Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 234


__ADS_3

Di sisi lain Sean yang masih berada di kamar lain yang lagi-lagi tidak satu ranjang dan juga tidak satu kamar dengan sang istri di mana Sean yang berbaring di atas tempat tidur dengan menatap langit-langit kamar dan kedua tangannya yang di lipat yang berada di bawah kepalanya.


Tidak tau apa yang di pikirkan Sean ya pasti banyak yang di pikirkan Sean. Hubungannya dengan Reya yang belum ada perubahan. Bukan tidak mau memulai bicara kembali. Namun melihat situasi sangat tidak memungkinkan. Namun pasti Sean sangat khawatir pada istrinya itu terlihat dari raut wajah Sean.


Apa lagi Sean juga mendapat laporan jika istrinya itu belum makan sama sekali. Jadi bagaimana Sean tidak kepikiran tentang masalah itu.


***********


Perusahaan Sean.


Mobil merah berhenti di depan Perusahaan itu yang ternyata sang pengemudi yang keluar dari mobil itu adalah Renita. Dengan membawa paper bag kecil dan tersenyum manis Renita melihat ke dalam Perusahaan itu.


"Sudah beberapa hari ini dia tidak memakan. Makan siangku. Jika seperti itu terus lama-lama dia akan lupa rasa masakanku. Jadi aku harus kembali mengingatkannya dan lidahnya harus terbiasa dengan masakanku," batin Renita yang tersenyum lebar dan langsung melangkah memasuki Perusahaan tersebut.


Entahlah apa yang di rencanakan Renita. Yang jelas Renita sudah masuk kedalam Perusahaan itu.


Renita ternyata menghampiri ruangan Kevin dan lagi-lagi sekretaris Kevin tidak ada di sana membuat Renita menyunggingkan senyumnya dan langsung masuk kedalam ruangan itu. Setelah Renita mengetuk pintu dan tidak ada yang menyahut sama sekali.


Renita tersenyum saat tidak ada orang di ruangan itu ya pa tas saja tidak ada yang menyahut. Degan langkahnya yang lenggak-lenggok. Renita langsung melangkah mendekati meja Sean dan meletakkan paper bag itu di atas meja Sean.


"Sean kamu jangan lupa makan ya. Aku sudah membuatkan untuk mu. Jadi makanlah," gumam Renita dengan tersenyum.


Renita juga mendekati bangku kerja Sean dan melihat jas Sean yang ada di sana dan Renita menghirup aroma jas itu dengan dalam.


"Kamu akan jadi milikku. Jika Reval tidak bisa ku miliki maka kamu yang akan menjadi gantinya. Tidak masalahkan Sean?" tanyanya dengan senyum-senyum saja sejak tadi.


Renita juga dengan liciknya yang membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang berupa lipstik dan memasukkannya ke dalam saku jas Sean dengan senyumnya yang penuh dengan rencana.


Setelah melakukan aksinya. Renita pun langsung keluar dari tempat itu di mana Renita langsung pergi yang keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Saat membuka pintu Renita di kagetkan dengan Karin yang ingin masuk ke dalam ruangan Kevin dan mereka malah bertemu yang membuat ke-2nya sama-sama kaget.


"Kamu!" pekik Karin.


Mata Renita melotot yang sangat terkejut dengan kehadiran Karin dan membuat Renita panik.


"Apa yang kau lakukan di ruangan Sean?" tanya Karin dengan menatap Renita penuh dengan kecurigaan.


"Ha! Oh itu, aku...." Renita tidak langsung mendapatkan jawaban dan malah penuh dengan kebingungan yang tidak tau harus menjawab apa.


"Itu, itu apa? tanya Karin yang benar-benar mendesak Renita.


"Oh aku tadi ada janji sama pasienku dan dia mengatakan ada di ruangan Pak Sean. Jadi aku mengeceknya dan ternyata tidak ada," jawab Karin dengan tersenyum yang berusaha tenang dengan jawabannya yang tiba-tiba di dapatkannya.


"Kenapa harus bertemu di ruangan Sean?" tanya Karin.


"Ya aku mana tau. Aku hanya di suruh," jawab Renita dengan santai.


"Maaf. Anda kenapa ya melihatku seperti itu. Apa ada yang salah denganku?" tanya Renita sinis.


"Maaf dan tadi tidak seharusnya kamu bertanya seperti itu. Karena kita tidak saling kenal," ucap Renita yang malah menyalahkan Karin.


"Kamu juga tidak seharusnya masuk sembarangan kedalam ruangan Sean. Aku sekretarisnya dan aku yang punya ikim siapa yang boleh masuk dan tidak," tegas Karin.


"Tapi aku hanya di suruh dan kamu tidak ada di tempat. Dan sebelum masuk aku juga mengetuk pintu dan ketika melihat tidak ada orang di dalam. Aku langsung keluar. Jadi apa yang salah ya," ucap Renita yang selalu aja punya jawaban yang tidak merasa bersalah sama sekali.


"Tapi tetap saja. Seharusnya kau punya atitude dan jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kau bisa berurusan dengan satpam," ancam Karin.


Renita tersenyum miring mendengarnya.

__ADS_1


"Sepertinya kau salah paham. Jangan berdebat denganku. Aku tidak ada urusan apa-apa dengan mu dan jangan membesarkan masalah. Oke," ucap Renita yang menyunggingkan senyumnya dan langsung pergi dari hadapan Karin.


"Baru sekarang aku mendengar suaranya. Benar-benar sangat mencurigakan. Bukannya minta maaf yang sudah sembarangan masuk kedalam ruangan Sean. Malah sok mengatai dengan kata-katanya yang terlalu tinggi," cicit Karin yang kesal dengan pertemuannya dan Renita.


"Sebaiknya aku langsung saja lapor sama Citra apa yang terjadi," batin Karin yang langsung gercep melapor pada Citra dengan kedatangan Renita dan lagi-lagi masuk kedalam ruangan Kevin dan tanpa ada dirinya lagi.


Renita yang keluar dari Perusahan itu terlihat sangat kesal.


"Sial. Sekretarisnya itu nyiyir sekali. Ikut campur terus dan tadi dia itu seperti ingin tau semuanya. Tatapannya sangat mengintimidasiku dan dia benar-benar mencurigaiku. Pakai ancam-ancam segala lagi," oceh Renita sembari berjalan.


"Aku harus lebih hati-hati dan kali ini aku tidak boleh lengah sama sekali," batin Renita yang menghela napasnya.


Namun saat semakin jauh melangkah Renita terhalangi jalannya dengan seorang wanita yang berdiri di depannya yang tak lain adalah Citra yang sangat kebetulan berpapasan dengan Renita.


Renita awalnya kaget dengan Citra dan bahkan Citra menatapnya dengan sinis. Namun ternyata Renita langsung mengeluarkan senyumnya.


"Hay Citra kita sudah lama tidak bertemu," sapa Renita yang tersenyum dan seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kapan ya kita terakhir bertemu! Oh iya saat acara 7 bulanan Reya dan saat itu kamu menghampiri dengan memberiku banyak kata-kata. Ya aku masih mengingatnya," ucap Renita yang tersenyum kepada Citra.


"Untuk apa kau di sini?" tanya Citra dengan ketus.


"Untuk apa. Memang apa aku harus melaporkan kepadamu kenapa aku berada di sini?" Renita kembali bertanya.


"Ya ampun Citra kamu itu kenapa sih begitu ketus kepadaku?" tanya Renita.


Citra hanya diam dengan menatap wanita itu dengan penuh ke curigaan.


"Ah. Sudahlah aku harus pergi. Da Citra. Salam ya buat Reval dan juga Reya," ucap Renita yang tersenyum dan langsung pergi dari hadapan Citra dan Citra hanya terus mijat Renita yang memasuki mobilnya dengan tatapan Citra yang memang sangat mencurigai Renita.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2