Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab 168


__ADS_3

Setelah pertemuan mereka berada di pantai akhirnya Reya dan Sean menginap di hotel untuk sementara waktu, Citra pulang kerumahnya dan Reya dan Sean baru sampai hotel dengan mereka yang memasuki kamar.


"Kita sebaiknya di sini dulu. Sampai menemukan moment yang tepat untuk bertemu mama dan papa," ucap Sean.


"Lalu bagaimana dengan mamaku?" tanya Reya yang baru kepikiran dengan mamanya. Sean juga baru mengingat hal itu.


"Sean aku baru cek ponselku dan ternyata mama menelponku berkali-kali dan bahkan mengirimku pesan. Mama juga sudah tau hubungan kita dari pesan yang di kirimnya," ucap Reya dengan pelan bicara. Dia baru menyampaikan kabar itu. Karena baru ada waktu sekarang.


"Apa Tante Erina ada di Jakarta?" tanya Sean.


"Aku tidak tau. Karena aku tidak menanyakan hal itu," jawab Reya yang memang belum berkomunikasi dengan mamanya. Sean menghela napasnya dengan perlahan kedepan dan terlihat bertambah pusing dengan memijat kepalanya.


"Sean kita sudah menikah dan kakek merestuinya dan kita berencana untuk memberitahu papa dan Tante Anggika tentang pernikahan kita dan kakek juga akan membantu kita. Lalu bagaimana dengan mama. Aku tidak tau bagaimana menghadapinya," ucap Reya yang tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Jangan khawatir Reya. Aku akan berpikir untuk menghadapi Tante Erina. Kita selesaikan masalah satu persatu dulu, baru masalah Tante Erina," ucap Sean Reya hanya mengangguk saja. Lebih baik menuruti Sean yang mungkin Sean lebih tau mengerti dan akan paham dengan apa yang harus di lakukan Sean.


"Kamu sebaiknya istirahat," ucap Sean yang menghampiri Reya yang duduk di pinggir ranjang dengan mengusap pipi Reya, "jangan memikirkan apa-apa. Kamu harus memikirkan kesehatan kamu. Kamu harus ingat ada bayi kita," ucap Sean mengingatkan. Reya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis.


"Oh iya masalah Citra. Kenapa aku merasa Citra ada sesuatu ya?" tanya Reya.


"Aku juga merasa hal yang sama. Dan seakan ini bukan hanya masalah hubungannya dengan Reval saja," ucap Sean yang sebenarnya dari tadi memikirkan adiknya.


"Aku juga melihat Reval tadi dan seperti ada sesuatu di antara mereka. Apa sebenarnya Citra dan Reval tidak baik-baik saja ya," batin Reya yang sekarang gantian yang kepikiran dengan Citra.


"Sudahlah Reya. Kamu jangan memikirkan Citra juga biar aku mengurusnya kamu sebaiknya istirahat ini sudah malam," ucap Sean. Reya mengangguk dan Sean membatu Reya membaringkan tubuh Reya di atas ranjang dan menyelimuti Reya.

__ADS_1


"Kami istirahat lah," ucap Sean mencium kening Reya.


"Kamu juga," ucap Reya. Sean menganggukan kepalanya. Dia mungkin akan mengerjakan sesuatu dulu dan tidan bisa untuk beristirahat.


*********


Rumah sakit jiwa.


Reval menjenguk mamanya yang ada di rumah sakit jiwa. Yang mana sebelum Reval kemampus terlebih dahulu dia melihat keadaan sang mama.


"aku sudah membawakan makanan untuk mama," ucap Reval yang mengeluarkan dari dalam paper bag apa yang di bawanya.


"Di mana gadis itu?" tiba-tiba mama Reval mengeluarkan suara yang membuat Reval menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah sang mama.


"Siapa maksud mama?" tanya Reval.


"Dia tidak ada di sini dan itu tidak penting," sahut Reval yang terlihat cuek.


"Kamu melakukan sesuatu kepadanya?" tanya mama Reval membuat Reval diam sebentar.


"Wajah kamu seperti orang yang punya dendam. Kamu seperti orang sakit. Dan penuh dengan amarah," ucap mama Reval yang tersenyum melihat wajah putranya itu dengan mengamati wajah putranya.


"Hahahaha!" wanita yang sakit jiwa itu menertawainya tiba-tiba.


"Anak bodoh. Kamu pikir dengan kamu melakukan hal itu kepadanya akan mengembalikan semuanya. Hey papa mu itu yang gila dan kamu seharunya tidak ikut-ikutan gila sepertinya. Apa yang kamu lakukan pada gadis itu. Apa kamu ingin menanggung semuanya apa kamu ingin dia menemani ku di sini, di tempat ini selama bertahun-tahun," ucap mama Reval seakan tau jika Reval sedang menjalankan aksi balas dendamnya dan semua dan melibatkan Citra.

__ADS_1


Mama Reval mungkin benar. Apa yang di lakukan Reval kepada Citra. Hanya akan membuat Citra menjadi pasien selanjutnya di rumah sakit itu dan apakah itu yang di inginkan Reval membuat Citra sensara.


Reval hanya diam saja dengan mendengarkan tawa mamanya yang tidak henti-hentinya yang pasti sedang menertawakan dirinya.


"Kamu kaaihani sekali, kamu hanya mencari mati anak bodoh, kamu hanya akan membuat dirimu menyesal," Reval rasanya ingin membentak mamanya agar diam. Karena telinganya sangat panas dengan kata-kata itu. Namun tidak mungkin dia melakukan itu. Tidak mungkin membentak mamanya. Hanya karena mendapat ejekan dari mamanya.


***********


Reval memasuki kamarnya dengan memijat kepalanya sembari mengacak-acaknya rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sial!" umpat Reval dengan menahan kekesalannya. Mata Reval melihat kearah tempat tidur bayangan Citra tiba-tiba muncul di sana yang membuat Sean emosi dan langsung menarik seprai dengan kasar dan membuangnya di sembarang tempat.


"Argggghhh," teriak Reval seperti orang gila yang mengacak-acak kamar itu. Karena setiap sudut di kamar itu mengingatkan dirinya pada Citra. Semua ini juga pasti berhubungan dengan perkataan mamanya tadi yang seolah mengejek dirinya.


"Semua ini gara-gara wanita itu!" teriak Reval yang pasti menyalahkan Anggika, "dia yang sudah membuat mama hancur. Dia yang menghancurkan mama, dan aku hanya ingin dia merasakan apa yang aku rasakan. Saat melihat orang yang kita cinta telah di hancurkan. Aku ingin dia menderita karena kehancuran putrinya," teriak Reval yang dengan meremas rambutnya.


Hati dan mulut Reval sangat bertolak belakang. Sangat jelas sepertinya Reval menyukai Citra dan menyesal dengan apa yang di lakukannya. Walau apa yang di lakukannya adalah sebuah rencana yang di susun rapi.


Masuk kekampus itu sebagai dosen baru dan berusaha untuk mendekati Citra dengan cara-cara yang Coll. Lalu dengan hal-hal lainnya yang ternyata semuanya hanya untuk mendapatkan hati Citra. Semuanya berawal seperti itu.


Namun kedekatan itu harus di rasakan Reval ketika Reval juga sudah bermain hati. Yang terbukti simpatik dengan Citra. Masalah yang di hadapi Citra dengan keluarganya dan juga mantan kekasih Citra membuat Reval sering ikut terlibat dan refleks selalu berusaha untuk menolong Citra.


Semua itu pasti karena ada hati yang bermain yang tidak mungkin Reval sepeduli itu tanpa ada apa-apa dan apa mungkin yang di katakan mamanya Reval benar. Karena Reval yang akan menyesal setelah ini.


Apa yang di lakukannya pada Citra hanya akan membuatnya menyesal dan tidak tau apakah Reval akan menyadari hal itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2