
Citra tampak begitu kesal dengan mamanya yang menyuruhnya masuk begitu saja dan menunjukkan ketidaksukaannya pada Reval.
"Mama kenapa sih. Harus bersikap seperti tadi?" tanya Citra
"Apa maksud kamu?" tanya Anggika.
"Mama pakai bertanya lagi. Mama kenapa begitu dengan kak Reval. Apa mama tidak bisa terlihat biasa aja pada kak Reval. Kenapa harus melakukan hal itu?" tanya Citra yang terlihat begitu kesal.
"Citra mama melakukan semua itu karena mama tidak ingin kamu dekat-dekat dengan Pria itu," ucap Anggika yang berterus terang mengatakan jika dia tidak menyukai Reval dan sungguh itu sangat mengagetkan bagi Citra di mana Reval benar-benar tidak di sukai sang mama.
"Mama kenapa bicara seperti itu. Apa kesalahan kak Reval. Mama bahkan baru bertemu sekali dengannya dan mama sudah berspekulasi buruk pada kak Reval," sahut Citra.
"Kalau mama bilang mama tidak ingin kamu dekat-dekat dengannya. Maka mama tidak ingin dan kamu tidak perlu tanya apa alasannya. Yang jelas mama tidak menyukai kami dengannya. Karena dia pasti bukan pria baik-baik," ucap Anggika yang menjudge buruk Reval.
"Bagaimana mungkin mama bisa menjudge buruk kak Reval. Mengatakan dia bukan Pria baik-baik. Dia pria baik mah, dia Dosen Citra dan selama Citra kenal dengannya dia itu sangat baik," tegas Citra apa adanya mengatakan penilaiannya pada Reval.
"Justru karena dia Dosen kamu. Dia sudah menggambarkan siapa dirinya sebenarnya. Justru itu Citra. Karena Dosen yang baik tidak akan pernah dekat-dekat dengan mahasiswinya apalagi sampai menjalin hubungan. Jadi dengan dia yang menjalin hubungan dengan kamu. Sudah menjelaskan jika dia bukan laki-laki yang baik. Jadi mama tidak menyukainya dan mama minta sama kamu untuk menjauhinya," ucap Anggika penuh dengan penekanan dan penegasan.
"Stop mah. Mama jangan lagi mengeluarkan pendapat mama yang buruk-buruk sementara mama tidak mengenal siapa itu kak Reval. Jadi stop mengatakan hal itu. Karena mama harus tau papa dan kak Sean saja sangat menyukai kak Reval. Jadi penilaian mama terhadap kak Reval sangat tidak masuk akal," sahut Citra.
"Itu karena mereka tidak tau siapa Reval," sahut Anggika.
"Apa maksud mama memang siapa kak Reval?" Citra kembali bertanya benar-benar bingung dengan sang mama.
__ADS_1
"Reval seorang Dosen dan seorang Dosen tidak ada yang baik dan mungkin bukan hanya kamu satu-satunya wanita yang di dekatinya. Jadi kamu jangan bodoh Citra yang mau saja menjalin hubungan dengan seorang dosen," tegas Anggika.
"Citra benar-benar tidak mengerti maksud mama. Hanya karena kak Reval seorang Dosen pikiran mama sudah sangat jauh menyukainya. Mama tidak bisa menyamakan kak Reval dengan yang lainnya. Karena bagi Citra kak Reval itu sangat baik dan mama juga harus tau kak Reval banyak menolong Citra. Sebelum mama menjudge buruk kak Reval. Mama seharusnya melihat dulu, mengenali dulu siapa kak Reval. Jadi mama tidak berhak mengatai kak Reval yang tidak-tidak dan Citra tidak akan mendengarkan mama," tegas Citra yang memang tidak mungkin mendengarkan Anggika.
Karena Reval memang sangat baik. Dan terlebih lagi papa dan kakaknya menyukai dan alasan sang mama sangat tidak masuk akal.
"Kamu menentang mama Citra?" tanya Anggika.
"Citra tidak punya alasan untuk menuruti apa kata mama," tegas Citra yang beralih dari hadapan Anggika yang merasa Anggika sangat tidak masuk akal dan lebih baik tidak bicara lama-lama pada Anggika.
"Apa kamu tau kalau Reya ada di Jakarta?" tanya Anggika yang menghentikan langkah Citra saat ingin menaiki anak tangga.
Mendengar ucapan sang mama membuat Citra menelan salivanya dengan matanya yang terbelalak yang tampak begitu terkejut dengan pertanyaan sang mama.
"Citra kenapa kamu diam? apa kamu tau kalau Reya ada di Jakarta?" tanya Anggika lagi. Citra berusaha untuk tenang dengan membalikkan tubuhnya kembali menghadap sang mama yang menatapnya dengan penuh selidik.
"Apa yang mama tanyakan? kenapa tiba-tiba membawa-bawa nama anak itu?" tanya Citra yang pura-pura tidak tau dan pura-pura terlihat masih sangat membenci Reya sampai-sampai tidak mau menyebut nama Reya.
"Jadi kamu tidak tau apa-apa?" tanya Anggika dengan penuh selidik.
"Apa yang mama katakan. Citra tidak mengerti dengan maksud mama," ucap Citra heran.
"Mama tidak tau Citra bagaimana perasaan mama jika mama akan tau apa yang terjadi sebenarnya. Jika kamu menyembuyikan sesuatu hal dari mama. Mama tidak bisa berkata apa-apa lagi," ucap Anggika membuat Citra benar-benar gemetar dengan kata-kata sang mama yang sangat mengejutkannya yang membuatnya tidak bisa banyak bicara lagi dan jelas sangat takut.
__ADS_1
"Citra benar-benar tidak paham dengan mama. Kenapa pembicaraan mama melarat kemana-mana. Citra tidak paham dengan apa yang mama katakan," ucap Citra yang berusaha untuk mengalihkan pembahas.
"Mama hanya mengatakan Citra. Jika kamu tau sesuatu. Maka mama akan sangat kecewa," ucap Anggika.
"Citra tidak paham dengan mama. Sudahlah Citra mau istirahat dulu. Citra lelah," sahut Citra yang akhirnya pergi sebelum mamanya bicara yang lain-lain lagi nanti.
"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, Erina, Reya, Sean, Citra dan Argantara. Apa benar ada sesuatu yang aku tidak ketahui dan bagaimana jika apa yang di katakan Erina benar. Apa yang harus aku lakukan," batin Anggika yang sudah tidak tau bagaimana menanggapi apa yang terjadi nantinya. Dia benar-benar bingung dan tidak tau harus bagaimana.
***********
Citra memasuki kamarnya dan menghempaskannya tubuhnya di atas ranjang dengan menyibak rambutnya kebelakang menatap langit-langit kamarnya.
"Apa yang di katakan mama. Kenapa mama tidak menyukai kak Reval. Hanya karena alasan kak Reval seorang Dosen. Lalu kenapa jika Dosen. Apa Dosen sangat jahat dan kak Reval tidak seperti itu. Kenapa mama punya pikiran seperti itu," gumam Citra yang masih tidak mengerti dengan tanggapan mamanya terhadap Reval.
Citra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu mengambil ponselnya.
"Kak Reval maafkan mama. Citra merasa tidak enak dengan sikap mama tadi. Kak Reval jangan marah ya," tulis Citra dalam pesannya yang takut Citra akan tersinggung.
"Tidak apa-apa Citra. Aku tidak mengambil hati dari masalah itu kamu jangan berpikiran apa-apa. Kamu istirahatlah, besok kamu harus kekampus," jawab Reval.
"Syukurlah jika kak Reval tidak marah, aku merasa lega jika kak Reval benar-benar sudah tidak marah," batin Citra.
"Lalu mama kenapa tiba-tiba membahas Reya dan perkataan mama tadi seperti mengetahui sesuatu. Apa lagi sebenarnya yang terjadi dan bagaimana jika benar-benar terjadi. Aku tidak mengatakan apa-apa. Aku benar-benar takut jika memang semuanya terjadi," batin Citra yang terlihat panik. Karena jika terbongkar apa yang di sembunyikan. Dia tidak akan tau bagaimana akhirnya dan membayangkannya saja. Dia sudah tidak bisa.
__ADS_1
Bersambung