
Reya harus di rawat dulu beberapa hari ini di rumah sakit untuk pemulihannya yang mana kondisinya masih sangat lemas dan asam pasti sangat setia menemaninya dan sejarah sedang menyuapi istrinya makan.
"Jadi kak Sean sekarang sudah tidak marah lagi pada Reya?" tanya Reya memastikan.
"Tidak Reya, seperti apa yang aku katakan sebelumnya kepada kamu. Aku sangat menyesali telah melakukan semuanya, membuatmu kepikiran sampai terjadi hal buruk pada kamu dan juga bayi kita. Jika semua itu terjadi aku tidak akan bisa memaafkan diriku," ucap Sean yang memang begitu ketakutan dengan kondisi Reya.
"Tetapi semua juga salah Reya. Seharusnya Reya tidak menyembunyikan apa-apa dari kak Sean. Kak Sean adalah suami Reya. Seharusnya seberat, sebesar apapun masalahnya tidak merahasiakan apa-apa. Jadi sangat wajar kak Sean marah pada Reya, kecewa dan lainnya," ucap Reya yang juga mengaku salah.
"Dan aku tidak mengerti kamu Reya. Jika aku bisa memahami kenapa kamu tidak memberitahuku tentang Maslaah Citra. Hal ini tidak akan terjadi. Karena kamu melakukan semua ini. Lagi-lagi hanya ingin melindungi keluargaku," ucap Sean yang sekarang mengerti.
"Kakak benar. Karena Reya takut papa akan marah pada Tante Anggika dan masalah yang adanya semakin banyak. Makanya Reya tidak bisa memberitahunya dan menunggu Citra yang mengatakannya," sahut Reya.
"Sudahlah Reya kita lupakan saja masalah itu. Aku sudah tau semauanya dan aku juga tidak perlu berlebihan marah pada kamu. Aku tidak akan melakukan itu lagi, maafkan aku ya," ucap Sean yang kembali meminta maaf pada istrinya.
"Aku juga minta maaf kak Sean, karena tidak jujur dan lain kali jika ada masalah seberat apapun akan menceritakannya pada kakak," ucap Reya yang juga menyadari kesalahannya dan tidak akan mengulangi hal itu lagi.
"Iya kita akan sama-sama belajar dalam kesalahan ini," sahut Sean. Reya mengangguk tersenyum, "kamu makan lagi!" ucap Sean yang kembali menyuapi Reya dan Reya mengangguk yang kembali menerima suapan suaminya.
"Oh iya kak Sean bagaimana keadaan mama, papa? soalnya saat kejadian itu aku melihat ada papa juga?" tanya Reya yang baru kepikiran sekarang.
"Aku beluk pernah bertemu dengan mereka Reya. Aku juga tidak tau bagaimana mama dan papa dalam kejadian ini. Tetapi bisa di pastikan mereka akan ribut," jawab Sean yang hanya bisa menduga-duga saja.
"Kasihan kak Sean. Masalah dia saja tidak selesai, hatinya masih terluka dengan kenyataan dia bukan anak papa dan Tante Anggika dan sekarang di tambah lagi dengan kak Sean harus kepikiran dengan masalah baru yang terjadi dan aku juga tidak tau bagaimana Citra juga. Karena Citra juga pasti mengalami kesulitan," batin Reya yang begitu simpatik pada suaminya dan juga adik iparnya.
"Kamu memikirkan apa Reya?" tanya Sean yang melihat istrinya itu bengong.
"Oh tidak apa-apa kok," jawab Reya.
__ADS_1
"Reya apa ada sesuatu lagi yang kamu sembunyikan?" tanya Sean yang berharap setelah masalah ini Reya lebih jujur dan terbuka lagi padanya.
Reya tampak diam yang terlihat memang menyembunyikan sesuatu.
"Kamu kenapa diam Reya?" tanya Sean.
"Kak Sean saat kejadian itu Reya melihat mama," ucap Reya yang akhirnya jujur dengan apa yang di pikirkannya karena tidak mau lagi ada rahasia-rahasia dengan suaminya.
"Tante Anggika maksud kamu?" tanya Sean. Reya menganggukkan kepalanya.
"Kak Sean, sebelumnya aku juga sudah melihat mama. Tapi kami tidak bertemu. Aku melihat mama di rumah sakit dan berbicara pada Tante Anggika. Selain tau sendiri masalah keluarga Reval dan Tante Anggika. Kau juga tau dari mendengarkan obrolan mama dan Tante Anggika dan mama tau semuanya dan saat itu mama juga mengancam Tante Anggika dan kemarin aku melihat mama yang di pastikan datang bersama papa. Karena mama memasuki mobil papa keluar dari mobil yang sama dan aku menduga papa ada di lokasi karena mama," ucap Reya yang menceritakan kesimpulan yang di tariknya
"Dan aku juga ada di sana karena mendapatkan pesan yang tidak tau dari siapa," sahut Sean yang baru mengatakan alasannya kenapa dia tiba-tiba ada di sana.
"Pesan! pesan apa?" tanya Reya tampak terkejut.
"Kak Sean apa jangan mama pelakunya. Mama sengaja ingin membuat kak Sean dan papa tau masalah itu," ucap Reya yang bisa menduga-duga jika yang terjadi adalah ulah mamanya.
"Aku juga tiba-tiba kepikiran seperti itu. Sepertinya Tante Erina ingin kembali menghancurkan pernikahan mama dan papa," ucap Sean yang bisa menebak ke arah sana.
Reya menjadi sendu dan jadi kepikiran dengan mamanya yang berulah dan sementara dirinya sudah menjadi istri Sean
"Reya!" lirih Sean dengan memegang pipi Reya, "jangan khawatir apa yang terjadi tidak ada masalahnya dengan kamu dan Tante Erina yang jahat bukan kamu," ucap Sean yang tau jika Reya berpikiran hal itu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Reya.
"Aku akan menemuinya," jawab Sean.
__ADS_1
"Untuk apa?" tanya Reya.
"Aku tidak ingin perselisihan akan terus terjadi. Tante Erina bagaimana pun adalah mertuaku dan aku akan menyelesaikan masalah ini," ucap Sean.
"Maafkan mama kak Sean. Mama selalu membuat kacau dan lagi-lagi mama menghancurkan keluarga kakak, maafkan mama," ucap Reya merasa bersalah.
"Yang salah itu mama kamu bukan kamu dan yang minta maaf itu dia dan bukan kamu," ucap Sean, "sudah jangan di pikirkan. Kamu makan lagi, biar aku yang mengurus semuanya," ucap Sean yang meyakinkan Reya dan Reya berusaha untuk tenang dan lebih baik menyerahkan semuanya pada suaminya. Karena dia sendiri juga tidak bisa mengatasi mamanya.
**********
Citra masih ada di rumah sakit yang mana dia belum pulang selain masih ingin menunggu Reya sembuh Citra di pastikan juga diam-diam memantau kondisi Reval. Sama seperti sekarang ini Citra yang berbicara dengan Dokter yang selesai memeriksa kondisi Reval.
"Lalu kapan dia akan siuman Dokter?" tanya Citra dengan wajahnya yang penuh dengan kecemasan.
"Saya tidak bisa memastikan hal itu Kita berdoa saja yang terbaik," jawab Dokter.
"Baiklah Dokter tolong bantu dia," ucap Citra.
"Itu pasti," sahut Dokter.
"Aku berharap kamu cepat bangun," batin Citra dengan wajahnya yang tampak sangat senduh.
...Jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku ya....
...Mantan? tapi Nikah Yuk. Di tunggu like koment dan vote sebanyak-banyaknya....
__ADS_1
Bersambung