
...Sean Argantara...
...Reya Bathara Argantara....
...Citra Elsa Argantara....
...Barra...
...Karin...
...Rose...
...Anggika...
...Erina...
...Argantara....
Acara pesta berjalan dengan lancar, Sean, Argantara Anggika menyapa para tamu, berbincang-bincang sembari menikmati hidangan yang di siapkan.
Sementara Citra dan Rose juga dengan teman-teman Citra saling berbincang-bincang. Lain dengan Reya yang terlihat murung yang berdiri di dekat minuman dengan pikirannya yang benar-benar kosong-kosong.
__ADS_1
Namun ternyata Citra yang berbicara-bicara dengan Rose dan teman-temannya melihat ke arah Reya. Yang mana Citra berpikiran sesuatu. Dan dengan seketika Citra menyunggingkan senyumnya.
" Aku ke sana sebentar," ucap Citra pada Rose. Rose mengangguk saja.
" Mau kemana dia?" tanya Rose di dalam hatinya.
Ternyata Citra menghampiri Reya dengan menyenggol Reya saat Citra ingin mengambil minuman.
" Sorry tidak sengaja," ucap Citra dengan santai. Reya menghela napas seolah tidak mau mencari masalah dan langsung pergi. Namun ternyata Citra memegang tangannya membuat langkah Reya berhenti tepat di sampingnya.
" Apa maumu?" tanya Reya melihat ke arah Citra.
" Tidak apa-apa," jawab Citra dengan santainya.
" Kalau begitu lepaskan tanganku," ucap Reya menekan suaranya.
" Papa menyuruh mu untuk mengambilkn desseret untuknya dan memberikannya ke padanya. Dia ada di sana," ucap Citra menunjuk ke arah papanya yang mengobrol dengan tamu.
" Kenapa bukan kau saja yang mengambilnya?" Sahut Reya dengan ketus.
" Hey. yang di suruh itu kau bukan aku. Papa menyuruhmu malah menyuruh balik. Dasar pemalas!" Kesal Citra.
Sementara Citra yang di belakang Reya menyunggingkan senyumnya. Citra melihat ada gunting langsung mengambilnya dan betapa jahatnya Citra menggunting ikatan dress di bagian punggung Reya.
" Kau itu menjadi tontonan malam ini. Kau akan bertelanjang di depan semua orang. Sungguh memalukan," batin Citra dengan menyunggingkan senyumnya.
Namun Reya yang sudah selesai mengambil apa yang di inginkannya langsung berbalik badan dan Citra menyembuyikan gunting itu dengan tangannya yang di lipatnya di dadanya.
" Sudah sana pergi. Apa lihat-lihat!" ucap Citra yang mana Reya melihatnya dan Reya pun tidak peduli dan langsung pergi dari hadapan Citra yang membuat Citra menyunggingkan senyumnya.
Reya berjalan menuju papanya yang bicara dengan tamu yang cukup jauh dengan membawa piring kecil yang berisi dessert Namun tiba-tiba Reya menghentikan langkahnya saat merasa ada yang aneh pada bajunya yang terasa longgar dan seperti ingin turun.
Citra yang masih di tempatnya menyunggingkan senyumnya melihat hal itu. Yang dalam hitungan detik di pastikan Reya akan telanjang. Sementara Reya yang semakin menyadari apa yang terjadi melotot dengan degupan jantungnya yang kencang yang tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Bahkan gaun itu sudah melorot yang memperlihatkan belahan dadanya yang membuat Reya semakin panik
" Ada apa dengan gaunku. Tidak mungkin terjadi sesuatu pada gaunku. Ada apa ini," batin Reya yang merasa panik saat gaun itu mulai perlahan turun dan Citra di ujung sana yang tersenyu puas melihat pertunjukan di depan mata yang sebentar lagi pertunjukannya akan tiba.
Tak. Tiba-tiba lampu mati dan Reya tiba-tiba di tarik. Orang-orang yang ada di sana penuh kehebohan dengan lampu yang mati. Tetapi hanya sebentar dan lampu hidup kembali. Citra terkejut yang tidak memperlihatkan Reya sama sekali.
__ADS_1
" Di mana dia?" tanya Citra kebingungan yang mencari-cari Reya di area pesta dan sama sekali tidak di temukannya.
" Argggghhh Sial. Kenapa sih lampu pakai mati segala. Rencanaku berantakan!" umpat Citra dengan kesal.
Yang ternyata Sean yang menarik Reya. Di mana sekarang Sean membawa Reya masuk ke dalam kamar hotel dengan menarik tangan Reya dan satu tangan Reya memegang kuat dressnya di pastikan akan melorot secepatnya.
Begitu sudah berada di dalam kamar itu Sean langsung mengambil selimut yang terpasang di atas tempat tidur dan buru-buru menghampiri Reya di depan pintu dengan Dress nya yang melorot ke bawah dan Sean langsung menutupnya dengan selimut dan dress itu pun jatuh.
Sean terlihat begitu lega dengan kecepatannya yang membuat Reya tidak jadi bahan tontonan di acara tersebut.
Napas Reya naik turun yang pasti tadi dia ketakutan akan malu di depan semua orang. Karena dia akan menunjukkan tubuhnya yang polos. Reya tertunduk dengan mengatur napasnya dan memegang kuat selimut yang menutup tubuhnya yang polos.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Sean dengan suara seraknya yang menundukkan kepalanya melihat Reya yang masih begitu pucat.
" Kenapa membawaku ketempat ini?" tanya Reya dengan mengangkat kepalanya dan wajahnya bertemu dengan dengan Sean.
Ya tempat itu adalah terjadinya adegan semalam di antara mereka ber-2 adegan terlarang di antara ke-2nya.
" Apa masih penting bagimu untuk memilih tempat mana yang harus di gunakan. Sementara kau hampir telanjang di depan semua orang!" sahut Sean merasa pertanyaan Reya tidak penting.
" Itu semua gara-gara kau!" sahut Reya menyambar yang membuat Sean mengkerutkan dahinya menatap Reya dengan serius.
" Apa maksudmu?" tanya Sean heran dengan kata-kata Reya yang malah di tuduh oleh Reya.
" Lihat pakaianku!" tunjuk Reya pada lantai di mana ada dressnya terjatuh, " Citra yang melakukannya dan pasti kalian ber-2 yang merencanakannya yang sengaja membuatku malu di depan semua orang. Kalian berdua benar-benar jahat yang tega melakukan semua itu kepadaku," ucap Reya dengan matanya berkaca-kaca yang percaya jika Sean dan Citra yang bekerja sama dalam hal itu.
" Kau menuduhku!" Pekik Sean yang tidak habis pikir
" Aku menuduhmu. Apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Kau sengaja bekerja sama dengan adikmu hanya untuk menindasku. Pertama kalian menjadikan kacung di Perusahaan dan sekarang kalian ingin mempertontonkan tubuhku setelah kau puas menikmatinya kemarin," ucap Reya dengan marah-marah mengungkit kejadian itu.
Dan sama seperti Sean yang matanya memerah mendengar tuduhan Reya yang tidak habis pikir baginya.
" Jadi kau benar-benar punya pikiran. Jika aku yang melakukan semua ini," ucap Sean menaikkan volume suaranya.
" Hanya kau dan Citra yang bisa melakukan hal ini. Kalian berdua sangat membenciku," sahut Reya dengan menekan suaranya yang air matanya sudah jatuh.
" Kau pikir aku semurahan itu Reya. Yang bisa melakukan hal serendah ini. Aku sama sekali tidak tau menau dengan apa yang di lakukan Citra. Aku tidak tau dia merencanakan semua itu. Aku memang melihatnya menggunting pakaian mu. Makanya aku membawa mu kemari. Jika aku bekerja sama dengannya maka tidak perlu aku menarikmu ke mari. Kau sudah telanjang di sana dan di tonton semua orang!" teriak Sean membantah tuduhan Reya dengan menguatkan Volume suaranya.
" Alasan! Aku tau bagaimana kalian. Kalian semua begitu membenciku. Sampai menghancurkan ku sampai akar-akarnya. Aku sudah hancur. Apa itu belum cukup untukmu. Aku sudah mengatakan tidak pernah meminta semua ini. Tapi kalian terus melakukan semua ini kepadaku. Menganggapku seperti bukan manusia," ucap Reya dengan suaranya yang tertahan yang benar-benar sudah lelah dengan hidupnya.
__ADS_1
Bersambung