Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 63 Berbelanja berdua.


__ADS_3

Akhirnya Reya dan Sean berbelanja ke Supermarket terdekat. Mereka sudah seperti pasangan suami istri saja yang mana Sean mendorong troli belanjaan dan Reya yang mengisi keranjang dengan semua peralatan yang di butuhkan. Dari bahan untuk bersih-bersih rumah, bahan dapur, sayuran, buahan dan juga beberapa makanan lainnya.


Keranjang mereka bahkan sudah hampir penuh dan bukan Reya yang mengisi beberapa minuman kaleng dan roti serta jajanan kering. Tetapi Sean yang melakukannya. Karena dia tau itu akan menjadi kebutuhan Reya di saat Reya jenuh. Karena memang hanya makan yang membuat kejenuhan hilang.


Reya tidak mengambil banyak-banyak. Mungkin karena malu. Padahal dia juga tidak punya uang. Jadi apa salahnya kalau kalep dalam berbelanja. Tetapi untung ada Sean yang pengertian. Jadi tidak masalah dengan hal itu.


Tangan Reya dan Sean bersamaan mengambil saos botol. Hal itu membuat mereka saling melihat. Namun Reya dengan cepat menyinggirkan tangannya dari Sean.


"Maaf," ucap Reya yang menjadi gugup. Sean hanya mengangguk dan mengambil saos itu. Apa perlu Reya harus meminta maaf.


"Kamu cari buah apa?" tanya Sean ketika melihat Reya yang mencari-cari sesuatu.


"Aku tidak melihat buah kecapi. Aku tiba-tiba ingin memakannya," ucap Reya yang terus mencari.


"Mbak!" panggil Sean pada pelayan Supermarket dan pelayan itu langsung datang.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya pelayan itu.


"Hmmmm, dimana ya buah kecapi. Kami tidak melihatnya?" tanya Sean.


"Memang lagi kosong mas. Pemasukannya tidak menentu terkadang," jawab pelayan itu.


"Oh ya sudah tidak apa-apa," sahut Reya yang memang tidak mungkin memaksakan diri. Pelayan itu mengangguk dan langsung undur diri.


"Kita nanti cari di tempat lain saja. Kamu ingatkan saja aku," ucap Sean.


"Tidak usah. Cari buah yang lain saja," tolak Reya yang tidak mau merepotkan Sean.


Reya pun memilih buah yang lain yaitu jatuh pada mangga.


"Ini belum masak Reya," ucap Sean yang sepertinya sangat paham masalah buah-buahan.


"Tidak apa-apa. Aku memang ingin memakan yang seperti ini," jawab Reya. Sean mengangguk-angguk saja. Banyak mangga yang Mateng yang begitu menggairahkan dan Reya memilih yang masih mentah ya Sean mau bicara apa.


"Reya aku ketoilet sebentar ya," ucap Sean. Reya mengangguk dan meninggalkan Reya yang sendirian berbelanja.


Belanjaan yang di butuhkan Reya tidak banyak lagi. Ternyata di Supermarket yang sama Rose dan Regina juga membeli beberapa cemilan


" Ini aja di banyakin. Anak-anak kan banyak. Pasti mulutnya mau makan terus," ucap Rose yang memasukkan berbagi macam Snack kedalam keranjang yang mereka bawa.

__ADS_1


"Terserah kamu aja deh. Orang uang yang beli juga bukan uang aku. Tetapi uang Citra," ucap Regina.


"Ya sudah kita sekarang cari minuman kaleng dulu," ucap Rose. Regina mengangguk saja dan mengikuti Citra.


Mereka memborong minuman kaleng sampai rak itu kosong. Karena bukan uang mereka jadi suka-suka mereka. Namun tiba-tiba Rose melihat di depan matanya di balik rak yang mana melihat Reya yang memasukkan beberapa bahan-bahan kedalam keranjangnya.


"Reya! bukannya itu Reya. Tetapi Citra bilang Reya sudah pergi ke Paris," batin Rose yang melihat Reya dari samping. Walau tidak jelas melihat wajah itu. Namun postur tubuh Reya sangat di kenalinnya.


"Rose ayo buruan malah bengong!" ucap Regina yang membuat Rose tersentak kaget.


"Sebentar. Kamu duluan aja ke kasir. Aku ke sana sebentar!" Rose langsung pergi yang menurutnya harus memastikan benar atau tidak yang di lihatnya adalah Reya atau tidak.


"Aneh sekali. Malah pergi lagi," ucap Regina dengan geleng-geleng.


Saat Rose sudah berada di tempat dia melihat Reya tadi dia malah tidak menemukan Reya dan mencari-cari Reya sampai akhirnya tiba-tiba tubuhnya tertabrak seseorang.


"Auh!" lirih Rose.


"Rose!"ucap Sean dengan terkejut melihat Rose.


"Kak Sean!" lirih Rose heran dengan adanya Sean di Supermarket tersebut.


"Apa aku bilang kak Sean aja ya. Kalau aku melihat Reya," batin Rose.


"Kamu sedang apa Rose?" tanya Sean.


"Aku sedang berbelanja. Oh iya kakak sendiri ngapain di sini?" tanya Rose.


"Ada keperluan," jawab Sean.


"Hmmm, begitu rupanya," sahut Rose


"Citra mana?" tanya Sean.


"Citra tidak ikut aku sama..." Rose tidak melanjutkan kalimatnya.


"Sebaiknya aku buru-buru pergi. Kak Sean bisa marah kalau melihat Regina," batin Rose yang malah panik. Karena mengingat Regina yang mencari masalah waktu itu.


"Ya sudah kak Sean. Kalau begitu Rose pergi dulu, daaa," ucap Rose yang langsung pergi dari hadapan Sean.

__ADS_1


Sean menghela napas panjang dengan kepergian Rose yang sebelum di usirnya dan Sean juga memastikan, melihat langsung ke arah luar memang Rose langsung pergi.


"Sean!" tegur Reya yang melihat Sean bengong.


"Reya," ucap Sean yang terlihat panik.


"Kamu kenapa?"tanya Reya.


"Tidak aku tidak apa-apa. Kamu sendiri baik-baik saja kan?" Sean malah bertanya kembali.


"Iya aku baik-baik saja," jawab Reya.


"Ya sudah belanjanya sudah selesai. Kalau sudah selesai. Ayo kita pulang," ucap Sean.


"Baiklah, ayo!"sahut Reya yang memang sudah selesai berbelanja.


"Untung saja Rose tidak bertemu Reya. Aku tidak akan tau apa yang akan terjadi nanti," batin Sean yang terlihat lega. Namun tetap merasa sangat khawatir.


*********


Rose berada di dalam mobil yang terlihat memikirkan sesuatu. Sampai Regina yang di sebelahnya yang menyetir heran dengan Rose.


" Aku tidak mungkin salah lihat, itu memang Reya. Seharusnya aku katakan saja tadi pada kak Sean. Biar kami sama-sama mencarinya. Jadi tidak seperti ini. Aku penasaran jadinya," batin Rose yang terus memikirkan hal itu.


Dia tidak tau saja. Jika Reya memang benar adanya dan lebih parahnya bersama dengan Sean.


"Apa aku bilang sama Citra aja ya!" Rose tiba-tiba langsung kepikiran dengan Citra.


"Tidak Rose. Citra itu orangnya pemikir. Kamu jangan aneh-aneh Rose. Belum tentu juga itu Reya. Lagian Reya memang sudah pulang ke Paris dan aku juga kerumah Citra kemarin tidak ada Reya sama sekali. Aku mungkin hanya salah lihat saja. Mending nggak usah di bilang Citra. Yang ada Citra heboh sendiri nantinya. Padahal seminggu ini aku melihatnya baik-baik saja dan ceria kembali. Kamu jangan cari masalah Rose," batin Rose yang mengurungkan niatnya untuk memberitahu Reya masalah itu dan memilih untuk menganggap dia hanya salah lihat saja.


"Kamu kenapa sih rose?" tanya Regina sembari menyetir fokus ke depan yang heran melihat Rose.


"Tidak apa-apa," jawab Rose.


"Lalu kenapa melamun?" tanya Regina.


"Tidak ada yang melamun. Aku hanya lelah ngantuk saja," jawab Rose mencari alasan.


" Ohhhh,"sahut Regina yang tidak banyak tanya lagi dan menyetir kembali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2