Terjerat Scandal Cinta Saudara

Terjerat Scandal Cinta Saudara
Bab.


__ADS_3

Saling melihat dengan Reval membuat Citra mengalihkan pandangannya dengan membelakangi Reval dengan air mata Citra yang menetes dan langsung di sekanya yang kemudian Citra meninggalkan tempat itu.


"Maafkan aku Citra!" batin Reval dengan napasnya yang masih berat.


"Pak Reval harus beristirahat ya," ucap Suster.


"Baik Suster. Makasih Suster sudah banyak membantu saya," ucap Reval.


"Itu tugas kami di rumah sakit ini pak Reval. Pak Reval sangat beruntung ya memiliki kekasih yang begitu tulus pada pak Reval," ucap Suster membuat Reval heran mendengarnya.


"Maksud Suster apa? kekasih kekasih siapa?" tanya Reval dengan heran yang wajahnya penuh dengan tanya yang memang tidak mengerti dengan perkataan Suster.


"Wanita cantik yang begitu histeris saat pak Reval kehilangan nyawa. Kami saja tim dan Dokter sudah berusaha untuk menyelamatkan pak Reval yang saat itu jantung pak Reval. Tetapi kekasih pak Reval yang langsung masuk dan histeris tidak ingin kehilangan. Dan mungkin karena kekuatan cinta di antara kalian dan pak Reval juga tidak tega harus meninggalkannya. Jadi pak Reval kembali bangun sungguh mukjizat yang luar biasa," ucap suster itu membuat Reval masih menunjukkan wajah bingungnya.


"Maksud Suster kekasih yang mana?" tanya Reval yang penasaran.


"Yang selalu melihat keadaan pak Reval. Oh iya tadi juga berdiri di depan pintu," jawab Suster yang sepertinya sudah sering melihat Citra.


"Citra!" batin Reval yang pasti begitu terkejut mendengar apa yang di katakan suster.


Yang ternyata Citra selama ini selalu ada di dekatnya dan mendengar cerita Suster tadi Citra yang menangis histeris membuat Reval tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu.


"Jadi selama ini Citra selalu ada di sisiku," batin Reval yang tidak percaya.


"Ya sudah pak Reval. Bapak istirahat saja. Saya permisi dulu," ucap Suster yang pamit. Reval hanya mengangguk dengan wajahnya yang terlihat masih kepikiran dengan Citra yang ternyata diam-diam sering mengawasinya.


"Maafkan aku Citra, aku pasti menyulitkan mu. Aku salah sasaran. Justru kamu tidak bersalah dalam hal ini. Tetapi kamu harus menanggung semuanya maafkan aku. Aku tidak tau bagaimana cara untuk menebus semua dosa-dosa ku. Maafkan aku Citra," batin Reval di penuhi dengan rasa bersalah.


"Lalu bagaimana dengan mama. Apa yang di katakan Tante Anggika. Aku bukan anak mama. Lalu siapa orang tua kandungku," Reval kelas masih mengingat apa yang terjadi terakhir walau dia sempat koma.


"Seperti Tante Anggika banyak tau dengan apa yang terjadi. Aku harus cepat-cepat keluar dari rumah sakit untuk mencari kejelasannya. Siapa aku sebenarnya dan pasti aku harus meminta maaf pada Citra dan menebus dosa-dosa ku. Apapun itu caranya. Aku akan melakukan semuanya," batin Reval dengan penuh keyakinan.


Konsinyasi yang jauh lebih baik ternyata tidak lepas dari Citra seperti apa yang di katakan Suster tadi. Citra yang menangis histeris karena dia yang hampir pergi.

__ADS_1


Sudah melakukan banyak kesalahan. Namun Citra masih peduli kepadanya dan bagaimana tidak Reval akan semakin merasa bersalah pada Citra. Dan yang di pikirannya hanya akan menyelesaikan masalahnya dengan mencari asal usulnya dan setelah itu dia akan mengurus Citra. Citra tidak salah apa-apa dan Reval akan bertanggung jawab untuk menebus segala dosa-dosanya pada Citra dan pada anak yang di kandung Citra.


*********


Kondisi Reya sudah lumayan dan hari ini Reya sudah bisa pulang kembali rumah. Citra dan Sean membantu kepulangan Reya.


"Kalian tunggu sebentar di sini ya. Aku urus administrasi nya dulu," ucap Sean.


"Ya sudah kak Sean," sahut Citra. Sean pun langsung pergi.


"Ayo Reya kita duduk di sana!" ajak Citra. Reya menganggukkan kepalanya dan mereka langsung duduk untuk menunggu Sean yang katanya ingin mengurus administrasi Reya.


"Mama!" lirih Reya yang tiba-tiba melihat Erina yang memasuki rumah sakit dan Citra pun melihat ke arah pandang Reya di mana wanita itu buru-buru memasuki lift.


"Apa mungkin Tante Erina datang untuk melihat Reval?" tanya Citra yang menduga-duga membuat Reya melihat kearah Citra.


"Reval sudah sembuh Reya, dia sudah siuman dan konsinyasi baik-baik aja. Mungkinkah Tante Erina datang untuk melihat keadaannya, untuk memastikannya Reval baik-baik aja," ucap Citra.


"Aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya Reya. Aku tidak bermaksud untuk mengiring topik menuju kearah sana. Tetapi Reval yang hampir kehilangan nyawanya berhasil di selamatkan Dokter dan dia juga sudah siuman. Aku melihat jauh lebih baik dan bahkan sudah seperti orang sembuh," ucap Citra.


"Citra apa kamu selama ini selalu mengecek kondisi Reval?" tanya Reya membuat Citra kaget dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu.


"Kamu kelihatan begitu khawatir pada Reval, saat kamu bercerita dengan kondisi Reval yang baik-baik saja. Kamu terlihat tenang. Citra apa kamu benar-benar sangat mencintai Reval?" tanya Reya yang membuat Citra benar-benar terdiam.


Tidak disangkanya Reya akan menanyakan hal itu kepadanya. Dan tadi dia yang memulai pembicaraan yang menggarap ke arah sana dan sekarang dia yang malah terdiam yang dengan pertanyaan Reya.


"Apa aku terlihat sebagai wanita bodoh Reya?" tahta Citra.


"Apa maksud kamu?" tanya Reya.


"Di hancurkanya sampai ke akar-akarnya, tidak tersisa sama sekali dan kamu bisa menduga jika aku masih mencintainya dan makanya masih bertahan sampai sekarang, takut dia kenapa-kenapa dan apa itu suatu kebodohan yang sudah di hancurkan tetapi masih takut kehilangannya?" ucap Citra yang merasa dirinya sangat menyedihkan dengan cerita percintaannya.


"Mencintai bukan suatu hal yang bodoh Citra. Apa yang terjadi bukan kesalahan kamu dan lagi-lagi ini adalah takdir. Jangan menyiksa diri kamu Citra dengan lari dan membiarkan kamu hanya sembunyi. Aku tidak tau apa harus mengatakan Reval juga korban atau apa. Tetapi jika masih bisa menyelamatkan sesuatu. Lalu kenapa tidak. Tidak ada yang salah dalam cinta," ucap Reya yang memberi pendapatnya untuk hubungan Reval dan Citra yang pasti Reya tau Citra dan Reval saling mencintai.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kak Sean?" tanya Citra.


"Kak Sean menantang?" tanya Reya.


"Mana mungkin Reya dia membiarkan ku masih peduli padanya itu hal yang sangat tidak mungkin Reya," ucap Citra dengan apa adanya.


"Citra Reya!" tegur Sean yang akhirnya kembali. Citra yang air matanya sempat jatuh langsung di usapnya.


"Kak sean," sahut Citra dan Reya serentak.


"Ayo kita pulang, semauanya sudah selesai," ucap Sean.


"Baiklah kak," sahut Reya. Citra dan Sean mmebantu Reya untuk berdiri dan pasti Sean juga memopong istrinya untuk menuju mobil.


***********


Erina benar-benar buru-buru datang kerumah sakit. Karena ingin melihat kondisi Reval yang dia mendapat telpon dari Dokter. Kalau Revak sudah siuman dan bahkan sudah baik-baik saja.


Bruk.


"Reval!" Erina langsung membuka pintu dan masuk begitu saja keruangan Reval yang pasti sangat mengejutkan Reval saat melihat wanita itu.


"Tante Erina!" lirih Reval yang kaget dengan kedatangan Erina dan bahkan wajah Erina begitu panik yang langsung menghampiri Reval dengan memegang tangan Reval.


"Kamu benar-benar sudah siuman. Kamu sudah baik-baik saja," ucap Erina yang begitu bahagia dengan memegang pipi Reval yang benar-benar memeriksa keadaan Reval apa ada yang luka atau tidak dengan Reval. Namun pasti apa yang di lakukan Erina membuat Reval bingung semuanya sangat berlebihan.


"Tante aku sudah baik-baik saja, Tante kenapa di sini?" tanya Reval yang risih dengan Erina karena tidak biasanya Erina seperti itu. Meski Reval tau dulu saat dia dan Reya berteman Erina memang sangat baik dan juga sangat humbel.


Tante benar-benar sangat lega dengan kondisi kamu yang sudah tidak apa-apa. Tante benar-benar sangat bahagia Reval," ucap Erina dengan tersenyum. Dan Reval yang adanya hanya penuh dengan kebingungan dengan kata-kata Erina yang tidak dapat di mengertinya.


"Ada apa dengan Tante Erina, kenapa dia seperti ini," batin Reval.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2