
Hari 7 bulanan Reya.
Hari yang ditunggu-tunggu untuk cara 7 bulanan Reya yang di adakan dengan adat yang ada. Acara tersebut di adakan di rumah.
Untuk acara tersebut Reya hanya mengundang orang-orang terdekat saja. Dan tidak ada acara yang bagaimana- bagaimana hanya acara siraman dan berbagai adat yang di lakukan seperti biasa pada umumnya.
Reya yang melakukan siraman selayaknya wanita pada umumnya yang di penuhi dengan melati dengan Reya yang pasti memakai kemben dan dan seperti lain-lainnya, seperti sungkem dan banyak lagi.
Setelah itu juga melakukan berbagai hal lainnya yang di saksikan orang-orang yang turut hadir dengan doa-doa mereka untuk kesehatan Reya dan juga bayinya.
Acara sakral dan hikmat itu juga berjalan dengan lancar dengan semestinya dan Alhamdulillah tidak ada halangan dan sampai siang harinya mereka juga melakukan pengajian bersama anak-anak yatim piatu yang pastinya Reya sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tertutup berwarna putih dengan sebagian kepalanya yang tertutup pasmina putih.
Sean juga sama seperti Reya yang menggunakan pakaian putih juga. Bahkan bukan hanya Reya dan Sean, Citra, Reval, Anggika, Argantara Sahila dan juga beberapa tamu juga sama seperti Reya yang juga memakai pakaian yang senada.
Acara itu juga terjalan kan dengan hikmah dan sekarang para tamu yang di undang turut menikmati makanan yang di sediakan.
Sama dengan Reya yang juga harus makan yang bersama dengan suaminya satu meja dengan Citra dan Reval.
"Alhamdulillah ya kak Reya akhirnya acaranya berjalan dengan lancar," ucap Citra sembari mengunyah makanannya.
"Iya Citra kakak juga lega dan ini semua karena bantuan kamu. Ide kamu yang pokoknya acara ini seperti ini karena kamu," ucap Reya.
"Issss mulai lagi deh kak Reya yang selalu saja melebih-lebihkan," sahut Citra yang kalau sudah di puji malu sendiri.
"Tidak apa-apa sayang. Apa yang di katakan Reya memang benar kok. Ini semua karena istriku yang begitu sibuk mempersiapkan semua ini," sahut Reval.
"Iya-iya deh. Anggap aja ini balasan untuk kak Reya yang waktu di pernikahan Citra. Kak Reya dalam keadaan hamil besar yang juga banyak membantu Citra," sahut Citra yang tidak mungkin melupakan jasa kakaknya itu.
"Bukannya itu memang tugas yang seharusnya di lakukan seorang kakak," sahut Reya.
"Dan ini tugas yang seharusnya di lakukan seorang adik," sahut Citra yang membuat Reval dan Sean sama-sama tertawa.
"Iya-iya kalian berdua itu sama-sama saling membantu. Adik kakak itu harus kompak," sahut Sean yang tersenyum.
"Dan ipar itu juga harus kompak," sahut Reya dan Citta dengan serentak yang membuat Reval dan Sean yang tertawa-tawa.
"Kita do'akan saja semoga Reya dan bayinya nanti sehat sampai lahiran," ucap Sean.
"Aku juga mendoakan hal itu," bukan Citra, atau Reval yang menjawab. Tetapi Rose yang tiba-tiba datang dan membawa bingkisan dengan datang bersama seorang Pria.
"Rose," sahut Citra.
__ADS_1
Rose tersenyum dan menghampiri meja orang-orang yang bercerita itu.
"Maaf ya Reya aku terlambat datang," ucap Regina yang langsung memeluk Reya dengan cipika-cepiki pada Reya.
"Tidak apa-apa yang penting kamu sudah datang," sahut Reya.
"Oh iya ini aku bawa bingkisan untuk kamu dan jangan di lihat isinya ya," ucap Rose.
"Ya ampun Rose makasih banget ya. Kamu itu repot-repot sekali. Seharusnya ini tidak perlu," ucap Reya yang merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa Reya yang penting kamu sama bayi kamu nanti sehat ya," sahut Rose.
"Iya terima kasih ya Rose atas doa kamu," sahut Reya.
"Ehmmm, siapa itu Rose?" tanya Citra yang berdehem dengan melihat cowok yang dari tadi berdiri saja di samping Regina.
"Iya kamu tidak mengenalkannya kepada kita?" tanya Reval.
"Oh iya kenalkan ini Romi. Ini pacar aku," jawan Regina yang akhirnya memperkenalkan pria yang di bawahnya adalah pacarnya.
"Pacar kamu!" pekik Citra yang kelihatan begitu kaget.
"Apa sih Citra biasa aja," sahut Rose.
"Hallo saya Romi," sahut Romi berjabat tangan dengan Sean.
"Sean,"
"Reval!"
"Citta!"
"Reya!"
Mereka semua berkenalan dengan bergantian berjabat tangan pada Romi.
"Sejak kapan kamu punya pacar?" tanya Citra.
"Sudah lama," jawab Rose.
"Bohong selama ini kamu jomblo terus," sahut Citta yang memang paling mengenali Rose.
__ADS_1
"Itu karena kamu tidak pernah tau. Kita itu sudah berhubungan 3 tahun dan selama ini LDR dan putus nyambung," jelas Rose singkat.
"Ohhh begitu rupanya ya semoga saja hubungan kalian berdua langgeng," sahut Sean.
"Makasih kak Sean sudah mendoakan aku dan Romi," sahut Rose.
"Yang terbaik ya untuk hubungan kalian berdua ya Rose," sahut Reya juga tidak lupa memberi doanya.
"Makasih Reya. Begini Citra langsung memberi doa tidak seperti kamu banyak protesnya," sindir Rose.
"Iya-iya, aku juga mendoakan dan semoga cepat nyusul dan jangan putus-putus lagi," sahut Citra.
"Nah gitu dong. Ya sudah aku samperin Tante Anggika dan Om Argantara dulu ya. Mau kenalin sekalian," ucap Rose.
"Iya-iya sana kenalin," sahut Citra.
"Ayo Romi!" ajak Rose. Romi mengangguk dan mengikuti Citra saja.
"Tidak apalah dia punya pacar. Jadi tidak ganggu kamu terus," ucap Reval.
"Kami benar sayang," sahut Citra.
"Selama siang!'' tiba-tiba ada lagi yang menyapa mereka dan membuat mereka melihat ke arah suara itu yang ternyata Renita dan pasti ekspresi Citra, Sean sudah terlihat tidak suka sampai mereka menghela napas.
"Reya maaf ya aku baru datang sekarang soalannya tadi ada pasien," ucap Renita yang langsing bicara pada Reya.
"Tidak apa-apa Renita. Kamu berada di sini saja sudah membuatku senang. Makasih kamu meluangkan waktu untuk hadir di acara ku," ucap Reya.
"Sama-sama Reya. Aku doakan yang terbaik untuk kamu ya dan semoga kandungan kamu baik-baik saja. Walau aku bukan Dokter kandungan kamu lagi," ucap Renita yang lada akhirnya Reja pindah Dokter yang di tentukan suaminya.
"Tetapi tetap aku selalu berdoa untuk kesehatan kamu dan janinnya dan kalau ada apa-apa aku masih meluangkan waktu 24 jam untuk kamu," ucap Renita.
"Makasih Renita," sahut Reya tersenyum.
Renita melihat di meja itu yang tidak satupun ada yang bicara padanya.
"Renita kamu nikmat acaranya ya," sahut Reval yang baru mulai bicara. Karena tidak enak juga jika cuek pada temannya.
"Makasih Reval. Aku juga berdoa untuk kamu ya Reval semoga kamu juga secepatnya menjadi seorang ayah seperti Sean. Semoga ya Citra rahim kamu cepat membaik dan kamu bisa secepatnya hamil," ucap Renita yang kata-kata itu kembali menyinggung.
Apa yang di katakan Renita juga menjadi ketegangan di semua orang dan jujur Citra pasti tersinggung dengan mulut Renita yang memang selalu mengeluarkan racun kata yang menyakitkan.
__ADS_1
Bersambung