Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 137


__ADS_3

Mendengar perkataan Erina membuat jantung Anggika semakin berdetak dengan kencang dengan mata Anggika yang terbuka lebar. Saat Erina mengatakan hal itu sampai akhirnya Anggika kembali membalikkan tubuhnya dan menghadap Anggika yang sekarang Anggika tersenyum yang seolah mengejek Anggika.


"Apa yang kau katakan?" tanya Anggika yang berusaha untuk tenang.


"Apa yang aku katakan tidak jelas. Jika aku mengatakan. Aku dan Reya ada di Jakarta dan Argantara yang menyuruh kami di Jakarta," tegas Erina.


"Jangan bicara sembarangan kau. Kau pikir aku percaya kata-kata mu!" teriak Anggika dengan suaranya yang bergetar yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya akibat kata-kata Erina.


"Kau begitu takut Anggika. Kau seakan merasa hidupmu runtuh. Kejadian ini mengingatkan ku pada kejadian belasan tahun lalu di mana kau harus menerima kenyataan bahwa aku dan Argantara adalah...."


"Diam kau!" bentak Anggika dengan suaranya yang menggelar menunjuk Anggika, "mau kau mengatakan apapun. Aku tidak percaya dengan wanita seperti mu," ucap Anggika yang berusaha untuk tenang. Walau sebenarnya dia tidak bisa tenang sama sekali yang terlihat dari wajahnya yang begitu panik.


"Anggika aku sungguh kasihan denganmu. Kau itu seperti wanita yang di hindari, di takuti sampai semua orang menyembunyikan semuanya dari mu. Kedatangan Reya ke Jakarta. Karena Argantara yang memaksanya dan membawanya untuk kerumahmu dan kau. Kau melakukan banyak hal kepadanya, anak-anak mu membuat Reya harus kembali ke Paris. Tetapi kau tidak tau apa yang terjadi. Jika semua orang termasuk 2 anakmu sedang menyembunyikan Reya," ucap Erina yang membuat Anggika schock dengan pengakuan Erina yang tidak mudah di percayanya.


Namun tidak ada alasan untuk tidak mempercayainya. Karena selama ini Anggika di penuhi dengan rasa curiga yang seperti ada sesuatu yang di sembunyikannya.


"Sangat kasihan dirimu Anggika yang bukan hanya di di Khianati Argantara. Tetapi putra dan putrimu juga menghiyanati mu dan berpihak pada Reya dan sangat menjaga Reya dengan melindungi Reya dari wanita sepertimu!" lanjut Erina membuat Anggika sejak tadi diam dengan tubuhnya yang terkepal dengan getaran yang hebat yang membuatnya hampir tidak sanggup berdiri.


"Biar aku katakan lagi berita yang paling mengejutkan padamu. Kali ini aku akan jujur padamu. Jika memang datang kemari bukan karena perintah Argantara. Namun aku hanya mengawasi putriku Reya yang di jemput Sean 1 bulan setalah kau mengusirnya dari rumahmu," tegas Erina memperjelas semua perkataannya yang membuat Anggika benar-benar terkejut mendengarnya. Sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi dan apa lagi Erina menyebutkan nama Sean.


"Kau jangan berbohong Erina. Aku tau kau mengatakan semua ini hanya untuk menguji diriku. Jadi jangan berbohong aku tau kau hanya berbohong untuk membuatku goyah kau pikir aku percaya dengan kata-kata mu," sahut Anggika yang masih berusaha untuk tenang dan tidak percaya dengan kata-kata Erina. Karena dia tidak mau terpancing..

__ADS_1


"Aku tidak berbohong Anggika, untuk apa aku berbohong jika apa yang aku katakan adalah kebenarannya dan satu lagi apa kau lupa sebelum Reya dan Sean saling mengetahui. Mereka itu saling menyukai. Jadi apa menurutmu perasaan itu akan hilang dan tidak akan hilang. Karena terbukti dari Sean yang menjemput Reya ke Paris dan membawanya ke Jakarta. Tanpa kau ketahui," ucap Erina dengan santai berbicara sembari tersenyum miring pada Anggika yang sudah tidak tau perasaannya seperti apa.


"Jangan mengarang cerita Erina. Aku tidak percaya kata-kata mu. Jadi jangan mengarang-ngarang Erina!" tegas Anggika dengan penuh emosi.


"Kau bisa cek sendiri, tanya sendiri apa yang terjadi. Karena aku tidak akan bicara. Jika tidak berdasarkan fakta," tegas Erina.


"Stop mau kau mengatakan apapun. Aku tidak akan percaya dengan kata-kata mu!" tegas Anggika yang membantah semua kata-kata Erina. Tidak ingin tau lebih banyak lagi dengan kata-kata yang menggoyahkan hatinya. Anggika pun akhirnya memilih untuk pergi dari hadapan Erina.


Melihat kepergian Erin membuat Anggika menyunggingkan senyumnya.


"Sekarang kau akan melihat apa yang terjadi selanjutnya. Kau akan menyadari Anggika kau sama sekali tidak ada artinya. Jika keluarga yang kau cintai benar-benar menghiyanatimu dan kau juga akan tau apa kebenaran yang akan membuatmu mati berdiri yang apa lagi jika tidak kau akan mengetahui hubungan asmara Sean dan Reya yang akan menjadi petaka besar dalam hidupmu," batin Erina yang kelihatan begitu puas hari ini.


Di tampar dan di hina Anggika, di permalukan di depan semua orang. Terbalas dengan kata-katanya yang sangat menakutan dan pasti membuat dia terkejut dan itu sangat membuat Erina begitu puas.


Setelah melakukan acara Study tour yang tidak sesuai dengan jadwal. Akhirnya Citra pulang kerumahnya yang di antarkan Reval. Tadi bus yang membawa mereka berhenti di kampus dan mereka pulang sendiri-sendiri. Seperti biasa Reval pasti mengantar Citra yang kebetulan Citra dan Reval juga hubungannya bukan Dosen dan mahasiswi lagi. Sudah berubah menjadi pasangan.


Citra dan Reval sama-sama keluar dari dalam mobil, "kak Reval makasih ya sudah mengantarkan Citra pulang," ucap Citra yang berdiri menghadap Reval.


"Sama-sama," jawab Reval dengan mengusap lembut pucuk kepala Citra, "kamu masuk dan istirahatlah!" ucap Reval.


"Kak Reval juga juga harus istirahat," ucap Citra yang tidak kalah perhatiannya.

__ADS_1


"Jangan khawatir Citra. Aku pasti istirahat. Yang penting kamu juga istirahat," sahut Reval.


"Pasti!" sahut Citra, "oh iya kak Reval tidak mau mampir dulu," ucap Citra menawarkan.


"Lain kali saja Citra," sahut Reval.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Citra. Citra dan Reval masih sama-sama mengobrol. Namun tidak lama tiba-tiba mobil Anggika berhenti tepat di depan mobil Reval yang di salip supir yang mengendarai mobil itu.


"Mama!" lirih Citra yang sangat tau jika itu adalah mamanya dan Anggika langsung turun dari mobil. Untuk pertama kalinya Anggika benar-benar harus bertatap wajah dengan Reval. Reval terlihat santai dengan mengeluarkan senyumnya. Namun Anggika terlihat diam dengan mengamati wajah Reval.


Tidak tau seperti apa eksperesi anggota. Apa yang di pikirkan Anggika. Namun sampai detik ini dia dan Reval masih saling melihat.


"Mama!" sapa Citra membuat Anggika membuyarkan lamunannya.


"Masuk Citra!" ucap Anggika yang sepertinya tidak menyukai Reval.


"Tapi mah, Citra belum...."


"Mama bilang ayo masuk!" ajak Anggika dengan tegas dengan wajahnya yang tampak serius.


"Masuklah Citra," ucap Reval dengan lembut. Citra pun tidak tau apa yang terjadi dan mau mengatakan apa lagi. Dia pun masuk dengan terpaksa yang sebenarnya tidak enak dengan Reval dan Anggika melihat Reval kembali dan langsung pergi menyusul Citra.

__ADS_1


Reval tersenyum tipis dengan hembusan napasnya perlahan dan langsung memasuki mobilnya. Dia seakan tidak peduli jika Anggika tidak menyukai dirinya. Karena memang terlihat Anggika tidak menyukainya.


Bersambung


__ADS_2