
Mentari pagi kembali tiba. Hari begitu cerah, suasana di Bali memang terlihat begitu indah dengan pemandangan laut yang tidak dapat di ragukan lagi seperti apa. Awan biru yang mendampingi dari atas langit sana yang begitu indah dengan angin sepoi-sepoi yang menambah kesejukan di pagi hari.
Hotel yang nanti malam akan di adakan Event Perusahaan kembali di tata dengan para pekerja yang terlihat tergesa-gesa. Karena takut akan ada kesalahan nanti. Karena hanya tinggal beberapa jam kedepan acara di hotel itu akan di adakan.
Lain dengan banyaknya orang-orang yang bertugas dalam pelaksanaan itu. Di sisi lain di kamar yang yang menjadi saksi hubungan panas Reya dan Sean.
Di mana kamar itu sangat berantakan dengan pakaian yang berserakan di atas lantai dan terdapat 2 insan yang berada di atas ranjang. Reya dan Sean yang tidur dalam keadaan berpelukan, di mana mereka yang masih sama-sama polos yang hanya tertutupi dengan selimut saja.
Reya begitu nyaman melettakkan kepalanya di dada bidang Sean. Dan Sean juga merangkul Reya agar tidak jauh-jauh dari darinya.
Suara ombak pantai yang terdengar jelas tidak membangunkan pasangan yang habis melakukan hubungan intim itu. Padahal suaranya lumayan keras karena kebetulan kamar mereka berada langsung di dekat pantai memperlihatkan Viu ke pantai yang indah.
Sinar matahari masuk dari sela-sela jendela kamar. Hal itu membuat Sean mengekerutkan matanya, mengerjapkan perlahan-lahan karena lumayan silau dengan cahaya sinar matahari.
Sean memijat pelipisnya yang terasa begitu berat dan merasa berat di tubuhnya membuatnya menoleh ke arah yang membuatnya berat. Kepala seorang wanita yang membuatnya terkejut ada wanita yang tertidur di pelukannya. Sean juga melihat dirinya yang tanpa pakaian dan wanita tersebut sama dengan dirinya.
" Apa yang terjadi," lirih Sean dengan terkejut dan mencoba untuk tenang. Sean melihat melihat siapa wanita yang di pelukannya yang membuat Sean lebih terkejut yang tak lain adalah Reya.
" Reya!" Lirihnya dengan napas beratnya yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Sean seketika panik dengan deru napas yang tidak stabil dengan memijat kepalanya berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi. Kenapa dia dan Reya bisa sama-sama polos seperti itu.
__ADS_1
Karena Sean yang gelisah membuat Reya terganggu dalam tidurnya dan membuatnya juga perlahan membuka matanya.
Belum sempurna mata itu terbuka namun dia menyadari sedang berada di pelukan seseorang dan ingin cepat-cepat membuka matanya untuk melihatnya.
Degg
" Kak Sean!" Pekik Reya dengan terkejut dengan adanya Sean.
Reya spontan menjauh dari Sean yang Sean juga panik. Reya melihat di sekelilingnya, melihat ruangan itu yang berupa kamar.
Reya duduk dengan cepat dan melihat pada lantai yang pakaiannya berserakan. Reya begitu shock dan melihat ke dalam selimut di pastikan dia tanpa busana. Bagai di sambar petir rasanya dengan apa yang terjadi padanya.
Reya menoleh ke arah Sean yang juga sedang duduk dan Sean juga melihatnya dengan menelan salivanya. Mereka sama-sama panik dan sama-sama berusaha mengingat apa yang terjadi.
Air mata Reya menetes saat terakhir mengingat dia dan Sean berciuman di atas ranjang dan setelah itu dia tidak tau apa lagi yang terjadi.
" Ini tidak mungkin!" Lirih Reya dengan napasnya naik turun. Merasa dia dan Sean tidak mungkin melakukan hubungan itu. Walau pada nyatanya pasti karena Reya sudah polos dan merasa sakit di area sensitifnya saat tadi bergeser dengan cepat.
Sean mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya dengan hembusan napasnya yang berat yang jelas semua telah terjadi, dia juga tidak percaya bisa melakukan itu.
Reya menyadari semua kenyataan itu langsung menangis dengan memeluk tubuhnya. Ya tanpa ada penjelasan sudah di pastikan dia dan Sean sudah berhubunan diluar batas. Sementara Sean tidak ada komentar apa-apa, tidak mengeluarkan suara sama sekali yang hanya beberapa kali mengusap wajahnya dengan matanya terpejam. Yang mencoba menetralkan pikirannya.
__ADS_1
*********
Sejam berlalu. Kakak adik itu sejak tadi tidak ada bicara apapun di dalam kamar itu. Sama dengan hal ini. Sean yang duduk di ujung ranjang tanpa memakai pakaian dan hanya telanjang dada saja dengan memakai celana panjang yang terus memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya, terkadang memijat pelipisnya, meremas rambutnya frustrasi dan kembali mengusap kasar wajahnya.
Sementara Reya masih terdengar suara isak tangis yang pelan yang berbaring miring yang membelakangi Sean yang menangis terisak-isak. Di mana Reya berada di dalam ringkupan selimut yang pasti tanpa busana dengan tangannya yang memegang erat selimut itu.
Sean memejamkan matanya yang menyadari kebodohannya. Ya dia tau dirinya sedang di pengaruhi obat tadi malam dan semua itu gara-gara Karin dan dia dan Reya terlibat pertengkaran membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya yang akhirnya mereka mengalami insiden itu.
" Reya!" lirih Sean yang akhirnya bersuara setelah lama Diam.
" Kenapa harus terjadi?" tanya Reya dengan suaranya yang tertahan yang merasa begitu hancur.
" Apa ini juga karma untukku. Apa ini juga kesengajaan untukku? Apa ini juga pelajaran untukku?" Reya terus bertanya dengan suaranya yang bergetar yang merasa begitu hina.
" Lalu bagaimana selanjutnya. Kenapa harus aku? Kenapa semua bisa seperti ini? Ini sungguh tidak benarkan? Kakak tidak mungkin melakukan semua ini. Ini pasti ada yang salah," ucap Reya tak masih berharap jika mereka tidak melakukan hubungan yang lebih jauh.
Sean terdiam yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Dia juga tidak tau harus bicara di mulai dari mana lagi. Karena semakin dia bicara semakin Reya akan menangis. Sean hanya melihat punggung Reya yang sebagian tertutup selimut. Tubuh yang secara sadar tadi malam di nikmatinya. Walau dalam pengaruh obat. Tetapi Sean mengingat semuanya.
" Apa yang kau lakukan Sean. Kenapa kau tidak bisa mengendalikan dirimu," batin Sean yang tampaknya masih tidak percaya dengan apa yang di lakukannya.
" Kita akan bicara nanti! kamu bersih-bersih lah! Kita harus kembali pulang yang lain pasti sedang mencari kita! kita harus tenang supaya bisa bicara," ucap Sean dengan suara pelannya. Yang mungkin dia akan berpikir setelah ini.
__ADS_1
Namun Apa yang di katakan Sean semakin melukai hatinya yang membuat hatinya semakin sakit. Dia tidak tau bagaimana nasibnya yang telah melakukan hubungan terlarang dengan kakaknya sendiri.
Bersambung