
Citra langsung melihat Anggika dengan serius. Sementara Anggika jadi mendadak gugup dengan melihat satu persatu orang yang ada di sana yang juga melihatnya begitu serius.
"Iya mama kok tau nama ibu pantinya?" tanya Citra yang ingin memastikan lagi. Kenapa sang mama bisa tau.
"Benar mah kan kita tidak ada cerita-cerita dan mama juga tau jika ibu pantinya sudah lama bekerja di sana," ucap Reya yang juga penuh dengan kebingungan.
"Hmmm, itu, oh..." Anggika yang benar-benar tidak bisa menjawab sampai tangannya yang saling menggenggam yang seperti menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa mah?" tanya Reya.
"Ya mama tau, karena keluarga kita pernah berdonasi ke panti asuhan itu," jawab Anggika dengan cepat yang tersenyum yang menunjukkan jika dia itu sangat tenang.
"Oh begitu ternyata, tidak di sangka ya. Ternyata itu panti tempat Reya di titipkan," sahut Reya.
"Iya Reya semua hanya kebetulan dan mama makanya mengingat panti asuhan itu," sahut Anggika dengan tersenyum. Namun Citra terlihat menatap sang mama dengan penuh selidik yang seolah tidak percaya dengan apa yang di katakan Anggika.
"Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan mama," batin Citra yang masih saja melihat Anggika dan Anggika juga melihatnya dengan tersenyum tipis. Dari wajah Anggika yang memang sangat jelas sedang menyembunyikan sesuatu.
"Hmmm, kalau kalian mau pergi. Pergi lah sekarang, biar nanti kalian tidak kesorean," ucap Anggika.
"Iya mah, kita juga mau berangkat sekarang," sahut Sean.
"Ya sudah kita langsung pergi saja," sahut Reya yang langsung berdiri dan berpamitan pada Anggika dengan mencium punggung tangan Anggika.
"Semoga ada hasilnya ya Reya," ucap Anggika dengan doanya.
"Iya mah, makasih sudah mendoakan Reya," ucap Reya.
"Citra juga pergi mah. Titip papa ya ma," sahut Citra.
"Iya Citra kamu jangan Khawatir," sahut Anggika.
"Ya sudah kamu pergi dulu," ucap Sean. Anggika menganggukan kepalanya dan mereka pun akhirnya pergi untuk melakukan pencarian. Kepergian Reya, Citra dan Sean membuat Anggika menghela napasnya dengan memegang dadanya.
"Citra kenapa menatap ku seperti itu. Aku juga kenapa bicara terlalu berlebihan," gumam Anggika yang masih mengatur napasnya. Karena masih dek-dekan dengan apa yang terjadi barusan dia bahkan sampai keringat dingin.
************
Citra, Reya dan Sean menuju mobil mereka.
"Astaga," ucap Reya tiba-tiba menepuk jidatnya.
"Ada apa sayang?" tanya Sean.
"Data yang di berikan ibu panti ketinggalan," ucap Reya yang baru mengingatnya.
__ADS_1
"Ya sudah biar aku aja yang ambil," sahut Sean.
"Sayang tidak ketinggalan di rumah. Tetapi di Apartemen kemarin. Aku juga baru mengingatnya," ucap Reya.
"Ya sudah kalau begitu kita ke Apertemen dulu untuk mengambilnya," sahut Sean.
"Biar aku telpon Reval aja. Soalnya arah yang kita tuju berbeda. Yang adanya kita hanya memakan waktu saja. Jadi Citra coba hubungi Reval untuk mengantarkannya," sahut Citra yang mempunyai ide.
"Ya sudah begitupun jadi," sahut Sean yang setuju.
Citra langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Reval.
"Hallo Reval!" sapa Citra.
"Iya Citra ada apa?" tanya Reval.
"Aku bisa minta tolong tidak. Untuk kamu mengantarkan data-data Reya yang dari panti asuhan yang ketinggalan di Apartemen!" ucap Citra yang langsung to the point.
"Oh begitu, ok tidak masalah kebetulan aku juga mau ke apartemen mau melihat mama. Ini juga sudah mau sampai," ucap Reval.
"Ya sudah aku minta tolong ya. Soalnya kalau kami kesana hanya membuang waktu saja," ucap Citra.
"Iya Citra, kamu santai aja. Oh iya di mana tempatnya?" tanya Reval.
"Reya di mana letaknya?" tanya Citra pada Reya dengan pelan.
"Di meja makan Reval," jawab Citra.
"Ya sudah baiklah. Kalian tunggu aja. Aku akan secepatnya mengantarnya," ucap Reval.
"Iya makasih ya," sahut Citra yang merasa lega dan Citra langsung mematikan panggilan telpon itu.
"Aman Reval sedang di jalan menuju Apartemen dan dia akan segera membawanya," ucap Citra.
"Ya sudah kalau begitu tunggu saja Reval," sahut Sean.
"Iya," sahut Reya yang juga setuju dan mereka hanya menunggu Reval membawakan berkas Reya.
*********
Apartemen.
Sahila sedang rajin-rajinnya yang sedang membersihkan Apartemenmu tersebut. Di mana setelah kamar dan ruang tamu sudah bersih dan sekarang Sahila sedang berada di dapur yang membersihkan dapur dengan melap meja.
Namun Sahila tiba-tiba melihat map berwarna merah yang di atas meja.
__ADS_1
"Apa ini," gumamnya dengan heran yang memegang map tersebut dan melihat-lihatnya tanpa membukanya dulu.
"Punya siapa ini," batin Sahila dengan kebingungan dan pasti penasaran dengan apa yang dilihatnya dan akhirnya membuat Sahila membukanya karena sangat penasaran akhirnya Sahila membukanya da. ternyata berkas dari panti asuhan. Sahila
Hari ini Reya, Sean, Citra dan Reval ikut bersama Reya untuk menuju alamat yang sebelumnya di berikan ibu panti yang merupakan alamat orang tua kandung Reya. Dan tiba-tiba jatuh sebuah foto yang terselip di dalam map tersebut dan Sahila langsung berjongkok untuk melihat foto apa yang di temukannya.
Wajah Sahila terlihat terkejut saat melihat foto yang wanita yang bersama ibu panti tersebut. Tidak tau apa yang membuatnya terkejut dia begitu schok melihat apa yang di lihatnya.
"Mah," tiba-tiba terdengar suara Reval yang mengejutkan Sahila.
"Reval," sahut Sahila yang kembali berdiri.
"Mama sedang apa?" tanya Reval heran.
"Oh ini mama sedang beres-beres rumah," jawab Sahila.
"Mah, ini tidak perlu mama lakukan," sahut Reval.
"Tidak apa-apa Reval mama juga sedang santai," sahut Sahila, "hmmm kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Sahila.
"Aku mau mengambil barang Reya yang ketinggalan, di mana ya," jawab Reval sembari mencari-cari apa yang di titipkan Citra kepadanya.
"Kamu mencari ini?" tanya Sahila.
"Oh iya benar mah, ini yang aku cari," sahut Reval dengan menganggukan kepalanya dan Sahila langsung memberikannya.
"Ini punya Reya?" tanya Sahila.
"Benar mah," jawab Reval.
"Apa foto wanita itu ibu kandung Reya?" tanya Sahila.
"Oh ini, iya mah, Reya kemarin sudah mengatakannya dan menunjukkan kepada Reval," jawab Reval.
"Oh, begitu," sahut Sahila.
"Mama kenapa?" tanya Reval yang melihat Sahila yang terlihat bingung.
"Tidak apa-apa Reval. Bagaimana apa Reya sudah bertemu dengannya?" tanya Sahila.
"Mereka baru mau pergi hari ini mah dan makanya aku kemari untuk mengambil berkuasanya," jawab Reval.
"Oh begitu ternyata," sahut Sahila.
"Ya sudah mah. Kalau begitu Reval pergi dulu ya. Mereka pasti sudah menunggu. Mama di rumah hati-hati ya ada apa-apa. Telpon Reval," ucap Reval.
__ADS_1
"Baiklah Reval," sahut Sahila mengangguk saja dan Reval pun langsung pergi.
Bersambung