Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 288


__ADS_3

Citra dan Reval berada di dalam mobil yang mereka menuju Restaurant yang ingin mereka kunjungi dan pasti sudah biasa berada di mengunjungi Restaurant itu. Mereka berdua beberapa kali saling melihat dengan ke-2nya yang sama-sama tersenyum.


"Kita makan di tempat biasa?" tanya Citra.


"Kamu maunya bagaimana. Mau makan di tempat biasa atau bagaimana?" tanya Reval.


"Tempat biasa aja," jawab Citra.


"Baiklah," sahut Reval.


"Tapi aku tanya kak Reya dulu ya. Dia mau nitip makanan atau tidak?" tanya Citra yang langsung membuka handphone dan langsung mengetik pesan.


"Sekarang perhatian banget sama kakaknya," goda Reval.


"Ya nggak apa-apa dong. Kalau bukan adiknya yang perhatian mau siapa lagi," sahut Citra.


"Iya-iya, mentang-mentang mau jadi Tante ya," sahut Reval.


"Issss kamu ini," sahut Citra yang sewot dan langsung mengirim pesan untuk Reya. Ya siapa tau aja Reya ada yang ingin di titipnya. Biasanya ibu hamil banyak permintaan.


"Oh iya Citra bagaimana skripsi kamu. Apa ada yang sulit?" tanya Reval membahas hal lain.


"Kalau sulit pasti ada. Aku sama Rose nanti juga mau berdiskusi di rumah. Dia juga menginap di rumah ya kita mau saling bertukar pikiran," jawab Citra.


"Itu ide yang bagus dan aku herannya kenapa ya kami itu lagi ngerjai skripsi. Tetapi kok nggak minta bantuan ya sama pacarnya. Padahalkan pacarnya dosen," ucap Reval membuat Citra tersenyum malu.


"Pacar? siapa?" tanya Citra. Reval berdecak mendengarnya.


"Apa yang di sebelah ini tidak di anggap pacar?" tanya Reval membuat Citra tersenyum.


"Memang kita pacaran?" tanya Citra lagi. Reval sampai menaikkan alisnya mendengar kata-kata Citra.


"Ohh jadi yang kemarin itu hanya mimpi saja. Jadi kita tidak pacaran. Oke," sahut Reval dengan wajah datarnya yang kelihatan ngambek dan Citra melihatnya tersenyum dan langsung memeluk pinggang Reval yang kepalanya mendarat di dada bidang Reval.


"Seperti anak kecil. Ngambek," ejek Citra mengangkat kepalanya melihat wajah manyun Reval.


"Kita tidak pacaran?" tanya Reval memastikan.


Cup.


Citra langsung mencium pipi Reval, "aku tidak tau apa namanya," kawan Citra membuat Reval tersenyum.


"Jangan ngambek lagi," ucap Citra memegang pipi Reval.


"Kamu itu menyebalkan," ucap Reval menatap serius.


"Tapi kamu sukakan?" tanya Citra.


"Bukan suka lagi. Tetapi sangat mencintaimu," jawab Reval membuat Citra melayang-layang saja dengan kata-kata Reval.

__ADS_1


"Gombal," sahut Citra. Kesal namun suka.


"Tapi aku serius Citra. Kenapa kamu tidak minta bantuan padaku untuk menyelesaikan skripsi kamu?" tanya Reval yang kembali pada topik awal.


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bekerja sendiri, supaya nanti hasilnya membuatku bangga. Tetapi nanti kalau ada yang begitu sulit. Aku pasti minta bantuan kamu," jawab Citra dengan simple.


"Aku pasti bantuin kamu. Jangan khawatir. Kamu kapanpun butuh bantuanku. Aku akan pasti akan membantu kamu," ucap Reval.


"Iya aku tau itu," sahut Citra.


Reval dan Citra saling menatap dan Reval ingin mencium bibir Citra. Namun Citra menyetopnya.


"Jalan raya, kamu ini!" ucap Citra mengingatkan bahwa Reval sedang menyetir Reval tersenyum dan kembali.gokus menyetir.


"Kamu sih, menggoda," gumam Reval.


"Issss apa-apaan sih," sahut Citra yang senyum-senyum dan semakin memeluk Reval dengan erat. Dia bermanja pada Reval sembari Reval yang menyetir dan beberapa kali mencium pucuk kepala Citra.


********


Reval dan Citra yang sudah berada di Restaurant yang sekarang menikmati makan yang sudah mereka pesan.


"Kamu kelihatan lapar sekali," ucap Citra yang melihat Reval makan dengan lahap.


"Dari tadi memang sangat lapar," jawab Reval.


"Ya sudah makanlah yang banyak," sahut Citra yang mengunyah makanannya.


"Iya. Oh iya nanti kita bawa pulang juga ya," ucap Citra.


"Untuk Reya?" tanya Reval.


"Iya, untuk Tante Sahila juga. Nanti aku ikut kamu ke rumah kamu buat anterin makanannya untuk Tante Sahila," ucap Citra.


"Baiklah kamu perhatian sekali sama mama langsung ingat mama," sahut Reval yang tersenyum.


"Iya harus dong. Kamu juga harus perhatian," ucap Citra mengingatkan.


"Itu pasti dan teruma pada kamu juga harus lebih perhatian," ucap Reval yang membuat Citra tersenyum.


********


Sore hari Citra dan Rose bersamaan datang kerumah Citra yang sebelumnya tadi mereka kerumah Rose untuk menemani Rose mengambil pakaian ganti dan sore hari mereka baru sampai rumah Citra.


"Assalamualaikum mah," sapa Citra yang memasuki rumah bersama Rose.


"Walaikum salam," sahut Anggika, Reya dan Argantara yang kebetulan ada di ruang tamu.


"Ada Rose ternyata," sahut Anggika yang langsung berdiri yang di ikuti yang lainnya.

__ADS_1


"Hallo Tante, Om," sapa Rose mencium punggung tangan Anggika dan juga Argantara. Rose juga memeluk Anggika.


"Lama sekali kamu tidak main kerumah ini," ucap Rose.


"Lagi sombong mah," sahut Citra.


"Isss nggak juga," sahut Rose, "Tante apa kabar?" tanya Rose.


"Baik Rose," jawab Anggika.


"Om bagaimana apa baik juga?" tanya Rose.


"Seperti yang kamu lihat sangat baik," jawab Argantara.


"Alhamdulillah kalau begitu Rose senang mendengarnya," sahut Rose.


"Hay Reya kamu apa kabar?" tanya Rose dengan ramah.


"Baik Rose," jawab Reya, "kamu sendiri bagaimana?" tanya Reya.


"Baik juga," jawab Rose, "oh iya selamat ya atas kehamilan kamu. Citra cerita semuanya dan dia itu bahagianya minta ampun," ucap Rose.


"Memang ada yang tidak bahagia," sahut Citra.


"Citra memang sedikit berlebihan," ucap Reya.


"Oh iya aku juga bawa buah untuk kamu. Ini katanya bagus untuk ibu hami," ucap Rose yang memberikan Reya oleh-oleh yang di bawanya.


"Ya ampun kamu ini repot-repot sekali. Aku jadi tidak enak," sahut Reya.


"Nggak apa-apa kak Reya. Dia jarang datang. Jadi harus sadar diri mau bawa apa," sindir Citra.


"Kamu ini Citra," tegur Anggika.


"Oh jadi hanya untuk Reya saja oleh-olehnya. Untuk Tante Om tidak ada?" tanya Argantara.


"Ada juga kok Om, mana mungkin Rose lupa. Ini kue kesukaan Om dan Tante," sahut Rose yang langsung memberikan.


"Ya ampun Rose. Kamu ini niat sekali ya datang kerumah ini seperti tamu jauh aja yang harus membawa oleh-oleh," ucap Anggika.


"Nggak apa-apa mah. Kalau tidak seperti itu dia tidak akan datang lagi," ucap Citra.


"Sudah-sudah jangan berdiri saja. Ayo duduk. Kamu sudah makan Rose. Mau makan apa," sahut Argantara.


"Nanti aja Om," sahut Rose.


"Ya sudah kita duduk dulu. Kita mengobrol dulu. Sudah lama kan tidak mengobrol," ucap Argantara.


"Iya Om," sahut Rose.

__ADS_1


Mereka semua pun duduk kembali dengan mereka yang saling mengobrol satu sama lain dan Reya juga ikut mengobrol dengan yang lainnya dengan topik yang ada-ada saja.


Bersambung


__ADS_2