kelihatannya bingung harus menerima atau tidak ajakan Reval. Namun benar. Nanti yang adanya dia bisa telat. Reval menghela napasnya dan langsung keluar dari mobil yang langsung menghampiri Citra.


"Saya hanya menunggu Taxi," jawab Citra.


"Ya sudah kamu ikut saya saja. Taxi juga tidak ada yang lewat. Nanti kamu bisa terlambat," ucap Reval yang kembali mengajak Citra. Citra masih ragu dan Reval langsung membukakan pintu mobil untuk Citra.


"Ayo Citra! masuk!" titah Reval dan mau tidak mau Citra pun akhirnya masuk dengan Citra yang menghela kasar napasnya dan memang sangat canggung baginya jika harus bersama dosennya itu.


Setelah Citra memasuki mobil. Reval juga menyusul yang duduk di kursi pengemudi.


"Pakai sabuk pengaman kamu," ucap Reval.


"Iya Pak," sahut Citra mengangguk dan langsung memakainya.

__ADS_1


Namun terlihat Citra kesulitan memakainya dan sepertinya ada yang sangkut dan Reval menyaksikan hal itu yang mau tidak mau Reval turun tangan dan langsung membantu Citra dan saat itu Citra menoleh kesebelahnya dan sangat terkejut melihat Reval yang sudah begitu dekat dengannya yang membantunya memakaikan sabuk pengaman.


Jantung Citra berdebar tidak menentu dengan kedekatannya dan juga Reval. Bahkan Citra tidak bisa bernapas dan matanya terus melihat wajah Reval yang begitu dingin. Reval selesai memakaikan sabuk pengaman untuk Citra langsung melihat ke arah Citra dan membuat mata mereka kembali bertemu.


Jantung Citra semakin tidak aman dengan tatapan mata Reval yang begitu tulus. Yang dia tidak mengerti apa yang di rasakannya dan ini sangat tidak bisanya. Namun dengan cepat Citra tersadar dan mengalihkan pandangannya lurus kedepan dan Reval sendiri pun langsung menjauh yang kembali ke tempat duduknya dan juga memakai sabuk pengamannya. Barulah Citra bisa bernapas dan sangat jelas Citra membuang napasnya perlahan ke depan dengan panjang.


"Kita jalan!" ucap Reval. Citra hanya me.gangguk saja yang terlihat semakin gugup.


************


Di sisi lain Reya juga sedang bersiap-siap dengan dress putih selututnya dengan rambutnya yang di gerainya yang mana Reya berdiri di depan cermin yang sedang memberi polesan make up pada wajahnya.


"Jika aku tidak datang. Tidak enak juga dengan Reval. Ini acara pasti penting untuknya. Ya mau tidak mau aku harus pergi dan seharunya Sean menemani ku. Tetapi ternyata Sean harus ke Luar Negri. Kenapa tiba-tiba merindukannya. Ya dia bahkan sudah lama tidak menelponku," gerutu Reya yang berbicara sendiri di depan cermin.


"Baiklah sudah selesai, sebaiknya sekarang aku ke hotel memenuhi undangan Reval dan pulang cepat. Karena aku tidak boleh lelah. Nanti yang adanya Sean akan menceramahiku," ucap Reya menghela napasnya yang selesai bersiap dan dia akan pergi.


Reya akan memenuhi undangan Reval sahabatnya yang ternyata bersamaan dengan acara kampus Citra dan Reya memang tidak tau di mana Citra kuliah dan tidak tau juga akan seperti apa jadinya nanti.


***********


Reya di antar oleh supir menuju acara tersebut. Yang mana sekarang mobil yang di kendarai supir pribadi Reya sedang berhenti di lampu merah dan sangat bertepatan dengan mobil Reval yang juga sama-sama berhenti di lampu merah. Bahkan mobil mereka bersebelahan.


Baik Reya maupun Citra yang berada di dalam mobil tidak saling mengetahui. Citra sibuk dengan handphonenya untuk mengurangi rasa canggungnya di sebelah dosennya itu dan Reya sendiri juga sibuk dengan handphonnya yang mana dia sedang berbalas pesan dengan Sean.


Barusan Sean mengirimnya pesan melalui Wa dan Reya juga mengatakan sedang pergi ke acara temannya. Namun Sean tidak bertanya banyak pada Reya.


Sama dengan Citra yang juga terlihat sekarang mengetik pesan yang mana baru mendapat pesan dari kakaknya yang menanyakan kabarnya. Citra sampai tersenyum mendapat pesan itu dan langsung dengan cepat membalasnya. Senyum Citra yang sangat bahagia di lihat oleh Reval dan membuat Reval bingung.


"Ada apa Citra?" tanya Reval kepo.


"Nggak ada apa-apa pak, saya hanya membalas pesan kakak saya saja," sahut Citra tersenyum tipis.

__ADS_1


Reval hanya mengangguk-angguk saja mendengarnya dan lampu kembali hijau membuat Reval langsung menyetir dan saat mobil itu baru bergerak. Barulah Reya menoleh kesebelahnya dan tidak sempat melihat ke arah Citra karena mobilnya sudah melaju.


Bersambung


__ADS_2